Wek, Wek, Dibakar, Diasapi, wow!

Masuk ke restoran Bebek Bali, kita seakan tiba di Pulau Dewata. Sejenak kita bisa jadi lupa bahwa restoran ini berada di Taman Ria Senayan, seputar jantungnya Jakarta. Di pintu masuk, tampak dua patung batu penjaga seperti terdapat pada pura. Terdengar suara gending Bali beradu dengan suara gemericik air yang mengalir sepanjang dinding luar restoran.
Masuk ke dalam, para pelayan yang memakai ikat kepala, pakaian adat, dan sarung Bali, datang menyambut kita. Terlihat dinding restoran seluas 400 m2 ini dihiasi kain dan payung Bali.

Tak perlu buru-buru duduk ke meja dan memesan menu. Di lantai ini, kita bisa melihat-lihat berbagai ornamen dan ukiran patung kayu. Banyak patung sapi seukuran kambing. Ada tiga meja besar di ruangan ini dengan kapasitas masing-masing meja lima orang. Ruangan di sampingnya adalah dapur.

Turun satu lantai melalui tangga, di sinilah tempat pengunjung menikmati makanan. Selagi menunggu, kita bisa menyaksikan lukisan-lukisan seniman Bali yang dipajang sepanjang dinding. “Lukisan ini memang kami jual. Bagian dinding yang kosong itu berarti lukisannya telah terjual,” ujar Mugi Jaya, asisten pemilik restoran Bebek Bali.

Ruangan bawah ini bisa menampung 160 orang. Di tengah-tengahnya menjulur pohon yang menembus langit-langit. Menariknya, pohon ini dilingkari dinding yang dialiri air. Area di dalamnya adalah tempat karyawan restoran yang menganut agama Hindu bersembahyang. Adapun ruangan atasnya acap dipakai untuk rapat ataupun konferensi pers. “Amien Rais dan Presiden Megawati pun makan dan konferensi pers di sini,” ucap Mugi

Begitu duduk, kita bisa memilih aneka menu bebek: bebek goreng, bebek bakar, bebek betutu, dan bebek cabai hijau. Masih ada menu bebek lain, seperti soto bebek, rendang bebek, steak bebek, seafood sup bebek, bakso, dan keripik bebek. Ada lagi yang khas, yaitu bebek bali cake, dibuat dalam aneka rasa, seperti keju dan black forest. “Sudah macam-macam bebek yang kami buat,” ujar Mugi, bangga.

Bebek goreng, bebek bakar, dan bebek cabai hijau itu disajikan di piring yang berisi nasi, dua potong bebek, urap, dan kerupuk. Sambal disajikan terpisah dalam mangkuk. Ada sambal terasi, sambal cabai matang, dan sambal cabai mentah. Khusus untuk bebek betutu disa-jikan bersama daun singkong.

Bebek-bebeknya muda dan tidak bau Tampilan bebek cabai hijau dan bebek bakar tampak menggoda. Sajian bebek itu dilumuri olahan bumbu. Sewaktu kita kunyah, terasa seluruh bumbu merasuk ke dalam daging. Hmm…, nikmat.

Soal pilihan rasa, terserah pengunjung suka yang mana. Bebek goreng, misalnya, terasa gurih berbeda dengan rasa bebek bakar yang terasa manis. Rasa bebek cabai hijau terasa pedas. “Kami sengaja menyajikan berbagai selera rasa,” kata Mugi. Bumbunya dibuat oleh 20 juru masak dapur Bebek Bali. Bahan baku bumbu ada 20-an macam. “Tapi, apa nama bumbunya, itu rahasia,” ujarnya. Setiap bulan sang koki akan membuat menu-menu baru.

Biasanya daging bebek lebih liat ketimbang ayam. Tapi, masakan Bebek Bali empuk sekali kita gigit. Maklum, bebek-bebek yang dikirim ke restoran ini lebih dulu melewati berbagai persyaratan. Agar daging bebek empuk, umur bebeknya tak boleh lewat dari tiga bulan dengan berat antara 800 gram hingga satu kilogram. Selain itu, cara memeliharanya tidak boleh diumbar, tapi dikurung di kandang dan diberi pakan ternak. “Bebek yang dipasok ke sini badannya enggak bau dan tanpa lemak karena masih muda,” jelas Mugi.

Dari pemasoknya, para peternak di Balaraja, Tangerang, bebek-bebek itu sudah mulus tanpa bulu, kaki, dan kepala. Masuk ke pengolahan di dapur Bebek Bali, tubuh bebek dibagi menjadi empat bagian lantas diungkep dengan bumbu selama satu jam. Baru sesudah itu dimasak sesuai dengan menu. “Kalau bebek tua, direbusnya membutuhkan waktu lama agar empuk,” ungkap Mugi.

Mugi merahasiakan resep dan cara pengolahan Bebek Bali. Soalnya, sang pemilik restoran, Millyana Rani, telah mematenkannya sejak 2002. Dari serangkaian racikan bumbu, olahan, dan suasana restoran yang nyaman inilah pengunjung harus membayar harga yang sepadan. Rata-rata satu porsi bebek berikut nasi, urap, dan kerupuknya Rp 49.900.

Kendati mahal, agaknya harga menu restoran yang dibuka pukul 11.00 hingga pukul 24.00 itu mempunyai pasar tersendiri. Misalnya para penghuni Gedung DPR/MPR yang tak jauh dari restoran ini. Setelah bersidang para wakil rakyat sering berjalan menyeberang dan masuk ke restoran ini. Di malam hari, ada kalanya di antara pengunjung tampak para selebriti macam personel grup band Gigi. Bahkan, pernah pula muncul Siti Nurhaliza, penyanyi cantik nian dari Semenanjung Melayu. “Yang datang rata-rata 6.000 pengunjung sebulan,” ujar Mugi.

Tak heran kalau setiap hari restoran Bebek Bali di Taman Ria ini membutuhkan sedikitnya 100 ekor bebek. Padahal, ada lima restoran lagi yang tersebar di Jakarta dan sisanya di Medan. “Kalau restoran yang di Medan membutuhkan 200 ekor bebek per hari,” kata Mugi bangga.

Mugi tak mau membeberkan omzet restoran ini. Yang jelas, saat wabah flu burung, omzetnya ikut menurun. “Padahal, sudah ada penelitian dari ITB kalau flu burung itu hanya menimpa ke ayam,” ujar Mugi heran. Tapi, untunglah sejak April lalu, omzet restoran Bebek Bali terangkat kembali; sehari minimal 100 ekor bebek ludes.

Bebek Bali belum Ada di Bali

Restaurant-Cafe-Gallery Bebek Bali ini kepunyaan Millyana Rani, Presdir PT Sarwagata Keluarga Sarana. Perempuan berdarah campuran Jawa Sumatra ini memang menyukai Bali. Biasanya, sebulan sekali ia berkunjung ke Pulau Dewata. Ide mendirikan restoran Bebek Bali ini muncul saat Millyana asyik menikmati sajian bebek di Ubud. Hingga tahun 1997, ia lantas membangun restoran Bebek Bali dengan modal Rp 2 miliar di Jakarta.

Dengan nama Bebek Bali, tentu saja Millyana mengusung suasana Bali. Ini tampak dari arsitektur, patung, bahkan ada pura kecil. Malah, ia sengaja mendatangkan empat karyawan dari Bali. “Kami pilih Bali karena Balinya sendiri kan bisa dijual,” kata Mugi.

Dari awal pendirian, Millyana sengaja membidik segmen menengah ke atas. Lewat sistem waralaba, restoran Bebek Bali pun berkembang di Jakarta, Tangerang, Medan, Malang, dan Batam. Tapi, di Bali sendiri belum ada restoran Bebek Bali. “Rencananya tahun depan kami buka restoran Bebek Bali di Legian,” kata Mugi tersenyum.

Alamat Bebek Bali
Jalan Gerbang Pemuda
Taman Ria Senayan
Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s