Perut Jadi Kenyang, Kesehatan Tetap Terjaga

Penyakit sekarang anehaneh. Ada kolesterol, asam urat, stroke, dan sebagainya. Penyebabnya bisa saja pola hidup, pola makan, dan menu yang tidak menunjang kesehatan. Maka, banyak orang yang mulai mengudap makanan nabati alias sayur-sayuran. Misalnya saja pecel.

Penggemarnya, jangan ditanya, tentu banyak sekali. Maklum, nasi pecel tergolong makanan murah meriah. Cukup merogoh kocek sedikit, dijamin perut akan kenyang terisi. Tentu kolesterol dan kantong Anda tetap terjaga.

Maka, warung yang menyajikan pecel pun bertebaran di manamana. Tapi, kalau Anda kebetulan mampir di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, cobalah mampir ke Kedai Pecel Pincuk.

Kedai ini berdiri sejak tahun 1998. “Mungkin awalnya karena kepepet kali, ya, waktu itu kan lagi krismon, lagi musim PHK juga, terus waktu itu barang-barang juga enggak punya, terus bisanya di pincuk, ya sudah, buka warung ini,” papar sang pemilik kedai Lutfhi Sandhy.

Nama Pecel Pincuk sendiri diambil karena awalnya kedai ini memakai pincuk sebagai wadah untuk menghidangkan pecelnya. Pincuk berupa daun yang dibentuk setengah kerucut. Nah, daun ini berfungsi sekaligus sebagai piring. Tapi, saat ini Pecel Pincuk sudah menggunakan piring yang terbuat dari lidi atau rotan. Untuk menu, kedai ini menyediakan aneka kuliner tradisional khas Jawa, seperti, nasi pecel, nasi rawon, sambal tumpang, sayur lodeh. Sedangkan untuk laukpauknya ada empal, ati ampela, paru, bacem tahu dan tempe, bakwan jagung, telur asin, botok teri, pepes tongkol, peyek teri, peyek kacang, dan dadar jagung.

Setelah menentukan menu, cobalah Anda siram sayuran pecel dengan sambal tumpang. Inilah sambal khas dan unggulan Pecel Pincuk. Rasanya sedikit pedas dan gurih. Pas bagi goyangan lidah Anda yang tidak suka pedas.

Sambal tumpang ini terbuat dari paduan kacang dan tempe yang diiris-iris lalu dihancurkan. Sedangkan untuk minumnya ada beberapa menu khas. Yakni, beras kencur, kunyit asam, dan temulawak.

Harganya pun sangat terjangkau. Untuk satu porsi nasi pecel, Anda cukup merogoh uang sebesar Rp 6.000 saja. Akan halnya untuk nasi rawon, seporsinya hanya Rp 8.000. Bagi penggemar sayur lodeh, bayar saja Rp 7.000 per porsi.

Lantas, untuk menghangatkan tubuh, ada beras kencur, kunyit asam, atau temulawak. Harganya berkisar Rp 1.500-Rp 2.500.

Awalnya, Lutfhi mendapatkan menu-menu di warungnya dari sang mertua. Kemudian ia berkreasi sendiri, sampai akhirnya menemukan bumbu khas seperti sambal tumpang itu. “Kita Tanya ke tamu kurang apa. Jadi, selalu introspeksilah, biar ketemu yang bener-bener pas,” ujar ibu dua anak ini.

Untuk pecelnya, selain sayursayuran lengkap dengan taburan serundeng dan rempeyek, ada daun kenikir untuk menambah kekhasannya citarasa.

Bisa sambil bersila

Bagi Anda yang ingin mengenang suasana kampung halaman,di sinilah tempatnya. Meja, tempat duduk, tudung saji, hingga dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Anda pun bisa duduk bersila di kedai ini. “Dulu suami saya bangunnya seperti ini, supaya ada suasana kampung, karena makanannya, kan, makanan kampung,” tutur Lutfhi.

Warung ini buka dari pukul 7 pagi sampai 9 malam. Pada hari kerja, biasanya Pecel Pincuk ramai pada jam makan siang dan makan malam. Sedangkan untuk akhir pekan, pengunjung bisa datang dari pagi hingga malam.

“Jumlahnya mungkin bisa ratusan, karena saya tidak pernah menghitung,” ucap Lutfhi. Untuk melayani para pengunjung yang datang, ia mempekerjakan 10 orang karyawan.

Selain kuliner khas Jawa seharihari, Pecel Pincuk juga menerima pemesanan nasi tumpeng. Ukurannya bervariasi, mulai dari untuk 10 orang, 20 orang, 30 orang, 40 orang, sampai 50 orang. Harganya mulai dari Rp 250.000.

Lutfhi mengaku selama ini ia tidak pernah mendapatkan komplain yang berarti dari para pelanggannya.

Paling banter para pelanggan meminta agar kedai tersebut dipasang pendingin ruangan (AC).

Ada lagi pengunjung yang meminta Pecel Pincuk menyajikan live music. Genrenya bukan rock atau pop, melainkan gending jawa. Tujuannya tentu agar suasana lebih hidup seperti di kampung halaman. “Saya memang ada rencana seperti itu, tapi setelah tempat ini diperluas,” tutur Lutfhi.

Oh, ya, selain berbagai menu yang telah ada, ia juga bakal menambahkan menu rujak cingur.

“Saya telah menciptakan kreasi rujak cingur, enak,” ujarnya berpromosi. Ke depannya Lutfhi berharap dapat membuka cabang di tempat yang enak dan luas.

Menunya tentu tak kalah lezat dan sehat dengan yang di Kalibata, kan?

One response to “Perut Jadi Kenyang, Kesehatan Tetap Terjaga

  1. Mau coba rujak yang dikreasikan !!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s