Goyang Lidah ala Pantura nan Murah Meriah

Bagi Anda yang belum pernah bertandang ke kedai Ma’ Pinah, pasti mengira ini restoran mahal. Tengok saja, desainnya cenderung modern minimalis, plus seluruh ruangannya yang ber-AC. Coba saja masuk, duduk manis di kursi dan bacalah menu. Anda pasti kaget melihat harganya yang murah.

Untuk dapat mencicipi seporsi ikan etong bakar, Anda cukup merogoh kocek Rp 15.000 saja.

Oh, ya, ikan etong ini lebih beken dengan nama ikan ayam-ayaman. Cumi bakar dan pedesan bebek yang rasanya pedas mantap itu bisa Anda tukar dengan uang Rp 5.000 untuk setiap porsi. Sedangkan untuk dapat menikmati satu porsi nasi kerikil atau nasi bakar khas kedai ini, Anda membayar Rp 4.000 saja.

Anda pasti penasaran, kenapa harganya bisa begitu murah? Ini lantaran kedai Ma’Pinah langsung mendatangkan bahan baku yang dari Pamanukan. “Kita punya lahan sendiri untuk menyuplai beras.

Selain itu, kita juga memiliki peternakan sendiri di Pamanukan untuk memasok telur beserta ayamnya,” kata Syarifudin, pengelola Ma’ Pinah. Untuk bahan baku jenis ikan laut dan cumi, Ma’ Pindah mendapatkan dari pemasok di Jakarta yang masih memiliki hubungan kerabat.

Kendati murah, namun bukan berarti murahan, lo. Terbukti tempat parkir Ma’ Pinah selalu sesak dengan mobil para pengunjung.

Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga pukul 22.00.

Tersedia juga menu ayam dan bebek

Menu andalan kedai ini adalah ikan etong bakar yang rasanya begitu mantap. “Ikan etong ini dibakar dengan bumbu kecap dan resepnya sudah turun-temurun,” papar Syarifudin.

Sebagai kawan untuk menyantap si etong ini, Ma’ Pinah menyediakan berbagai sambal. Ada sambal kecap manis yang dicampur dengan bumbu rempah-rempah.

Ini membuat aroma bumbu rempahnya sangat harum dan menggugah selera. Kemudian, ada sambal merah ulek, warnanya yang merah menyala yang berasal dari tomat dan cabe merah.

Sambal terakhir khas Sunda, yakni sambal terasi. Bagi Anda yang ingin berpedas-pedas dengan kentalnya aroma terasi, silakan menjajal sambal ini. Rasanya pas untuk ukuran lidah. Selain ikan etong bakar, warisan termashyur Ma’ Pinah, ya, sambal terasi ini.

Perpaduan yang pas antara terasi khas Pantura dengan bumbubumbu sambal lainnya menjadikan rasanya begitu mantap.

Selain itu, masih banyak pilihan menu yang bisa Anda pilih. Sebut saja cumi bakar yang rasanya pedas manis, udang bakar, ikan kakap bakar dan goreng, sampai sajian kepiting saus tiram.

Kalau alergi dengan makanan laut, Anda bisa memilih menu andalan lainnya, seperti ayam dan bebek bakar atau goreng, atau pedesan bebek.

Pedesan bebek memang salah satu makanan khas Sunda Pantura. Terbuat dari daging bebek di iris kecil-kecil dan dicampur dengan kuah yang terbuat dari bumbu- bumbu rahasia yang dicampur sambal hijau, rasanya sudah pasti pedas dan menyegarkan.

Bicara masakan sunda, belum lengkap bila tidak ada sayur. Kedai ini menyajikan menu sayur asem yang bumbunya lumayan berani. Tentu saja ada karedok dan lalapan yang terdiri dari kacang panjang, terong hijau, daun selada, kol, ketimun, dan leunca.

Anda bisa memilih berbagai macam jenis nasi. Mulai dari nasi putih biasa, nasi bakar, atau nasi kerikil. Nasi bakar adalah nasi uduk yang dibungkus dengan daun pisang, kemudian dibakar, sehingga aroma daun pisang bakar dan nasi uduknya itu bercampur menjadi satu dalam sekali hembusan nafas.

Nasi kerikil adalah campuran antara nasi uduk dengan irisan wortel, jagung, dan ati ampela. Penyajiannya itu dibungkus dengan daun pisang yang berbentuk seperti lontong. “Rasa nasi kerikil di mulut itu sangat ramai. Persis seperti ada kerikil-kerikilnya,” tambah Syarifudin.

Kedai Ma’ Pinah berkapasitas 90 orang. Bagi yang ingin merayakan acara khusus, kedai ini menyediakan VIP room.

Dalam sehari, rata-rata kedai ini membetot 120 pengunjung. Di akhir pekan, jumlah ini bisa melonjak dua kali lipat. Jangan heran kalau ikan etong dalam sehari bisa ludes 80 ekor. Nasi kerikil dan nasi bakarnya rata-rata habis 90 porsi perhari.

Konsep kedai ini adalah prasmanan. Jadi, Anda tinggal mencomotnya.

Tapi, ada beberapa menu yang baru dimasak bila Anda memesannya, seperti kepiting saus tiram dan asam manis.

Kunci sukses kedai ini terletak pada rasa dan kualitasnya. Sejak pertama kali buka 15 tahun yang lalu, rasa dan kualitasnya masih tetap sama dan terjaga sampai saat ini. “Kami menjaga standar dan kontrol terhadap rasa. Selain itu juga harganya yang relatif murah,” papar Syarifudin.

Mau makan kenyang dan murah? Buruan pacu mobil Anda ke Ma’ Pinah.

+++++
Dari Pamanukan Menggoyang Tendean

Apabila melewati jalan raya Pantura, Anda pasti sering menyaksikan warung-warung makan berjejer di sepanjang jalan raya utama Jawa tersebut. Tepat di Jalan Raya Mundusari Timur Km. 4 Pamanukan atau setelah Desa Sukamandi, persis di sebelah kiri dari arah barat, Anda akan menemukan sebuah rumahmakan yang sangat luas. Itulah Kedai Ma’ Pinah yang pertama dan berdiri sejak 15 tahun silam. Saat ini sudah ada 3 kedai Ma’ Pinah yang berdiri.

Dua berlokasi di daerah Pamanukan, dan satu di Jakarta Ma’ Pinah mengawali kariernya sebagai seorang pedagang ayam potong di emperan pasar Patrol Indramayu, Jawa Barat. Ia merasakan pahit getirnya berseteru dengan aparat kemanan pasar.

Berkat kerja keras dan ketekunannya, akhirnya ia menjadi salah satu pedagang yang berhasil. Usaha dagang ayam potongnya pun semakin maju.

Suatu hari Ma’ Pinah berinisiatif untuk membeli lahan seluas 2.000 m2 di pinggir jalan raya Pantura. Tempat itu ia sulap untuk usaha rumahmakan. Didi Supriyadi, putra Ma’ Pinah, merintis usaha ini. Kedai biasa ini akhirnya menjadi luar biasa. Pusat kedai di Pamanukan dapat menampung kurang lebih 500 pengunjung.

Sukses menjual rasa Ma’ Pinah, usaha Didi berkembang ke manamana. Mulai dari peternakan, pertanian, sampai dengan kontraktor proyek-proyek lepas pantai. “Jumlah seluruh karyawan tetapnya saat ini sudah mencapai sekitar 500 orang,” ujar Syarifudin.

Kedai di Jakarta memang baru seumur jagung. Tapi jangan salah, kedai ini sudah membetot minat masyarakat untuk berkunjung.

Saking banyaknya peminat, Ma’ Pinah bakal membuka cabang lagi di Jakarta. “Tapi untuk lokasi persisnya belum tahu, karena masih kita kaji dan mempertimbangkan dengan seksama,” ungkap Syarifudin.

Kedai Ma’ Pinah
Jl. Raya Kapten Tendean
No. 2, Jakarta Selatan
(021) 71790918

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s