Sop Mpok Ati Top dah

Penampilan kedai yang satu ini sama sekali tidak mencerminkan namanya yang sudah cukup tenar. Warung yang tak terlalu besar diisi sembilan set meja makan dan bangku plastik. Sederhana. Tapi, jangan tanya siapa saja yang gemar berkunjung ke warung ini. Berbagai kalangan, dari pejabat hingga artis, sudah mengenal Kedai Berkah yang terkenal dengan sop betawi ini.

Racikan sop ala betawi yang ditawarkan sang pemilik, Ruyati, memang bisa menggugah selera. Bayangkan, semangkuk irisan tebal daging warna merah muda, empuk, disiram kuah bening. Rasanya gurih, dengan dominasi pedas lada dan irisan daun seledri. Aroma pedasnya dijamin membuat keringat mengucur. Eit, tapi jangan lupa sepiring nasi hangat dan pelengkapnya: emping melinjo. Hmmm… lezatnya bukan kepalang! Keringat pun bakal ngocor.

Harga yang diminta untuk kelezatan ini tidak terlalu mahal. Untuk semangkuk besar sop, Mpok Ati, panggilan akrab Ruyati, mematok harga Rp 12.500. Bisa juga kita pesan mangkuk kecil, Rp 10.000 saja. Kalau kapasitas perut pas-pasan, Anda cukup memesan semangkuk kecil sup. Itu pun bakal bisa membuat Anda bersendawa kekenyangan. Nah, berbekal uang Rp 15.000 kita bisa puas menyantap sop racikan Mpok Ati.

Sebenarnya, racikan bumbu sop Mpok Ati tidaklah terlalu istimewa. Lazimnya sop betawi-lah. Hanya garam, lada, jahe, dan sedikit bumbu penyedap. Namun, entah kenapa banyak yang mengira ada rahasia di balik nikmatnya sop si Mpok ini. “Saya selalu beri tahu resepnya. Tapi, pasti pada bilang hasilnya tidak sama dengan masakan saya,” ujar Ati sambil tersenyum ramah.

Telisik punya telisik, rupaya rasa empuk daging merah muda di sela sop Mpok Ati-lah yang menjadi salah satu alasan kedai sederhana ini jadi kesohor. Tak heran. Setiap hari, untuk meracik 100 kg daging, Mpok Ati memerlukan waktu sekitar 4 jam. Dua jam untuk merebus daging hingga empuk, dua jam lagi untuk mendiamkan daging setelah direbus hingga tenggelam. “Itu yang bikin warnanya jadi merah muda,” tuturnya dengan logat Betawi yang kental.

Dari kerbau sampai tempe mejik

Saking empuknya daging ini, penikmat sop sering tidak menyadari: Mpok Ati kadang menyelipkan daging kerbau sebagai bahan utamanya. “Enggak tiap hari, sih. Kalau lagi ada daging kerbau aja. Sop betawi kan khasnya daging kerbau,” katanya. Paling tidak, menurut dia, dalam seminggu pastilah terselip beberapa hari dengan menu daging kerbau. Rasanya dijamin tidak akan berbeda. Tetap empuk seperti daging sapi. Aromanya juga serupa. Hanya, serat daging kerbau lebih kasar ketimbang sapi.

Di warung Mpok Ati ini, selain menyantap sop, kudaplah juga tempe dan tahu gorengnya. Tanggung Anda akan ketagihan. “Ini tempe mejik. Kalau makan pasti lebih dari satu,” kata Ati sambil tertawa. Julukan mejik ini, konon, diberikan oleh para pelanggannya yang tak pernah berhenti mengunyah tempe bila makan di sini.

Nah, mencicipi rasanya, tak salah kalau para pejabat sampai artis secantik Tamara Blezinsky menjadi penggemar setia Kedai Berkah. Selain menunya enak, kedai ini pun jarang libur. Bahkan buka nonstop dari pukul 09.00 sampai 21.00. Sejak kedai ini dibuka 17 tahun lalu, Mpok Ati hanya menutupnya pada bulan Ramadan. “Sebelas bulan buat cari duit, sebulan untuk ibadah,” kata perempuan berusia 46 tahun ini.

Gusuran Pembawa Berkah

Masyarakat sekitar Kebagusan sudah sangat kenal dengan Kedai Sop Betawi Berkah. Dulu kedai ini cuma berbentuk gubuk. Tapi, masakan Hj. Nunung, ibu Ruyati pemilik Berkah sekarang, sudah kondang enaknya. “Dulu sayur asem kita juga terkenal selain sop betawinya,” tutur Mpok Ati, panggilan Ruyati.

Sayang, gubuk sop betawi nan masyhur ini kena gusur untuk pembuatan jalan lingkar luar selatan Jakarta. Mereka pun hijrah ke Cilandak, di Jalan Jeruk Purut. Bahkan, kedai ini sempat tutup selama dua tahun. Barulah ketika Mpok Ati menikah, ide membuat kedai sop betawi kembali terlintas.

Tahun 1987, dengan modal Rp 50.000, Hj. Nunung dan Mpok Ati mencoba mendirikan kembali gubuk sop mereka. Hasilnya, sekarang kedai ini terus dicari orang. Paling tidak dalam sehari 200 porsi sop akan terjual habis. “Alhamdulillah, namanya juga Berkah,” kata Mpok Ati.

One response to “Sop Mpok Ati Top dah

  1. Ini alamatnya dimana yah? Kok gak disebutin?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s