Berpegangan pada Ikan

Tahun baru lunar atau Imlek tentu identik dengan angpau, kue keranjang, dan beraneka ragam manisan. Jangan lupakan pula bandeng berukuran raksasa yang wajib diolah menjelang pergantian tahun. Mereka yang merayakan Imlek sudah pasti menyiapkan segala pernak-pernik tadi jauh-jauh hari sebelum hari H. Nah, yang tidak boleh dilupakan adalah malam pergantian tahun.

Semua tentu sepakat jika malam menjelang tahun baru merupakan saat yang istimewa. Tengok saja, saat itu biasanya para ibu menyediakan penganan kecil, seperti kuaci, dan minuman dalam jumlah besar. Tentunya, untuk menemani para anggota keluarga berjaga sepanjang malam demi menyambut matahari terbit di tahun yang baru.

Sebelum bergadang sepanjang malam, jangan lewatkan makan malam istimewa bersama keluarga. Kalau tak mau repot, banyak pengelola restoran yang sudah menjadwalkan makan malam Imlek dengan paket hidangan khusus. Untuk itu, tentu saja Anda harus rela merogoh kocek lebih dalam, kendati biasanya pihak restoran menyediakan beberapa pilihan harga paket untuk makan bersama.

Paket makan malam Imlek di restoran ini, lazimnya, sudah ditetapkan dengan set menu tertentu dan dihidangkan ala carte. Tujuannya, menurut Winarti Handayani, pemilik Tang Court Restaurant, agar para tamu tidak perlu menunggu lama. “Apalagi, biasanya yang reservasi duluan malah datang belakangan,” ujarnya.

Jika diamati, seluruh hidangan makan malam yang ditawarkan tak lepas dari masakan ikan. Menurut Fei Joe Liong, Manajer Operasional Restoran Sentral, itu memang sudah menjadi tradisi. “Apa pun jenis masakannya, tapi selalu ikan. Itu ada filosofinya,” ujar Fei. Yu (ikan) dalam bahasa Mandarin, konon, berarti juga berkelebihan.

Tengok saja tawaran dari Restoran Sentral. Dalam daftar menu khusus Imleknya, Sentral mencantumkan masakan ayam dan udang. “Tapi, tiap paket pasti ada masakan ikan, nasi goreng nanas, dan buah-buahan,” ujar Fei. Harganya berkisar antara Rp 1,3 juta hingga Rp 2 juta untuk sepuluh orang. Dalam tiap paket, Fei menyajikan sup hisit telur kepiting serta olahan haisom. Nah, di paket C, yang harganya paling mahal, tampak hidangan abalone dan scalop dengan brokoli.

Jadwalnya dibagi menjadi dua sesi

Untuk makan malam Imlek yang jatuh pada 22 Januari 2004 mendatang, Fei mengaku mengerahkan seluruh kapasitas restoran yang berisi 300 orang. “Sebelumnya harus pesan tempat dulu,” saran Fei. Meski begitu, ia tetap akan melayani tamu yang datang mendadak, jika masih tersedia tempat. Demi melayani permintaan pembeli hari itu, baik yang makan di tempat atau dibungkus, Fei memerlukan ikan segar, udang, dan ayam masing-masing 50 kg.

Tang Court Restaurant tak mau ketinggalan berebut rezeki Imlek. Mereka menawarkan beberapa paket yang dinamai sesuai dengan harapan-harapan baik menjelang tahun baru. Ada prosperity, joy, happiness, serta longevity. Harganya berkisar antara Rp 980.000 sampai Rp 2,1 juta untuk sepuluh orang. Demi menampung tamu yang biasanya membeludak, Winarti membagi jadwal penyajian makan malam menjadi dua sesi: pukul 18.00 dan 20.00. “Supaya semua tamu bisa mendapatkan tempat duduk dan tidak ketinggalan hidangan,” jelas Winnie, panggilan Windarti.

Untuk tahun ini Tang Court menyajikan beragam olahan ikan gurami dan ikan malas (goby-fish). Ada tim ikan malas ala Hongkong, tim gurami bumbu kacang, atau gurami goreng saus ikan. “Gurami tim ini cuma ada di Tang Court,” ujar Winarti berpromosi. Adapun ikan malas, menurutnya, memang harus dimasak dengan cara tim agar kesegarannya terjamin. Maklum, ikan malas ini tergolong ikan mahal. Sajian lain di kartu menu, tersedia daging sapi lada hitam, udang goreng mayonaise; dan di paket termahal dicantumkan pula hidangan sapo hisit (sirip hiu) superior ala Thai.

Baik Tang Court maupun Sentral tidak menyediakan yu sheng sebagai hidangan pembuka. “Dulu kami pernah bikin, tapi permintaannya sedikit,” kilah Winarti. Adapun Sentral tetap membuat salad kombinasi meski bukan yu sheng. “Kami pakai menu tersebut untuk menggantikan yu seng,” ujar Fei.

Kalau mau mengotot mencari yu sheng, barangkali bisa mencoba Dragon City Seafood Restaurant. Kata Nursalim, supervisor di situ, mereka menyediakan lima pilihan paket menu. Harganya Rp 2,8 juta hingga Rp 6,8 juta untuk sepuluh orang. “Tapi, dalam semua paket kami kasih yu sheng,” sambung Hasan, Deputy Restaurant Manager Dragon City. Jadwal penyajiannya ada dua sesi: pukul 17.30 dan 20.30.

Dari seluruh paket, menurut Nursalim, yang paling menjaring peminat adalah paket B dan C. Masing-masing seharga Rp 3,68 juta dan Rp 4,38 juta. Pasalnya, ada dua masakan andalan Dragon di dalamnya. Untuk paket B ada braised shark’s fin soup in brown sauce serta stir-fried fresh lobster with pepper served in clay pot dalam paket C. Menu lain adalah roasted crispy chicken, mi goreng kepiting, serta fatty cay fresh salmon.

Kendati begitu, sup sirip ikan hiu menjadi bagian dari seluruh paket menu yang ada. Sehari-hari, menurut Hasan, sajian sirip ikan hiu ala Dragon City merupakan menu favorit yang banyak dibeli orang.

Angkat Tinggi biar Banyak Rezeki

Dari berbagai penganan ketika Imlek, ada satu hidangan yang pantang terlewat: yu sheng atau yee sang. Yu berarti ikan, sheng adalah hidup, alias ikan mentah. Tak salah lagi, inilah sashimi ala Cina. Yakni, berupa santapan ikan hidup dipadu dengan irisan sayur dan aroma bumbu yang kuat, lazim dihidangkan sebagai makanan pembuka.

Hidangan yu sheng awalnya berbahan dasar ikan parang. Menurut Wei Ling dalam situs AsiaCuisine, belakangan diganti dengan varian ikan lain, seperti salmon, abalone, lobster, dan tuna untuk alasan kesehatan. Semua ikan dihidangkan mentah, kecuali tuna yang biasanya diasap, dengan cara diiris tipis memanjang seperti batang korek api.

Irisan ikan tersebut dilengkapi dengan racikan sayur, di antaranya lobak putih, lobak hijau, wortel, mentimun, melon, jeruk besar, ubur-ubur, bawang bombai, daun ketumbar, dan turnip. Seluruh sayur dan buah itu juga diiris halus seperti batang korek api. Salad Imlek itu diberi bumbu minyak wijen, kecap ikan, saus buah plum, air jeruk, serta tak lupa taburan kerupuk.

Nah, setelah siap, yu sheng ditaruh dalam nampan. Lantas, diletakkan di tengah meja bundar yang dikelilingi peserta makan malam. Masing-masing orang memegang sumpit dan mengaduk yu sheng. Secara bersamaan, mereka melakukan “tos” dengan mengangkat sumpit berisi yu sheng setinggi-tingginya. Konon, rezeki terbanyak tahun depan akan jatuh pada orang yang mengangkat sumpit paling tinggi.

Sambil membagi yu sheng bersama orang semeja untuk makan, tulis Wei Ling, masing-masing akan mengucapkan lo hei. Arti harfiahnya mencampur, namun ucapan itu juga kedengaran seperti semoga makin bertambah sejahtera. Lo hei! Gong Xi Fat Chai…

Bukan dari Cina Daratan

Tradisi menghidangkan yu sheng dalam upacara tahun baru lunar ternyata bukan diwarisi dari Cina Daratan. Menurut Wei Ling, dalam situs AsiaCuisine, tradisi ini ditebarkan oleh masyarakat Singapura. Belakangan, khalayak di Malaysia dan Indonesia pun tak ketinggalan. Mereka ikut menyajikan yu sheng di pergantian tahun bulan. Tak heran jika yu sheng identik dengan perayaan Imlek di kawasan Asia Tenggara.

Namun, yu sheng bukanlah makanan baru. Mulanya dulu, di Negeri Tirai Bambu, yu sheng merupakan masakan wajib di Hari Penciptaan Umat Manusia (Ren Ri). Perayaan itu jatuh pada hari ketujuh tahun baru Cina. Menurut tradisi, ketika Ren Ri tiba, manusia tidak boleh membunuh makhluk lain untuk dimakan. Maka, yu sheng yang asli terbuat dari tujuh macam sayuran. Tapi, ketika diadaptasi menjadi santapan tahun baru, ikan harus menjadi bagian dari hidangan ini.
 

One response to “Berpegangan pada Ikan

  1. mahal banhet ya kalau sampe sgitu….
    Aku pernah makan brg 5 org temen pake 7 macem menu yg tiap piring menunya cukup buat 5 orang dan ada petugas pembaginya. menunya sup hisit, tim ikan malas, angsio haisom, baised scallop n broccolli, lobster saus nyonya, sm 2 menu lainnya ku lupa, tp kayak tumisan sayuran gitu….
    Total krusakan cm 1,199 jt…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s