Kenikmatan Betawi dari Gondila

Nasi uduk. Menu makanan khas Betawi ini terbuat dari beras yang dicampur dan dikukus dengan santan, lalu diberi bumbu-bumbu. Sangat menggugah selera. Apalagi kalau penyajiannya dibungkus dengan daun pisang.

Orang juga terbiasa menyantap nasi uduk untuk sarapan, makan siang, atau makan malam. Tentu saja, ditemani dengan pelengkapnya, seperti ayam goreng, empal, semur kentang, atau semur jengkol. Nah, di antara sekian banyak pusat pedagang nasi uduk, kawasan Tanah Abang-lah yang paling populer. Selain itu, pusat nasi uduk juga ada di kawasan Rawabelong.

Eh, tapi di sela-sela keramaian kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, terselip sebuah warung yang menjajakan nasi uduk. Letaknya persis di depan Mi Gondangdia yang legendaris itu.

Saban malam, warung yang bernama Cahaya Asli itu selalu penuh dengan pengunjung yang ingin menikmati sajian nasi uduk berbalut daun pisang yang berbentuk kerucut. Ditambah lagi dengan lauk-pauk yang beranekaragam. Mulai dari ayam goreng dan bakar, ati ampela ayam, usus, sate telur muda, sate udang, babat, paru, serta tidak ketinggalan tahu dan tempe goreng.

Warung ini berdiri sejak September 1993. “Ide untuk membuka warung Cahaya Asli itu tercetus secara spontan,” ungkap Ernawita, salah seorang dari empat pemiliknya. Awalnya, mereka hanya ingin memanfaatkan lahan yang menganggur di depan sebuah ruko money changer milik keluarga besar mereka.

Menilik lokasinya yang strategis, yakni di area bisnis, tak heran para pengunjung Cahaya Asli adalah pegawai kantoran. Mereka biasanya mampir untuk mengisi perut sekaligus melepas penat.

Jadi, wajar saja apabila Anda melintasi Jalan R.P. Soeroso alias Gondila atau Gondangdia Lama pada malam hari, banyak mobil parkir di depan Cahaya Asli. Sesekali ada bule yang asyik menyantap makanan khas Jakarta ini.

Untuk ukuran warung pinggir jalan, ruangan Cahaya Asli tergolong sangat luas. Anda bisa memilih makan beratapkan tenda, di depan warung, atau juga duduk manis di dalam ruko.

Sedapnya mencocol ayam ke dalam sambal

Kelebihan warung ini adalah bahan bakunya fresh, hanya untuk hari itu juga. Pengunjung juga dapat memilih sendiri menunya. “Kita menggunakan bahan baku pilihan dan bebas MSG,” ucap Elizabeth, pemilik Cahaya Asli Lainnya. Jadi, mau menyantap di tempat atau dibungkus sama nikmatnya.

Bagi Anda yang perutnya sudah mendendangkan keroncong, tidak perlu menunggu lama untuk dapat segera menyantap nasi uduk. Dalam waktu singkat, sang pelayan akan membawa lauk-pauk pesanan dalam satu wadah besar.

Di Cahaya Asli ini ada dua macam sambal. Yakni, sambal kacang dan sambal merah. Anda bebas mengambil sambal sebanyak- banyaknya. Anda tinggal mencampurkan dengan kecap yang sudah mejeng di meja.

Lauk unggulan Cahaya Asli adalah daging ayam yang empuk dan bumbunya yang sangat terasa. Anda tinggal mencocol daging nan nikmat itu ke dalam sambal yang Anda racik sendiri. Hap…! Rasanya begitu mantap. “Dalam semalam, kita rata-rata menghabiskan 100 ekor ayam dan 40 liter beras,” jelas Yusril, pemilik Cahaya Asli lainnya.

Selain pilihan lauk-pauk yang beraneka ragam, warung ini juga menawarkan pilihan minuman yang sangat variatif untuk menemani kita menyantap menu nasi uduk. Yang ideal, sih, nasi uduk itu sohib kentalnya adalah teh manis hangat. Selain itu, teh manis pas bisa lumayan menangkis udara malam hari yang dingin.

Tapi, bagi Anda yang rada berani, Anda bisa menenggak minuman dingin di sini. Ada berbagai es. Sebut saja es kelapa muda, es kacang merah, es campur, es cendol, sampai es teler juga tersedia untuk memanjakan lidah sehabis menyantap nasi uduk.

Setelah puas makan dan minum, jangan lupa untuk membayar. Tenang, tak perlu Anda bayar pakai kartu kredit. Soal harga, nasi uduk Cahaya Asli ini lumayan murah.

Banderol nasi uduknya hanya seharga Rp 3.000 per bungkus dan ayam goreng Rp 7.500 per potongnya. Sedangkan harga lauk pauk pelengkapnya amat bervariasi. Mulai dari Rp 3.000 per potong untuk tahu tempe, sampai dengan Rp 17.500 per tusuk untuk sate udang goreng.

Menurut para pemiliknya, kunci sukses nasi uduk Cahaya Asli ini adalah selalu mengutamakan kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Selain itu, kedai ini berusaha menjaga rasa dan kualitasnya yang tetap sama sejak awal berdiri sampai saat ini. “Kita tidak pernah sedikit pun merubah citarasa. Itu yang kita tanamkan sejak awal,” imbuh Yasmin menutup perbincangan.

Anda berminat memacu kendaraan menuju Gondila?

+++++
Bersih-Bersih Warung Cegah Lalat dan Ulat Berkeliaran

Dalam menjalankan roda bisnis, terkadang memang sering muncul kejadian-kejadian aneh. Empat bersaudara pemilik warung nasi uduk Cahaya Asli ini juga pernah mengalaminya.

Begini ceritanya. Suatu hari di bulan Oktober tahun lalu, warung Cahaya Asli buka seperti biasa, sama persis hari-hari sebelumnya. Tiba-tiba, tanpa diundang, muncul lalat hijau menjijikkan yang berkerumun di atas lauk-pauk.

“Padahal, bahan-bahan yang kita gunakan itu selalu fresh,” tutur Ernawita, salah seorang pemilik Cahaya Asli. Lalat hijau itu bukan hanya ada di sekitar lauk-pauk, tapi juga terbang ke dapur dan tempat untuk mencuci piring.

Setelah diperiksa dengan seksama, ternyata bukan hanya lalat yang datang tanpa permisi. Ulat pun sepertinya tidak mau ketinggalan untuk berpesta. Hampir di setiap daun pisang pembungkus nasi uduknya mendadak muncul beberapa ulat. Begitu juga di beberapa lauk pauk. “Mendengar kabar tersebut, saya lalu memutuskan untuk menutup warung dengan segera,” kata Wita. Ini untuk mencegah terjadi hal yang tidak diinginkan ke pelanggan.

Beberapa karyawan yang penasaran dengan kejadian itu langsung menggoreng beberapa lauk- pauk. Setelah memakannya, rasanya berubah menjadi pahit.

Keesokan harinya, Wita membersihkan seluruh sudut warung secara bersama-sama. “Saya selalu berpikir positif, mungkin anakanak kurang menjaga kebersihan warung,” ujarnya.

Setelah semuanya ia nilai sudah bersih dan tidak ada kotoran yang bersisa lagi, baru dilanjutkan dengan berdoa dan meminta perlindungan dari Tuhan, agar kejadian serupa tidak akan terjadi dikemudian hari nanti. “Sampai saat ini, alhamdulillah kejadian tersebut tidak terulang lagi,” ujarnya.

Mungkin lalat dan ulat itu terpikat dengan kelezatan nasi uduk Cahaya Asli, kali, ya.

Nasi Uduk Cahaya Asli
Jalan R.P. Soeroso No. 27
Gondangdia, Jakarta Pusat,
Telepon (021) 310 2585

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s