Sluurp… Kita Seruput hingga Tulang-Tulangnya

Di tangan orang Indonesia, semua bagian tubuh sapi bisa diolah sebagai makanan lezat. Mulai dari lidah, badan, tulang iga, torpedo, kulit, bahkan buntut. Siapa yang bakal menampik nikmatnya sop iga? Atau, siapa yang menolak rendang padang?Alih-alih sop iga dan rendang,masa iya, sih, menggelengkan kepalauntuk seporsi sop buntut?

Jakarta memang gudangnyasop buntut enak. Mulai dari sopbuntut di Hotel Borobudur, sopbuntut ala Lokananta, sop buntutCafe AN ala Mr Sangid ex Borobudur,hingga sop buntut Mang EndangIncu Ma’ Emun di daerahBogor. Tinggal pilih mana yangsesuai dengan lidah Anda.

Eh, meski Anda sudah punyapilihan yang pas, sebaiknya Andamenjajal juga sop buntut di DapurBuntut. Asyiknya, sop buntut diDapur Buntut ini lain dari yanglain. Soalnya, racikannya bukansekadar sop buntut biasa atauklasik.

Di sini, Anda bisa memilih beragamsop buntut yang sudah berdandan.Mulai dari sop buntutrasa karamel, sop buntut panggangbumbu barbeque, sop buntutgoreng, dan sop buntut tulang lunak.Bahkan, Anda juga bisa memilihrawon buntut.

Kedainya, sih, kecil. Ukurannyatak lebih dari 2,5 meter x 8 meter.Bahkan, Irma Trisnayanti, si empunyaDapur Buntut, ogah menyebutnyasebagai restoran. “Ini hanyawarung sop buntut yangdipasangi AC saja, sehingga bersihdan nyaman,” katanya.

Maka, kalau Anda tengah melewatiKampung Melayu Besar dariarah Tebet menuju Kampung Melayu,tengoklah ke arah kiri. Persisdi bagian mulut fl y over, ada kedaimungil berwarna hijau ngejreng.Di sinilah Dapur Buntut bakalmenggoyang lidah Anda dengansop buntutnya.

Sop buntut berpadu dengan karamel

Irma beserta suaminya, IndraRiana, memang hobi berat makansop buntut. Perburuan sop buntuttau urung berakhir di dapurnyasendiri, yaitu Dapur Buntut. Keduanyamendandani sop buntutdengan rasa karamel dan panggang,yang kini menjadi menu andalannya.

Tak hanyaitu. Dengan segalaketerbatasan yang ada,Indra dan Irma pun mengolahagar sop buntut yang terhidang dimeja bisa dimakan hingga tulangtulangnya.Mereka mencari caraagar sop buntut ini bisa menjadisop buntut tulang lunak.

Hasilnya? Bisa Anda cicipi sendiridi kedai ini. Barangkali, Andamembayangkan rasa karamelyang manis yang sangat layak dipasangkandengan cokelat, wafer,maupun puding. Eits, jangan salah.Kali ini pasangannya adalahbuntut sapi.

Karamel dalam irisan buntutsetebal 2 cm ini tidak sepenuhnyamanis, kok. Ada rasa pedas-pedasyang muncul dari gerusan butirankasar yang tak lain adalah ladahitam. Juga, rasa gurih dari campuranbawang. “Karamel ini kandibuat dari gula pasir yang dicairkan,”kata Irma.

Sepekan sekali, Irma membikinbumbu karamel ini untuk 100 porsi.Kalau ada acara khusus, misalnyakumpul-kumpul klub mobil,bisa lebih dari itu. Meski hargabuntut kian naik, tapi Irma takbisa sembarangan menaikkanharga sop buntutnya. Ketika awalmembuka warung tahun 2004,harga seporsi Rp 18.000. Kini, berkisarRp 20.000-22.500 seporsi.

Kedai yang bermodal Rp 40juta-Rp 50 juta ini juga punyamenu istimewa lain. Yaitu, sopbuntut panggang bumbu barbeque.Rasa manis maupun kecutdari tomat tak menyeruak. Sopbuntut model ini layak pesan.

Pendeknya, sop buntutracikan Irma ini dagingnyacukup empuk, sehingga meluruhdari tulangnya. Apalagi, paduankuahnya yang nyaris tanpa lemakyang menebal membuatAnda lupa bahwa makanan inimengandung kolesterol yang cukuptinggi.

“Kuahnya kreasi Indra, meskimenghitam tapi tanpa kecap lo,”papar Irma. Kuah ini memang dibikindari sari buntut sapi. Hasilrebusan pertama dibuang, kemudiandirebus ulang, dan direbuslagi. Nah, kuah rebusan keduadan ketiga inilah yang disajikansebagai kuah sop buntut.

Dalam semangkuk kuah sopbuntut, ada seiris kentang berukurandadu mungil, tiga irisanwortel, dan empat irisan tomat.Siap disantap.

Kedai milik Irma ini cukup nyamanuntuk berlama-lama. Misalnya,sembari pulang kantor danmenunggu kemacetan, ruanganIrma lumayan ramah untuk disinggahi.Meja dan kursinya yangmungil pas dengan ruangan yangsama imutnya.

Pilihan menu lainnya ada iga,steak, dan burger yang juga layakAnda coba. Semuanya hasil olahantangan dingin Irma dan Indra.

Jadi, berani menantang kadarkolesterol Anda? .

+++++
Juragan Buntut Bekas Karyawan Kantoran

Irma Trisnayanti tidak memiliki latarbelakang pendidikan boga.Bahkan, ia juga tidak memilikipengalaman berbisnis makanan.Tetapi, kejenuhan bekerja kantoranmengantarkannya pada kedai makananyang menu andalannyaadalah sop buntut.

“Kebetulan saya dan suami sayasuka sekali sop buntut,” katanya.Perburuannya dari satu kedai kekedai lainnya, merasakan sop buntutkelas kakilima hingga bintanglima, membuat keduanya merekarekaresep sop buntut sendiri.

Menyewa secuil lahan berukuransekitar 2,5 m x 8 m di bilanganKampung Melayu Besar, Jakarta Timur,Irma memulai usaha ini tahun2004. “Kami membuat sop buntutyang bukan klasik seperti kedai kebanyakan,”ujarnya. Dan benar, rekaanpertamanya adalah sop buntutkaramel dan sop buntut panggang.

Sebanyak 16 kursi dengan empatmeja nyatanya membuat Irmamerana selama lima bulan pertama.Tidak banyak yang mau mencobasop buntut karamel. Menuruthitungan Irma, bisa jadi rasa maniskaramel yang dipasangkan di buntutsapi tak bakal terbayangkanrasanya.

Tetapi, Irma tak menyerah. Keunikansop buntutnya tetap dipertahankanmeski 10 kg buntut itu habisdalam waktu yang cukup lama, yaitusebulan. “Lama-lama orang tahu,sebulan mulai merangkak menjadi15 kg-20 kg,” kenangnya.

Mau tahu sekarang Irma habisberapa kilo buntut? Sehari, sedikitnya20 kg bisa ludes. Karena sudahsejak dulu langganan belanja bun tutdi Pasar Senen, maka untuk ke dai inipun, awalnya Irma juga me ngusungbuntut dari pusat Jakarta itu.

Kedai yang semakin ramai nyatanyamembuat Irma tak sempat belanjake Pasar Senen saban hari.“Tanpa saya cari, kok, ya ada supplieryang datang sendiri kemari,”ujar Irma.

Berani mencoba?

Dapur Buntut
Jl. KH Abdullah Syafei 50D
Jakarta. Telp: 8310555
www.dapurbuntut.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s