Hap… Mencapit Kepiting di Kedai sang Ratu

Varian makanan dari hasil tangkapan laut memang banyak peminat. Tak heran, kedai seafood menjadi tersebar di mana-mana. Mulai dari warung tenda, kedai pinggir laut, sampai restoran kelas atas, tinggal pilih sesuai selera dan kocek Anda.
Bagi penggemar seafood, sebetulnya harga tidak pernah menjadi masalah utama. Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum jika hidangan laut ini tidaklah murah.

Menu yang tersaji di kedai seafood sebetulnya seragam, misalnya olahan ikan, kerang, udang, cumi, atau kepiting sebagai menu utamanya Salah satu kedai seafood yang cukup ramai dijejali para penyuka hasil laut adalah Ratu Kepiting.

Kedai milik Edward ini lumayan dikenal di daerah Kelapa Gading sebagai seafood kelas kakilima. Lokasi kedai ini terletak di pelataran parkir Apartemen Wisma Gading Permai, Kelapa Gading.

Kedai Edward adalah salah satu dari sekian banyak warung tenda yang mangkal di sekeliling apartementersebut.

Seperti rumahmakan seafood pada umumnya, Ratu Kepiting memiliki aneka menu makanan laut. Namun, sesuai dengan namanya, kebanyakan pengunjung dating untuk memburu kepiting.

Ada 9 jenis olahan kepiting di kedai ini, mulai dari kepiting rebus, kepiting saus padang, saus medan, saus tiram, saus bawang putih, asam manis, goreng mentega, lada hitam, dan asam pedas.

Namun, yang menjadi menu favorit kedai ini adalah kepiting saus padang. Dalam sehari Edward mengaku menghabiskan rata-rata 40 kg kepiting.

Pria berusia 51 tahun ini juga menjamin kesegaran kepiting hasil olahannya. Pasalnya, ia mendatangkan pasokan kepiting setiap hari dari pemasok. Jadi, kepiting yang tersaji adalah kepiting yang benar-benar masih segar.

Kepiting saus padang ala Edward sebetulnya tidak berbeda dengan seafood yang lain. Hanya saja bumbu dan rasa sambalnya lebih berani. Kuah kepitingnya lebih kental dan rasa pedasnya dicampur dengan sedikit rasa asam dan manis. “Rasanya enggak Cuma pedas, tapi manis dan juga asam, jadi rasanya lebih nendang,” tutur Edward berpromosi

Jangan lupakan sayuran Pendamping

Racikan saus padang ala Ratu Kepiting terbuat dari beragam jenis bumbu-bumbu tradisional.

Sebut saja cabe, bawang merah, bawang putih, dan beberapa bumbu lain yang masih dirahasiakan oleh Edward. Resep ini tidak ia dapat sekejap mata. Butuh waktu lama untuk menemukan racikan bumbu saus padang yang pas.

Edward dibantu oleh 5 orang koki dalam meracik saus padang agar pas dengan selera pelanggan-pelanggannya. Mengolah kepiting yang berkulit tebal menjadi hidangan yang asyik untuk disantap bukanlah hal yang mudah. Namun, di Ratu Kepiting para pelanggan tak perlu menunggu lebih dari 15 menit.

Maklum, saat ini Edward dibantu 15 orang karyawan yang dengan cekatan mengantarkan berbagai pesanan ke meja pelanggan Tatkala sampai di meja pelanggan, aroma wangi saus padang pun terpendar. Cobalah jumput salah satu bagian kepiting dengan tang yang sudah disediakan untuk memecahkan capit kepiting. Rasakan daging putih yang bercampur saus padang yang ekstra-pedas.

Hmmm…, menu ini akan tambah nikmat disantap dengan sekepal nasi putih panas dan olahan cah kangkung yang biasanya menjadi menu pendamping.

Selain kangkung, Ratu Kepiting juga menyajikan berbagai sayuran sebagai pendamping. Mulai dari capcai, jagung mudah cah cumi, brokoli cah cumi, dan kembang kol cah udang.

Harga masakan olahan kepiting ditetapkan dalam satuan kilogram. Tentu saja, Anda tidak perlu memesan sekilo pas. Karyawan Edward yang akan menghitungkan harganya. Tapi, patokannya begini, sekilo kepiting telur Rp 95.000, sedangkan yang jantan Rp 85.000. Satu kilo kepiting bisa dinikmati 2 hingga 3 orang.

Kalau berminat menyantap olahan Edward, datanglah antara pukul 18.00 sampai 24.00. Namun, biasanya pelanggan lebih banyak datang pada malam hari, selepas pukul 20.00. Ini lantaran adanya anggapan kalau menyantap seafood harus malam hari yang suasananya santai. Menurut Edward, tiap hari ia melayani ratusan tamu dalam kedai yang berkapasitas 100 tempat duduk ini.

Layaknya kedai seafood, Ratu Kepiting yang berdiri sejak 2002 ini tidak semata-mata mengandalkan kepiting. Ada juga ikan, cumi, kerang, udang, bahkan bistik sapi dan ayam. “Kalau dihitung, total menunya ada ratusan,” ungkap Edward .

Seporsi udang besar dilego sekitar Rp 29.000, sedangkan ikan Rp 37.000, cumi Rp 29.000, dan kerang Rp 14.00 seporsi. Setiap hari, Edward menghabiskan 20 kg udang, 20 kg ikan, dan sekitar 15 kg cumi.

Hmmm…, berminat menyantap seafood di sarangnya Ratu?

+++++
Awas, Ada Ratu Bohong-bohongan

Mulanya, Edward adalah seorang pedagang yang menjual alat-alat listrik. Usaha yang ia rintis sejak tahun 1991 itu terbilang sukses. Bahkan, ia memiliki tiga toko dan juga menjadi distributor alatalat listrik.

Tapi, di pengujung tahun 1997 bisnisnya mulai goyah seiring datangnya badai krisis moneter.

“Harga-harga elektronik melambung. Sudah begitu, terjadi kerusuhan lagi,” ujarnya mengenang.

Dengan berat hati, Edward harus menutup usahanya. Ia juga mesti menyerahkan sebagian asset tokonya ke bank lantaran tak sanggup membayar utang. Pria yang tidak menyelesaikan pendidikan SLTA-nya ini lantas memulai usaha baru, membuka toko kue kecil di daerah Proyek Senen. Tapi, untungnya tak jua menjanjikan.

Ketika itulah ada kejadian. Saudaranya yang membuka usaha makanan seafood bernama Raja Kepiting gulung tikar. Makanya, Edward melanjutkan usaha itu dengan nama yang mirip, yakni Ratu Kepiting, sebagai merek dagangnya. Lokasi kedai seafood itu ia pilih di bilangan Kelapa Gading.

“Penggemar seafood itu banyak sekali, apalagi makanan ini proteinnya tinggi,” ujarnya yakin.

Belakangan, banyak kedai seafood baru yang mengusung nama yang sama. Namun, Edward mengatakan, itu bukan cabangnya “Ratu Kepiting cuma ada di Kelapa Gading. Saya tidak buka cabang di mana-mana,” kata ayah tiga anak ini.

Kini, Edward tengah mengurus hak paten atas nama kedainya. “Kalau hak patennya sudah keluar, barulah saya akan ekspansi cabang,” ucapnya.

Meski tidak menyelesaikan sekolah, Edward bangga bisa menyekolahkan anak-anaknya ke bangku perguruan tinggi. Anak sulungnya kini melanjutkan studi ke China.

Putri keduanya tengah menyelesaikan semester akhir di Universitas Tarumanegara, “Semuanya berkat kepiting,” ujarnya.

Ratu Kepiting
Apartemen Wisma Gading Permai,
Jl. Boulevard Raya
Kelapa Gading, Jakarta Utara

One response to “Hap… Mencapit Kepiting di Kedai sang Ratu

  1. Saya berminat untuk memasok kepiting hidup, terutama kepiting ijo, bagaimana caranya?
    Berapa harganya?

    Tks, saya juga siap di hub via hp: 081319199955

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s