Bila Suka, Segar Rasanya

Merayakan suasana tahun baru Imlek, rasanya, kurang terasa lengkap jika melewatkan beberapa menu favorit bagi masyarakat keturunan China. Ada banyak tawaran paket Imlek di berbagai restoran terkenal di ibu kota, yang sungguh menarik buat memenuhi hasrat perut. Eh, iya, tidak seluruhnya haram, lo. Kita bisa memilih menu-menu yang dijamin halal, misalnya bandeng, sembari menghirup aroma tradisi China.

Tapi, buat mereka yang tidak masalah dengan makanan-makanan haram, ya sekalian saja menyantap yang paling lezat, yang paling istimewa di hari spesial ini. Mari kita santap bakut, masakan sop iga ataupun tetelan daging babi. Sebutan bak kut dalam dialek Hokian memang berarti daging dan tulang.

Nah, kalau pengin yang medhok sekalian, janganlah cari-cari menu langka ini di restoran. Justru lebih terasa mantap bila kita menyerbu warung-warung di emperan ruko. Datang saja malam hari ke Pecenongan, Glodok Pancoran, Pasar Lama Tangerang. Bahkan, belakangan ini, di bilangan Kelapa Gading dan Serpong, kita bisa mendapatkan menu yang betul-betul memuaskan selera bagi yang doyan ini.

Sekadar berbagi cerita, bakut ini berbahan pokok iga dan tetelan babi dicampur asinan sawi. Makanya ada yang bilang masakan bakut ini sebagai sayur asin china. Adanya sayuran inilah yang membuat mulut kita tidak terasa jenuh karena kegurihan menyantap daging babi.

Pasangan ideal bakut adalah sate babi. Pilihannya berupa sate daging manis ataupun biasa, dan sate jeroan. Oh, ya, beberapa kedai itu juga menyediakan iga babi bakar. Buat yang suka, rasa mantapnya boleh menandingi babi hong, babi kecap.

Biar tidak penasaran lama-lama, KONTAN telah menyambangi beberapa tempat pilihan buat Anda.

Bakut Sayur Asin & Sate Babi Tangerang, Alam Sutra

Sekilas, warung bertenda kuning ini tak terlalu menonjol. Di halaman kompleks ruko Sutera Niaga I, bertebaran puluhan warung tenda yang menyediakan beraneka masakan. Cuma, di antara yang lain, Warung Tangerang cukup sering dikunjungi pelanggan. Jarang yang naik sepeda motor. Kebanyakan memakai kendaraan roda empat. “Pelanggan kita tak cuma dari daerah sekitar sini saja,” ungkap Ngiauw Bok Ting, pengelola Warung Tangerang.

Berjualan di tempat itu sejak Juni 2001, jelas Mumu, sapaan Ngiauw, warungnya semula cuma menyediakan sate babi dan bakut. Tapi, sejak dua tahun terakhir, ada tambahan menu seperti iga babi bakar, cu kiok (kaki babi bakar), dan babi hong. Favorit pelanggan masih dipegang iga bakar dan bakut.

Susahnya, iga bakar seharga Rp 22.000 per porsi itu cuma tersedia 25 porsi semalam. “Susah cari iga babi yang layak dibakar,” tuturnya.

Kalau Anda tak kebagian iga bakar, jangan khawatir, bakut buatan Mumu juga memakai iga babi. Tidak begitu terasa asin-asam, yang menggelontor di tenggorokan adalah rasa segar dan hangat. “Rasa segar kuah ini murni dari sayuran,” ungkap Mumu. Ia meredakan rasa asing dengan merendam sawi selama 4-5 hari sebelum dicemplungkan ke dalam sop bakut.

Adalah Maria, istri Mumu, yang mewarisi resep bakut dari keluarganya. Semula, di rumahnya di Mauk, keluarga mereka jualan bakut kecil-kecilan. Setelah banyak pelanggan, akhirnya mereka membuka warung tenda di Alam Sutra, dan belakangan buka lagi di Salsa Food City, Gading Serpong. “Yang mengurus ya keluarga,” katanya.

Mulai buka pukul 17.30 sampai 23.00, bakut dan iga bakar selalu habis. “Untuk sate, banyak yang bawa pulang,” ucap Maria.

Chinese Food & Sea Food 36 dan Kedai Sate Babi Krekot, Pecenongan

Dalam keramaian malam Pecenongan, Jakarta Pusat, berdirilah sejak 30 tahun silam warung tenda berjuluk Chinese Food & Sea Food 36. Menu kedai di seberang Hotel Red Top ini beragam. Ada sop bakut,sate babi, gurame manis, cumi goreng tepung, dan pelbagai menu hot plate. Salah satu menu favorit di sini: bakut dan sate babi.

Cuma, bakutnya tidak pakai iga babi. Bahan bakunya aneka tetelan. Sayurnya pun terasa asin, walau itu tak mengurangi kesegarannya. Christian, pengelola Chinese Food 36, mengaku tak tahu persis bagaimana proses pembuatannya bakut. “Mama yang mengolah. Saya cuma mengelola,” ujarnya.

Buka sejak pukul 17.00 hingga 01.00, banyak pelanggan yang memesan bakut maupun sate babi. Sate babinya terasa manis dan empuk. Begitu menggigit dagingnya, kerenyahan daging babi langsung bisa dirasakan. Christian tak bisa menyebutkan berapa banyak bakut dan sate yang terjual tiap malam. “Wah, itu bukan saya yang mengurus. Mereka sudah mengirim ke sini dari rumah,” katanya. Selain di Pecenongan, Chinese Food 36 juga hadir di Kelapa Gading Food City, Gading Batavia, dan Gading Serpong.

Jalan sebentar dari Chinese Food 36 ke arah Jalan Juanda, Anda bisa mencoba Kedai Sate Babi Krekot. Kedai ini cukup ramai. Kebanyakan datang berombongan. Bakutnya memakai daging iga babi. Rasanya empuk dan okelah, walau agak terasa asin. Nah, sesuai dengan nama kedainya, sate babi di sini memang enak. Dagingnya terasa renyah saat kita gigit. Kalau daging masih kurang mantap, pengunjung tinggal tunjuk usus, kulit, hati, atau lemak kepada pelayan untuk dibakar.

Kedai Krekot, menurut pengelolanya, sudah hadir di situ sejak 10 tahun silam. Selain dimakan di tempat, cukup banyak juga yang sekadar memesan dan langsung dibawa pergi.

Sate Babi Ncung, Pintu Air, Tangerang

Menu bakut dan sate yang istimewa bisa juga Anda temui di kawasan Pasar Lama, Tangerang. Pada sore hari, sampai pukul 21.00, di sekitar jalan menuju Sewan, dekat pintu air, ada warung tenda yang bernama Sate Babi Ncung. Menurut Erwan, pengelolanya, warung ini sudah ada sejak 1980-an. “Waktu itu papa mertua saya, Lie Tek Sun, yang memulai,” katanya.

Di kedai ini bakutnya dari daging iga babi. Rasanya enak nian. Sebelum disajikan menjadi bakut yang cuma mampu tersedia 25 porsi per hari itu, tulang iga direbus dulu selama dua jam. Baru setelah empuk, iga itu dicampur dengan sayur asin yang terdiri dari sawi pahit yang telah diasinkan dengan gula dan garam. Setelah dicampur bumbu yakni lada, vetsin, garam, olahan itu didiamkan selama lima menit. Lantas, setelah lima menit, bakut siap disajikan.

Tutup tiap hari Minggu dan hari libur, Ncung menyajikan sate babi dengan potongan daging yang lumayan besar. Tiap hari, dengan bermodal 15 kg daging babi, minimal Erwan menyediakan 500 tusuk sate. “Menjelang hari raya bisa mencapai 900 tusuk,” katanya. Pelanggannya banyak berasal dari Serang hingga Bogor. “Kalau sudah suka, sejauh apa pun akan pelanggan datangi,” tandasnya.

Selain bakut dan sate babi, menu yang cukup digemari di Ncung adalah bacangnya. Karena cuma bikin 100 bacang tiap hari, dua jam setelah buka, bacang itu langsung tandas. “Kita sengaja tak bikin lebih dari jumlah itu,” tambah Erwan. Dalam seminggu, sedikitnya ada pesanan 100 bacang. “Kalau untuk kematian bisa mencapai 300-400 buah,” tuturnya.

Untuk modal belanja tiap hari, Erwan mengaku menghabiskan kurang dari Rp 1 juta. “Kalau sedang susah cari bahan, bisa mencapai Rp 2 juta,” katanya. Dengan modal segitu, keuntungan yang bisa didapat bisa mencapai 30%. Belanjanya mulai dari pagi hari, dan langsung diolah sampai sore hari. “Bisa dibilang, bahan-bahannya masih segar semua,” ungkapnya.

Kedai Ncung pernah mencoba buka cabang. Tapi, upaya itu gagal. Rupanya hoki masih berkisar di tempat pertama.

5 responses to “Bila Suka, Segar Rasanya

  1. Wah, baca artikel ini, jadi kangen berat sama masakan khas sekitar Imlek di Jakarta. Ada tidak ya bisa kasih resep/ bumbu2xan untuk masak iga babi bakar?
    Thanks

  2. halo salam kenal yah, lagi google searching makanan imlek, sampai ke blog ini. Jadi makin kangen aja sama Indonesia. Untung babi gampang didapatnya di sini. Kalau boleh tolong dong dimasukkan foto foto nya, biar tambah seru…

  3. Kenapa harus menyebut makanan haram? Kata itu sangat kasar dan tidak senonoh bagi saya yang makan daging babi.
    Kalau makanan itu hasil mencuri, mungkin bisa saya terima.
    Kalau saya membacanya kok anda seperti menghina diri sendiri sebagai orang yang makan daging babi.
    Maaf saya tidak bermaksud jelek dengan comment ini, tapi saya tidak setuju sama sekali dengan istilah itu

  4. iya, saya setuju sama agan sita…
    walaupun mungkin bagi saya babi termasuk haram, tapi rasanya kurang etis kalau anda menyebutnya demikian…
    mungkin lebih baik kalu ditulis begini:
    ‘bagi yg tidak memakan babi, masih banyak alternatif lain penggantinya, dengan cita rasa khas chinese food yg tetap terjaga…’

    sekian, terima kasih…😀

  5. Halal haram kan tergantung kepercayaan masing2…..
    Sorry ya, tp qt harus menghormati kepercayaan kita lbh dulu….
    Mungkin nantinya orang bs menghargai qt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s