Acha…, Acha…, Silakan Cicipi si Komala’s

Boleh jadi, belum begitu banyak masyarakat Indonesia yang familier dengan masakan India. Tapi, tak ada salahnya Anda menjajal Komala’s, restoran waralaba dengan masakan khas India yang sudah buka sejak tahun 2004.

Dari penampilannya saja, kita langsung bisa menebak kalau tempat ini berkonsep cepat saji. Inilah yang membedakan Komala’s dari restoran serupa yang kebanyakan berkonsep dine in.

Komala’s sendiri berasal dari India Selatan. Masakannya ratarata berkuah dan tajam akan bumbu rempah-rempah. Seperti cengkeh, lada hitam, bawang bombay, cabai, kacang cikpis, kacang lentil, serta kentang .

Sebagian campuran bumbu masakan itu diimpor langsung dari India Selatan. “Kami menjaga rasa masakan dengan bumbu asli dari daerah sana. Bahkan, untuk jenis roti seperti chappathis dan vadai yang merupakan makanan khas juga diimpor,” kata Asisten Manajer Komala’s Endaiyani.

Selain itu, untuk menjaga rasa dan aroma tradisional India Selatan pada makanannya, Komala’s mengalasi produk makanan mereka dengan daun pisang.

Menu jagoan restoran ini adalah South Indian thali meal, masala dasai, dan chicken curry parrota plate. Mari kita kupas menu tersebut satu per satu.

South Indian thali meal adalah menu yang ramai akan sajian. Bayangkan saja, dalam satu baki terdapat satu porsi nasi putih, dua helai roti chappathis (roti berbentuk lembaran), satu mangkuk rasam, dan tiga mangkuk sayur.

Sayurannya terdiri dari campuran buncis, wortel, kembang kol, kentang, dan sedikit susu. Kemudian ada satu mangkuk yellow dal, yaitu campuran kentang dan kacang lentil yang sangat kental, plus satu mangkuk curryyal yang juga berbahan dasar kentang, satu mangkuk sambar, yaitu paduan bawang merah, kentang, cabe bulat, dan kacang panjang. Lalu, masih ada satu mangkuk pickle, yaitu seperti sambal mangga muda, satu mangkuk yoghurt, dan satu gelas butter milk.

Yang rada unik adalah rasa butter milk. Mirip wedang jahe. Namun, jahe pada minuman ini dicampur dengan yoghurt kental, cabe, garam, dan tidak ketinggalan ada bumbu rempah-rempahnya. Wah, kenyang banget, deh. Satu paket South Indian thali meal yang bejibun ini harganya Rp 49.900 saja.

Adapun masala dasai adalah sajian gulungan roti besar yang berisi campuran kentang halus, cabe hijau, dan sayuran disertai dua jenis saus, yaitu saus coconuts dan union chutney. Saus coconut merupakan santan yang dikentalkan, sedangkan union chutney adalah sambar. Satu porsi masala dasai ini cukup seharga Rp 27.000.

Ada pula menu dariChina dan Timur Tengah

Sementara itu, chicken curry parrota adalah sajian ayam yang disuwir-suwir dalam lembaran roti. Untuk menemani roti ini, ada satu mangkuk sup yang juga berbumbu kari ayam. Chicken curry parrota ini bisa Anda cicipi hanya dengan membayar Rp 32.727.

Cara makan dari tiap hidangan restoran India ini bebas saja, tergantung selera masing-masing. Tapi kebanyakan, sih, dengan cara mencocol langsung ke masing- masing sajian.

Soal rasa, tentu berbeda meski terkadang ada kemiripannya sedikit. Maklum, bumbu dasar yang dipergunakan sering sama. Yang pasti, dalam kecapan lidah adarasa bumbu kari.

Menurut Endai, untuk South Indian thali meal bisa tandas 80 porsi per hari. Di akhir pekan bisa mencapai 120 porsi. Untuk menu masala dasai, di hari biasa bisa habis hingga 100 porsi dan akhir pekan 130 porsi. Sedangkan, chicken curry parrota di hari kerja habis 60 porsi, dan akhir pekan bisa sampai 80 porsi.

Meski Komala’s berjargon real Indian real taste, restoran ini juga menyediakan makanan negara lain yang sudah familier bagi lidah masyarakat Indonesia. Sebut saja makanan dari Timur Tengah, yaitu nasi kebuli, maupun masakan dari China. La, kok bisa ada di sini? “Tujuannya supaya orang Indonesia juga bisa memilih makanan yang mereka sudah tahu,” ujar Endai. Ini untuk menampung pengunjung yang tidak tertarik makanan khas India.

Menurut Endai, rasa masakan non-India itu tak kalah sedapnya. Coba saja Anda bandingkan dengan restoran lainnya yang menyediakan makanan utama nasi kebuli atau masakan dari China. “Sebab, koki di restoran Komala’s ini merupakan koki dengan keahlian memasak mancanegara,” kata Endai.

Harga sajian yang berkisar antara Rp 20.000-Rp 50.000 memang cukup terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Dengan harga segitu, plus masakan seabrek-abrek, dalam sehari ada sekitar 100 pengunjung yang datang ke Komala’s. Persentasenya 60% orang India dan sisanya non-India. Yang non-India ini umumnya orang kita, termasuk keturunan China.

Oh, ya, hidangan Komala’s berupa sajian vegetarian. Jadi meski memajang nama ayam atau kambing di daftar menu, semuanya berupa daging palsu yang terbuatdari kacang kedelai.

+++++
Semua Berbahan Tumbuh-tumbuhan

Sejak awal berdirinya, sewaktu Komala’s berwujud tempat makan di salah satu sudut perkampungan di India Selatan, kedai ini sudah memproklamirkan diri sebagai kedai dengan makanan vegetarian.

Alhasil, ketika Komala’s kemudian buka di Singapura dan menawarkan waralaba hingga ke Filipina, Malaysia, Thailand, Kanada, Amerika Serikat, dan Indonesia, sajian vegetarian tetap menempel pada restoran tersebut.

Tak usah heran, meski makanan yang tampil adalah makanan dengan nama nasi kebuli kambing, nasi kebuli ayam, chicken curry parrota plate, chicken Manchurian rice plate, chicken Manchurian served with rice, dan panner manchurian/ noodle plate, semua masakan tersebut sama sekali tidak berbahan daging. Semua masakan ini justru berasal dari bahan baku tumbuh-tumbuhan yang diolah menjadi bahan pangan tertentu.

Lihat saja, untuk bentuk daging ayam, biasanya manajemen Komala’s menyiasatinya dengan membentuk terigu atau soya bean (kacang kedelai) yang diberi bumbu khusus dengan aroma daging. Bentuk terigu ini biasanya akan dibikin mirip dengan bentuk daging ayam.

Untuk daging burger, biasanyadibentuk dari keju tawar yang diberi bumbu-bumbu manchuria. Sehat dan nikmat.

Komala’s Restaurants
Real Indian Real Taste
Sarinah Building
Jl. M.H. Thamrin No. 11, Jakarta.
Telepon: (021) 3903533.
 
Print

One response to “Acha…, Acha…, Silakan Cicipi si Komala’s

  1. udah pernah nyoba. enak sih. tp menurutku masih mahal… hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s