Mengudap Rasa Asli Madiun Sampai ke Depok

Coba, siapa di antara Anda yang tak tahu bagaimana tampang dan rasa sayur pecel? Hampir pasti, Anda semua mafhum. Sayur pecel adalah rebusan bayam, toge, kacang panjang, juga sayuran lain dengan siraman sambal kacang. Ibarat kata, orang Eropa punya salad, orang Indonesia punya pecel.

Tapi, ada banyak sekali macam pecel. Di Jawa Timur, rasanya setiap kota mempunyai menu pecel yang berciri khas masing-masing. Sebut saja pecel blitar yang ada tambahan bunga turi, dan pecel kediri yang ada tambahan sambal tumpang. Ada pula pecel kawi dari Malang, yang di sausnya masih terasa butiran kacang yang agak kasar. Dan, ada lagi pecel madiun yang daun bayam atau daun kangkungnya diganti dengan daun singkong.

Di antara berbagai macam pecel tersebut, yang paling terkenal adalah pecel madiun. Karena itu, Madiun selain mempunyai sebutan sebagai Kota Brem juga mempunyai sebutan Kota Pecel.

Pecel madiun mempunyai kekhasan sendiri. Selain rebusan bayam, toge, dan juga kacang panjang, pecel madiun menambahi menunya dengan tempe orek dan serundeng. Plus, umumnya, selalu ada hiasan alias garnish daun kemangi.

Jika Anda ingin menyantap makanan khas Madiun ini, cobalah bertandang ke warung Pecel Madiun Mbak Ira di Margonda Raya. Tepatnya di depan Mal Depok.

Untuk ukuran tempat makan, warung milik Mbak Ira ini terbilangsederhana. Ukurannya kurang lebih 3 meter x 8 meter. Mejanyaberjajar rapi dengan kursi plastik tanpa sandaran. Ini ciri khas warung agar pengunjung tak berlama-lama duduk. Warung ini bisa memuat sekitar 30 orang.

Untuk ukuran warung, dekorasinya cukup inovatif. Salah satu sisi dindingnya tampak berhias beberapa foto pemandangan. Khiki Purnomo, pengelola warung yang juga putra Mbak Ira, mengatakan ia memasang foto-foto tersebut agar pengunjung lebih merasa nyaman ketika menyantap pecel. “Daripada kosong, kan lebih baik ada hiasan beginian,” kata Khiki.

Pedasnya bisa sesuai kemauan pembeli

Pecel madiun ala Mbak Ira tersaji di piring yang dilapisi dengan daun pisang. Porsinya tidak terlalu banyak, juga tidak terlalu sedikit. Pas, mengenyangkan, tapi tidak membuat kekenyangan.

Sayuran isinya terdiri dari rebusan daun singkong, toge, dan kacang panjang yang berlumur saus kacang alias sambal pecel. Tak lupa ada tempe orek dan serundeng. Sebagai pelengkap, ada peyek kacang di atasnya.

Peyek ini cukup renyah. Gorengannya tidak terlalu kering, sehingga tidak keras tetapi juga tidak basah. Saat digigit, peyek tersebut langsung lumer, hanya, tetap meninggalkan bunyi kriukkriuk.

Untuk sambal, komposisinya boleh dibilang tepat. Tidak terlalu pedas, tetapi cukup membuat perut hangat. Tingkat kepedasan ini hasil proses panjang sejak warung dibuka tahun 1993.

Ira sempat mencoba berbagai tingkat kepedasan. Ia pernah membuat pilihan, pedas biasa dan pedas sekali. Tapi, cara ini membuat pengunjung bingung. Akhirnya, tingkat kepedasan jadi fl eksibel sesuai permintaan konsumen. “Kalau kurang pedas, tambah aja sambalnya,” ucap Khiki, sambil nyengir.

Seperti sambal pecel umumnya, sambal Mbak Ira terbuat dari kacang tanah yang disangrai, gula merah, cabe merah, asam kawak, dan daun jeruk purut. Tak ada bahan khusus. Yang asli Madiun hanya peracik dan seni meraciknya. “Bumbu pecel di mana-mana sama saja. Yang beda itu komposisinya,” ungkap Khiki. Inilah yang membedakan pecel madiun Mbak Ira dengan pecel-pecel yang lain.

Khiki mengaku, warung pecel Mbak Ira setiap hari bisa menghabiskan beras 18 kg. Itu baru dari yang di Depok. Soalnya, warung pecel Mbak Ira sudah beranak-pinak ke Cibubur, Depok Town Square, dan Plaza BSD City.

Di Depok, setiap hari ada 200 pembeli yang menyambangi kedai ini. Lebih dahsyat lagi pengunjung pada hari Sabtu dan Minggu, yang terus mengalir tak putus.

Sebagian besar penggemar pecel ini memang orang Jawa Timur. “Kurang lebih 80%,” kata Khiki. Namun, menurutnya, banyak pula pelanggannya yang juga berasal dari daerah lain.

Satu porsi nasi pecel ini Cuma Rp 5.000. Kalau Anda memesan pecel tanpa nasi, dapat diskon Rp 500. Lauk tambahannya tak jauh berbeda dengan warung lain. Misalnya, empal Rp 4.500, ayam goreng Rp 6.000, ati ampela Rp 3.500, paru Rp 4.500, dan telur Rp 2.000.

Warung Mbak Ira juga menyediakan opor ayam, ayam bumbu rujak, dan juga urap. Khiki menjelaskan, ia menyediakan menu tambahan lantaran permintaan pelanggan “Saya menyediakan menu tambahan baru sekitar setahun terakhir ini,” kata Khiki.

Nah, mau uji nyali melawan pedasnya bumbu pecel Mbak Ira?

+++++
Sudah Kena Garuk Dua Kali

Tak ada yang aneh dengan alasan Irawati, nama lengkap Mbak Ira, hingga dia berjualan pecel. Saat pertama kali hijrah ke Jakarta, 1991, dia beserta keluarga ternyata tidak bisa menemukan penjual pecel madiun. Lantaran kangen akan pecel asal daerahnya, pada tahun 1993 Mbak Ira membuka warung pecel madiun. Ternyata, banyak pengunjung yang terpikat pecel khas kampungnya ini. Dia pun meneruskan usahanya secara serius sampai saat ini.

Pada awalnya, Mbak Ira tidak berjualan di tempat yang sekarang, melainkan sekitar 50 meter dari situ. Awal berdiri sebagai pedagang kakilima, ia hanya boleh berjualan pada sore. Kemudian, ia tergusur dari tempatnya semula, karena di itu bakal berdiri Hero Supermarket. “Eh, sekarang malah Heronya sudah mati,” ujar Khiki Purnomo, pengelola Nasi Pecel Khas Madiun Mbak Ira.

Maka, pindahlah ia ke tempat yang sekarang jadi Mal Depok. Setelah mal tersebut berdiri, Ira pindah lagi ke seberangnya, sampai sekarang.

Selain melayani pembeli yang makan di warungnya, Mbak Ira juga menyediakan layanan antar. “Tapi, hanya di Depok saja yang ongkosnya gratis,” terang Khiki. Jika lokasinya di luar Depok, maka pemesan harus membayar biaya antar Rp 50.000. Kebanyakan pemesannya adalah mahasiswa dan dosen Universitas Indonesia.

Pada saat awal-awal buka, Pecel Madiun Mbak Ira pernah menyertakan biji lamtoro dan kembang turi. Tapi, karena susah dicari di Depok dan sekitarnya, akhirnya kedua komponen ini ia tinggalkan. “Enggak enak sama pelanggan, soalnya kadang ada, kadang enggak ada,” kata Khiki.

Sekali waktu pernah Ira memesan kedua bahan ini langsung dari kampung halamannya. Tapi, begitu sampai Depok, kondisinya sudah tidak layak. Sejak itu, Pecel Madiun Mbak Ira tidak lagi menyertakan lamtoro dan kembang turi.

Nasi Pecel Khas Madiun
Mbak Ira
Jl. Margonda Raya (seberang Mal Depok). Telp. (021) 9240690

2 responses to “Mengudap Rasa Asli Madiun Sampai ke Depok

  1. mbak, ada kekeliruan dalam mencantumkan no telepon nya. yang benar 98240690

  2. Harga udah mahal, rasa ga karuan, karyawan kurang ajar, orang masih makan udah buru2 mau tutup, naekin bangku, tutup rolling door, pantes aja sepi, mungkin resep aslinya enak tapi gara2 dilepas management nya jadi ga karuan, sangat kecewa dengan pelayanannya, mahal ga masalah asal pelayanan dan rasa memuaskan, gak lagi2 makan disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s