Hasil Silangan Eropa-Solo Diadaptasi di Sunter

Jakarta memang mirip hipermarket, semua ada, terutama makanan. Tengok saja, jika memang ingin mencicip kelezatan nasi langgi, Anda tak perlu jauhjauh pergi ke Solo. Cobalah datang ke Dapur Solo di bilangan Sunter.
Selain menyediakan nasi langgi ayam, Dapur Solo juga menyajikan berbagai hidangan khas Jawa lainnya. Seperti gudeg jogja, pecel madiun, rawon ala Jawa Timur, atau juga selat khas Solo.

Makanan yang pertama kali Anda perlu coba di sini adalah nasi langgi ayam. Menurut Swandani, pemilik Dapur Solo, pada dasarnya banyak sekali versi nasi langgi. Ada yang dari Semarang, Cirebon, atau Solo.

Rasa nasi langgi Dapur Solo tergolong istimewa. Masakan ini dihidangkan di atas piring ceper dengan ukuran yang cukup lebar ketimbang piring ukuran normal.

Maklumlah, jenis makanan sangat beragam. Di tengah piring ada nasi yang dibentuk seukuran mangkok kecil dengan taburan bawang goreng. Di pinggirannya tertata rapi ayam goreng gurih yang bumbunya meresap. Lalu, masih ditambah dengan potongan rendang yang manis.

Secara umum nasi langgi ini terasa manis, sangat cocok bagi lidah orang Jawa. “Tetapi, pengunjung di Dapur Solo tak melulu orang Jawa, karena bumbu sudah diadaptasi ke lidah orang Jakarta,” jelas Swandani.

Anda juga harus menjajal selat solonya. Jika di Solo, makanan ini merupakan kudapan ringan, di Dapur Solo Anda dapat menikmati sebagai menu utama bersama dengan nasi.

Selat solo mirip salad dan bistik. Memang jika dilihat rupanya hidangan ini merupakan gabungan antara salad dan bistik.

Selat solo merupakan akulturasi lidah Jawa dengan kuliner Eropa. Hasil kuliner silang tersebut kemudian menghasilkan penampilan Eropa, namun memiliki cita rasa lokal.

Rasa selat solo ini begitu segar. Apabila diicip kuahnya, maka akan terasa ada perpaduan antara manis dan asam. Rasa manis datang dari kuah berwarna cokelat menyerupai semur. Sedangkan rasa asam terasa dari semacam mayones atau mustard yang berwarna kekuning-kuningan.

Sejumput mayones biasanya diletakkan di bagian pinggir piring yang berisi sayur dan daging. Mengudapnya pun ada caranya tersendiri.

Semua bahan yang ada di piring harus dicampur sehingga mayones akan tercampur dengan kuah. Barulah rasa manis, asam, dan gurihnya selat solo akan muncul. Adonan mayones yang berbeda- beda ini juga mempengaruhi hasil akhir dari saus dan rasa Selat Solo.

Campuran untuk mayones ini pun berbeda-beda. Ada yang menggunakan mustard botol kemudian dicampur dengan kentang rebus dan gula.

Ada juga yang mencampur mustard dengan kuning telur rebus. Tapi ada pula yang mencampurnya dengan tepung.

Makanan selingannya tak kalah mantap

Unsur lain dari selat solo hampir menyerupai salad. Bahan baku salad yang utama adalah sayur atau buah-buahan, plus daging. Baru kemudian diberi saus dengan berbagai variasi rasa.

Maka dalam sepiring selat solo terdapat buncis dan wortel rebus, irisan mentimun, dan kentang goreng. Jangan lupa masih ada beberapa lembar daun selada.

Unsur sayur itu masih ditambah beberapa potong daging sapi dan telur ayam. Sebagai penyegar, bisa ditambahkan irisan tipis bawang merah. Paduan sayur dan daging tersebut ditata dalam piring, dan ketika disajikan barulah disiram dengan kuah. So, persis salad ala Eropa.

Selain makanan utama tersebut, di Dapur Solo juga tersedia berbagai makanan selingan. Sebut saja rujak, serabi solo, dan juga es oyen.

Rasa makanan selingan ini tak kalah mantap dengan menu utamanya. Untuk serabinya, begitu menyentuh lidah langsung lumer. Rasa khas masakan solo sangat kentara, manis dan gurih. Tetapi, tidak bikin enek.

Untuk harga hidangannya pun tidak mahal-mahal amat. Untuk sepiring nasi langgi ayam, Swandani membanderolnya hanya dengan harga Rp 17.000. Hidangan lain, seperti nasi gudeg dan juga nasi pecel, harganya pun sama.

Sedangkan untuk minuman rata-rata ia melabelinya rata-rata Rp 5.000. “Jadi, kelas saya itu, ya, middle-lah,” ungkapnya.

Oh, ya, selain bisa Anda mengudap di tempat, Dapur Solo juga menyediakan layanan pesan bawa alias take away, terutama untuk snack dan juga nasi kotak.

Bolehlah Anda sekali-kali mencobanya. Siapa tahu cocok rasanya, pas dompetnya.

+++++
Habis Makan Lalu Pijat, atau Pijat Dulu Baru Makan, ya?

Pada awalnya, di tahun 1985 Swandani, pemilik Dapur Solo ini hanya iseng-iseng saja berjualan untuk mengisi waktu luang. Saat itu, ia hanya berjualan rujak dan es jus. Tempatnya pun hanya di garasi rumah. ”Modalnya cuma blender hadiah pernikahan,” kata Swandani sambil tertawa.

Ternyata, banyak yang menyukai rujak dan juga es jusnya. Kemudian, ia juga membuat gado-gado yang ternyata langsung digemari pelanggan.

Yang berdatangan ke garasi makin berjibun. Akhirnya, ia berembuk dengan suaminya untuk berpindah tempat. Maka, mereka memutuskan untuk berpindah ke Sunter.

Di ruko tersebut, Swandani menamakan kedainya RM Solo. Ia juga terus menambahi menu hidangannya. Perkembangan kedainya seiring dengan perkembangan perumahan dan perkantoran di Sunter. Swandani memutuskan untuk berpindah lagi ke ruko yang ia tempati sekarang.

Pada saat krisis, suaminya yang bekerja di bidang properti terkena imbasnya. ”Kita sama-sama terjun ke bisnis ini. Kebetulan kan suami saya ngerti tentang manajemen,” jelas Swandani.

Tahun 2002, kedai RM Solo berganti nama menjadi Dapur Solo. Kedai ini terus berkembang dan ada penambahan- penambahan. Swandani melakukan perombakan ruko menjadi sebuah restoran yang nyaman. Biayanya Rp 300 juta. “Saya menyasar segmen keluarga,” bilang Swandani.

Dari perombakan itu, Dapur Solo dapat menampung kurang lebih 200 orang dengan 300 menu pilihan. Restoran yang buka dari pukul 7 pagi sampai 9 malam ini menghabiskan ratusan ekor ayam.

Swandani lalu menggandeng mantan ratu bulutangkis Susi Susanti untuk buka pijat refl eksi. Ada pula female gym. ”Jadi, saya gabungkan antara resto dengan health,” ungkap Swandani. Karyawannya ada 40 orang.
Dapur Solo
Jl. Danau Sunter Utara R-36(Seberang Sunter Mall)
Sunter, Jakarta Utara 14350
 
Print

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s