Menelisik Mi Tarik

Sesuai bentuknya yang panjang dan kenyal, banyak orang yang menggemari hidangan mi. Buktinya, penganan berbahan baku tepung campur air ini gampang sekali dijumpai di Indonesia. Diolah dengan cara apa pun, hidangan berbahan mi pasti laris. Mau menjadi bagian dari Chinese Food, atau dimasak ala mi jawa, masing-masing punya penggemar sendiri. Hidangan mi bukan cuma dijual warung atau restoran. Tak sedikit produsen yang membikin mi instan siap saji.

Kendati akrab dengan mi, barangkali cuma sedikit di antara kita yang pernah membuat mi atau menonton orang mencetak mi. Kalau Anda belum pernah mengamati pembuatan mi dan penasaran, coba cari kedai makanan cina bertulis La Mian, yakni mi tarik khas Cina. Pembuatannya dengan cara ditarik-tarik, sampai membentuk mi yang panjang.

Salah satu kedai yang menyediakan la mian terdapat di Jalan Hayam Wuruk. Namanya Shanghai La Mian. Nuansa oriental sangat kental terasa saat memasuki kedai ini. Ada 10 meja di lantai dasar, masing-masing dilengkapi dengan empat kursi kayu berwarna cokelat. Pelayan akan menyodorkan menu. Ada pilihan dim sum untuk hidangan pembuka atau camilan sambil menunggu makanan utama. Sembari menunggu hidangan tersaji, ada atraksi menarik di dapur.

Lewat jendela kaca yang cukup lebar kita bisa mengamati Mr. Leu, salah satu koki, mengambil adonan tepung. Dengan cekatan kedua belah tangannya menarik dan memutar adonan tersebut. Hal itu dilakukan berulang-ulang, hingga adonan menjadi mulur dan lentur. Terakhir, dengan gerakan jari yang cepat, si koki akan memilah adonan panjang tadi menjadi banyak bagian. Lantas, dia menyisirnya beberapa kali sepanjang tangan. Sim salabim! Jadilah mi dengan potongan yang sama besar dan rapi. Jumlahnya pas untuk satu porsi la mian.

La mian atau mi tarik itu dihidangkan bersama dengan kuah dan pelengkapnya. Dalam daftar menu ada banyak pilihan pelengkap. Ada buntut sapi, daging sapi, pangsit rebus, udang, ayam, bebek panggang, atau sui kiau berupa kulit pangsit berisi olahan daging babi cincang.

Master mi langsung dari Shanghai

Satu porsi la mian, dengan pelengkap, dijual dengan harga antara Rp 16.000 sampai Rp 30.000. “Rata-rata harganya Rp 20.000,” ujar Iwan Dewantoro, Manajer Restoran Shanghai La Mian.

Pelayan menghidangkan pesanan la mian dan pelengkapnya dalam satu mangkuk keramik putih berukuran besar. Sendoknya serupa sendok sayur besar, namun pas untuk menyeruput kuah mi yang rasanya segar. Maklum saja, mi tarik hasil atraksi tadi disajikan dalam kuah bening kecokelatan yang diimbuhi pelengkap pilihan kita. Daging sapi, bebek, ayam, atau udang langsung ditaruh di atas sajian la mian. Kalau kita memilih pelengkap buntut sapi atau sui kiau, mereka akan memisahkannya di piring kecil.

Selain la mian, sebenarnya Shanghai La Mian juga menyediakan beberapa menu lain. Aneka nasi goreng, olahan ayam atau udang, sup buntut, serta capcay tertera dalam menu. Selain itu, juga berbagai pilihan dim sum yang harganya Rp 7.500 seporsi. Tentu saja, sesuai nama kedainya, menu la mian menempati posisi dalam kartu chef sugestion yang diberikan oleh pelayannya.

Kedai Shanghai La Mian ini boleh dibilang baru seumur jagung. Pemiliknya adalah Antonius Konta B., yang ingin berbisnis makanan di ibu kota. Dari hasil pengamatannya sendiri, Anton lantas mengambil keputusan membuat kedai mi tarik yang belum banyak terdapat di sini. Ia mencari tukang masak dan pembuat mi dari Shanghai. Amieng, misalnya, ditugasi sebagai kepala dapur. Lalu, Leu tugasnya membuat mi dengan tangan. Master mi ini dibantu oleh dua pembuat mi tarik lokal.

Alhasil, selama kedai buka, yakni 09.00-24.00, kita bisa terus menikmati atraksi mi tarik, tanpa pembuatnya merasa loyo. Selain mereka, Anton mempekerjakan 48 karyawan di sini. “Satu hari terbagi atas dua shift kerja,” tutur Iwan lagi.

Entah tertarik dengan atraksi atau rasa mi yang segar, Shanghai La Mian tergolong laris. Kedai dua lantai berdaya tampung 120 orang ini saban harinya didatangi tidak kurang dari 80 orang. Kebanyakan pengunjungnya adalah pebisnis di hari-hari biasa. Di akhir pekan, pengunjung keluargalah yang mendominasi ruangan kedai. Tidak heran kalau omzet Rp 7,5 juta sehari gampang saja didapat.

Spagetti Asli Shanghai

Tidak mudah membuat mi tarik. Ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi, tapi yang paling utama tentunya bahan baku. Seperti diketahui, tepung terigu menjadi bahan baku utama pembuatan segala macam mi. Nah, untuk membuat mi tarik, tepung terigu yang dipilih bukan asal ambil begitu saja. Shanghai La Mian, misalnya, saban hari bisa menghabiskan 50 kg tepung terigu yang khusus didatangkan dari Hongkong.

Kalaupun terigu impor belum datang, Iwan akan menggantinya dengan tepung terigu lokal yang setaraf kualitasnya dengan yang impor. “Minimal tepung cakra kembar emas,” ucap Iwan Dewantoro, Manajer Restoran Shanghai La Mian. Tepung terigu yang bertekstur lembut ini, setelah diberi air secukupnya, berubah menjadi adonan tepung. Satu adonan tepung, kira-kira 2 kg, oleh Mr Leu dan dua koleganya akan diracik menjadi kurang lebih 10 porsi mi seberat 180 gram tiap porsi.

Langkah pertama, master la mian akan merentangkan adonan tepung. “Istilahnya ditarik,” ujar Iwan. Lantas digulung-gulung. Kemudian ditarik lagi. Begitu diulang-ulang, sampai adonan itu membentuk garis-garis tipis. Ketika ujung-ujung tepung dipotek, terbentuklah uraian mi-mi yang panjang dengan ketebalan yang nyaris sama.

Mi yang sudah jadi tidak lantas disimpan. Langsung diceburkan ke dalam kuali mendidih. Lama memasaknya pun tidak perlu lama-lama. Cukup 10 detik. “Paling lama 20 detik,” kata Iwan. Lalu, mi yang matang pun langsung siap disajikan.

Hasilnya adalah mi yang kenyal, tidak keras dan lembek serta pulen. Tampilannya mirip spagetti. Tambah lagi, “Kalau digigit tidak menempel di gigi,” ucap Iwan lagi.

3 responses to “Menelisik Mi Tarik

  1. thanks,this blog is very-very good!

  2. Saya kepengin tahu bahan bahan untuk menbuat mie tarik, tolong bantuanya, serta presentasenya adonan atau bahanya berapa takaranya, sebelum di uleni( kata jawa). sebelumnya terima kasih

  3. Tolong bantuanya cara membuat mie tarik ala china, bahanya apa saja yang perlu di siapkan serta ,cara pencampuranya( takaranya), Makasih atas bantuanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s