Kaki Lima Rasa Amerika

Masakan berbahan daging di rumah makan, mahal harganya. Tiap orang tentu tahu hal itu. Lebih lagi jika menyebut steak, wah, pastilah banyak bibir bilang bahwa itu menu untuk orang kaya. Memang tak salah. Tak sedikit restoran kelas atas mengandalkan steak sebagai sajian mereka. Sebutlah Gandhy’s, Outback, Tony Romas, Amigos, atau Café Venezia di TIM. Bahkan, dalam deretan itu kita juga bisa menyebut Sizzler, waralaba steak terkenal yang membuka beberapa gerainya di Indonesia.

Kendati harganya selangit, menu steak di restoran selalu diminati orang. Barangkali dari sanalah beberapa pengusaha terinspirasi ingin ikut mencicipi gurihnya laba dari berdagang steak. Lantas, steak pun turun kelas. Dia bukan lagi menjadi hidangan eksklusif berupa bakaran daging sapi seberat 225 gram yang ditancapi bendera kecil dan berharga mahal. Si steak kini menjadi makanan yang makin terjangkau. Meskipun untuk itu berat si daging dikurangi agar sesuai dengan ukuran kantong khalayak ramai. Dijualnya pun tidak lagi di restoran tapi cukup di warung kaki lima.

Oh, ya, olahan steak kelas ini sudah disesuaikan dengan lidah Melayu agar aroma dan rasa steak bisa memikat banyak orang. Bagi lidah kita, saus daging gurih yang keluar dari proses pembakaran tidak akan cukup memberi rasa pada steak. Potongan daging tersebut masih harus diguyur ramuan saus yang menonjolkan rasa manis.

Resep steak modifikasi Melayu itu, bisa jadi, tak laku jika dijual di Amerika, tempat kelahiran steak. Bukan masalah. Pokoknya, steak ala Melayu yang harganya terjangkau itu laris manis di sini.

Kalau tak percaya, coba saja bertandang ke Steak Abuba di Cipete Raya, Jakarta, ketika akhir pekan atau malam libur. Tak susah mencarinya. Amati saja warung di mana ada asap mengepul dari panggangan. Mobil berderet di dua sisi jalan sekitarnya menjadi pertanda pengunjung di situ berjubel. Sudah untung kalau kita tidak harus mengantre menunggu tempat duduk.

Harga steak di kedai Abuba sangat beragam, tergantung dari jenis dagingnya. T-bone steak daging lokal Rp 28.000, sedang varian yang sama dari daging sapi Amerika dilego Rp 70.000.

Kedai Abuba sudah berumur lebih dari tujuh tahun. Belakangan banyak pengusaha restoran yang ikut membidik pasar Abuba, yakni kelas menengah ke bawah. Warung steak kaki lima yang murah, bahkan tak cuma gampang dijumpai di Jakarta. Beberapa pengusaha mengincar kawasan pinggiran Jakarta. Kali ini KONTAN mencicipi hidangan steak di seputar Jakarta. Adapun liputan steak murah di pinggiran, bisa Anda ikuti pekan depan.

Saus bikinan sendiri ala Rosewood

Memakai nama Rosewood Steak, letaknya di pelataran parkir Wisma Kelapa Gading. Tak sulit mencari warung steak ini. Atapnya merah dan dilengkapi lampu gantung di sana-sini. Rosewood menempati areal seluas 6 x 12 meter dengan kapasitas pengunjung sekitar 100 orang. Ada 25 meja saji di dalamnya.

France, pemilik Rosewood, mendirikan kedai ini pada Oktober 1998. “Kebetulan saya suka masak steak. Masak di rumah enak, ya, kenapa tidak jualan saja,” ucapnya. Ia lantas mengajak tiga orang anggota keluarganya untuk mendirikan warung tenda, bermodal Rp 50 juta. Mereka memulai dengan tenda kemping yang cuma muat beberapa orang. Awal-awal berjualan, tentulah tidak langsung laris. Dalam sehari, mereka hanya bisa menjual lima porsi steak. “Keluarga sendiri makan juga harus bayar,” kata France sambil tertawa.

Lama-lama, rupanya resep steak mereka terasa pas di lidah pembeli. Permintaan pun meningkat menjadi sepuluh porsi. Sekarang, dalam sehari France bisa menghabiskan sekitar 7 – 10 kg daging sapi lokal, 5 – 10 kg ribs, dan 5-10 kg daging sapi impor. Rata-rata dia menjual 50 porsi steak sehari.

Ada lima menu andalan yang, menurut France, menjadi favorit para pengunjung Rosewood. Yakni Rococo, Rosemary, Sirloin BBQ Sauce, USA Ribs, dan Chicken Cordon Bleu. Harganya berkisar antara Rp 19.000 sampai Rp 25.000. “Awalnya kami bikin Rococo Beef Steak with Butter Sauce dan Rosemary Beef Steak,” ujar France yang dibantu 15 karyawan ini. Rococo disiram dengan mentega cair. Adapun Rosemary dibikin dengan bumbu bercampur anggur.

Selain meracik sendiri resep steaknya, France juga membikin saus sendiri. “Kalau makan di tempat lain kan biasanya pakai saus botol, kalau kami di sini bikin sendiri,” terangnya. Ramuannya terdiri dari bawang putih, garam, lada, serta beberapa bumbu yang sengaja dibelinya dari mancanegara. “Itu resep keluarga,” tegas France yang menyediakan 15 – 20 jenis saus yang berbeda.

Jika sekali waktu Anda bertandang ke kedai France, siapa tahu bakal berjumpa selebriti macam Della Puspita, Irfan Mansyur, Edy Sud dan nyonya, sedang memotong daging steak Rococo with Butter Sauce.

Daging basah di AG Steak

AG Steak mengambil tempat di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru. Menu steak memang tak bisa dibandingkan dengan satai, bakso, siomai, nasi goreng kambing di situ. Ahmad Gunawan, pemilik AG Steak, malah berani menjuluki dagangannya sebagai steak kaki lima rasa bintang lima. “Resep masaknya didapat dari pengalaman saya bekerja di hotel berbintang,” ungkapnya.

Dengan cuma menyediakan enam meja, tiap malam AG Steak dipenuhi pengunjung. Menu steak ada enam pilihan. Harga daging seberat 180 gram ini dibanderol mulai Rp 18.000 sampai Rp 40.000.

Ahmad lebih senang menyuguhkan menu daging bakar yang basah dan berkuah.”Orang lebih suka rasa gurih dan agak manis,” ungkapnya. Ia sendiri turun tangan untuk urusan masak. “Saya ingin menjaga kualitas rasa,” dalihnya.

Menu favorit pembeli jatuh pada sirloin steak. Tiap hari setidaknya Ahmad menyediakan 15 kg daging sapi impor. “Paling tidak ada 120 piring per hari,” jelasnya. Untuk jenis steak lain, dia cuma menghabiskan 7 kg. “Pada akhir pekan, jumlahnya bisa lebih banyak lagi,” katanya. Selain kentang goreng, sayuran yang disediakan campuran jagung, wortel, dan buncis.

Mulai dari warung kaki lima, Ahmad yang mempekerjakan 26 karyawan sudah mulai merambah di beberapa tempat. Sampai saat ini AG Steak sudah membuka cabang di Tebet Utara. “Bulan depan kami membuka di Cinere,” katanya. Ia berharap, akhir tahun ini, cabang di Sport Center, Kelapa Gading bisa dibuka. “Setelah hadir di kaki lima dan ruko, tahun depan saya akan coba masuk mal,” ujarnya.

Pasadena Steak bisa dijumpai tepat di belakang Hotel Cempaka, di Cempaka Putih. Berbeda dengan Ahmad dan France yang menyewa tempat untuk kedainya, Yuliana, pemilik Pasadena, memilih lokasi di rumah kontrakannya. “Jadi, pajak dan biaya lain bisa ditekan,” dalih Yuliana.

Pasadena mangkal di perumahan

Yuliana membikin Pasadena dua tahun lalu. Pilihannya jatuh pada steak, dengan pertimbangan belum banyak pemain kelas kedai yang bertarung di jenis masakan ini. Tambah lagi, ia melihat bahwa di seputar Cempaka Putih hanya ada sedikit pilihan tempat makan. Orang yang bermukim di sekitar situ harus ke Blok M, Kelapa Gading, atau Senen demi mendapatkan pilihan menu yang banyak. “Makanya, kami feeling buka di sini,” sambungnya.

Dua hidangan steak andalan Pasadena adalah sirloin dan tenderloin. “Itu dagingnya impor semua, enggak ada yang lokal,” jelas Yuliana. Harganya antara Rp 15.000 sampai Rp 25.000. Ia mengaku menggunakan saus instan untuk memberi aroma pada bakaran dagingnya. Terhitung ada lima jenis saus yang tersedia di dekat tungku bakaran. Resepnya pun, menurut Yuliana, coba sana coba sini. “Ya, resepnya kami cari sendiri,” katanya. Namun, ia tidak menambahkan wine atau rum untuk memperkuat aroma steak.

Dalam sehari, Yuliana melayani sekitar 60 pengunjung yang datang menyambangi Pasadena. Nah, selain Pasadena di Cempaka Putih, Yuliana sedang menjajal peruntungan dengan mendirikan Menteng Steak di Menteng. Jika Pasadena mulai buka siang hari, Menteng Steak baru bisa dijumpai usai pukul 22.00. “Bukanya sampai subuh,” katanya.

4 responses to “Kaki Lima Rasa Amerika

  1. saya sangat tertarik dan minat bisnis waralaba warung/rumah makan steak mkn ada yang tau kasih kasih informasi ya saya tunggu

  2. Saya sangat tertarik dan minat bisnis waralaba apalagi steak, tolong di kasi informasi secepatnya ke email saya, trims.

  3. ada yang berminat membuka bisnis steak? kebetulan saya x pekerja di waralaba steak

  4. @ferry
    Saya tertarik u take over sebuah restoran di ubud Bali. Saya ingin mengganti menu yg ada sekarang dg menu baru (soup, steak, dan salad). Saya butuh informasi mengenai waralaba steak yg sekelas abuba, informasi investasi, SDM, dsb.

    Untuk kontak saya bisa SMS ke 085710309609

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s