Capit Kepiting Santiga

Jumlah warung makanan laut atau seafood, tentu, tak terhitung lagi di pelosok Jakarta. Wajar, soalnya penggemar masakan ikan dan kawan-kawannya ini juga tak terbilang lagi. Jadi, kalau ingin menyantap seafood, ya tinggal sesuaikan dengan isi kocek dan selera saja. Mau yang di tenda atau resto bintang lima, ingin yang murah atawa yang harganya selangit.

Banyak tenda kaki lima seafood yang tampak sepi pengunjung, namun beberapa tenda lain sampai kewalahan menampung pembeli. Salah satu tenda seafood yang banyak didatangi pembeli ini terletak di kawasan Bendungan Hilir, tak jauh dari Jalan Sudirman. Namanya Santiga Seafood. Setiap hari menjelang senja, Hartadi, si pemilik kedai seafood ini, siap menggelar dagangannya. Ia menempati halaman parkir dari tiga unit ruko. Di sana Hartadi dan rombongannya menata 24 meja serta bangku yang muat sekitar 200 orang.

Ketika hari mulai gelap, pembeli pun berdatangan dan duduk di Santiga. Suasana cukup ramai, soalnya Santiga terletak persis di tepi Jalan Bendungan Hilir Raya yang tak pernah sepi. Tambah lagi, ada sekelompok orang yang bermain musik mengiringi santap malam para pembeli di situ. Kalau mau, pembeli di Santiga bisa request lagu pada mereka.

Layaknya kedai seafood, Santiga menawarkan olahan kepiting, ikan, cumi, udang, dan kerang. Jika kita memesan ikan bakar, ada dua jenis sambal yang menyertai. Ada sambal kecap untuk cocolan dan sambal terasi untuk menyantap nasi.

Terlihat banyak pembeli yang memesan masakan kepiting dari meja mereka. Ada kepiting saus padang dan kepiting lada hitam. Hartadi mengamini, sebagian besar pelanggannya merupakan penggemar kepiting. “Kepiting kami istimewa karena ukurannya jumbo,” ucapnya setengah berpromosi. Ia bilang, kepiting yang umumnya dijual penjaja seafood adalah kepiting berbobot 300-400 gram per ekor. Di Santiga, mereka menawarkan kepiting yang beratnya setengah kilo seekor. “Bahkan ada yang sampai 600 gram seekor,” ujar Hartadi lagi.

Hartadi mengaku tidak gampang mencari pasokan kepiting jumbo. “Kami pesan khusus dari Tarakan,” katanya. Setiap hari mereka mendapat pasokan dua boks yang isinya sekitar 30 sampai 50 ekor kepiting. Seluruh kepiting tersebut harus habis dalam satu hari, untuk menjaga kesegaran masakan. “Kalau kepitingnya sudah mati kan enggak fresh, jadi enggak bisa dihidangkan,” lanjut Hartadi lagi.

Paket habis dalam sehari

Agar selalu bisa memasak kepiting jumbo hidup, kadang Hartadi harus mau kerepotan. Misalnya, beberapa kali ia terpaksa mengambil sendiri pasokan kepiting di bandara karena pesawat yang mengangkutnya mengalami keterlambatan. Pasalnya, “Kalau kelamaan di gudang, kepitingnya bisa mati kepanasan,” ungkap Hartadi.

Selain kepiting, Hartadi harus menyiapkan sekitar 30 ekor ikan, 15 kg cumi-cumi, 200 ekor udang, serta 10 kg kerang setiap hari. Semua itu, kata Hartadi, harus habis selama Santiga buka dari jam 18.00 sampai 24.00. “Soalnya kami enggak punya kulkas, jadi belanjaan yang kita beli ya harus habis,” ujarnya.Biarpun Santiga hampir selalu didatangi orang yang memburu seafood, Hartadi mengaku tidak memiliki bumbu khas bagi olahannya. “Bumbunya biasa saja, tapi kami berani bumbu. Semua bumbu dibanyakin sampai rasanya pas,” kilahnya.

Hartadi sendiri tidak pernah belajar mengolah seafood secara khusus. Ia hanya memperhatikan sewaktu rekannya yang pedagang seafood memasak. Bahkan, bumbu ikan bakar diperolehnya dari sang ibu yang piawai membikin ayam bakar. “Ibu saya adalah orang Bogor. Kan ada, tuh, ayam bakar khas Bogor. Saya lihat kok mirip bumbu ikan bakar,” sambung Hartadi yang menyiapkan segala macam bumbu olahan dari rumahnya.

Bermodal Nasi Uduk

Hartadi, pemilik Santiga Seafood, sudah menggelar dagangan di Bendungan Hilir sejak tahun 1989. Hanya, awalnya ia tidak berjualan seafood. “Saya dulu jualan nasi uduk, ayam bakar, dan ayam goreng,” katanya. Hartadi mengaku pembeli nasi uduknya lumayan banyak.

Namun, calon pembelinya kerap melemparkan pertanyaan yang dianggapnya aneh. “Mereka tanya ada ikan bakarnya enggak? Mereka pikir saya jualan seafood,” ujar Hartadi. Lantaran pertanyaan seperti itu makin sering terlontar, ia pun lantas menambahkan satu menu lagi di tendanya, yakni ikan bakar. “Nasi uduk tetap ada, tapi tambah ikan bakar,” katanya.

Pamor nasi uduk rupanya tidak bertahan lama. Seafood yang tadinya hanya ikan bakar malah justru berkembang menjadi menu kepiting, kerang, cumi, dan udang. “Pelan-pelan, nasi uduknya ngilang,” cetus Hartadi.

Daripada Direcoki Pengamen

Bersantap diiringi live music tentu menyenangkan. Namun, kalau pemainnya datang silih berganti dan meminta uang dengan paksa, bisa-bisa malah jadi menyebalkan. Pengamen di tenda makanan memang menjadi dilema. Kadang menghibur, tapi tak sedikit pula pelanggan yang merasa terganggu. Di sisi lain, pemilik tenda juga sulit menolak kedatangan para pengamen tersebut.

Hartadi, pemilik Santiga Seafood, punya kiat jitu untuk mengatasi hal ini. Ia justru merangkul para pengamen yang sering mampir di kedainya untuk bermain musik dan mangkal di situ. “Pokoknya asal mereka jangan mabuk saja,” ujar Hartadi yang membayar mereka Rp 150.000 semalam. Si pengamen senang karena tak perlu repot ke sana ke mari membawa alat musik. Para tamu pun terhibur lantaran mereka bisa memesan lagu pada kelompok itu.

Selain mendapat honor dari Hartadi, tak jarang kelompok musik tersebut juga menjaring tip dari tamu. “Baru saja ada lurah yang ngasih Rp 200.000,” kata Hartadi. Para tamu yang royal tip, biasanya, karena mereka request lagu tertentu.

Santiga Seafood
Jl. Bendungan Hilir Raya (Seberang Pasar Benhil)
Jakarta
 

2 responses to “Capit Kepiting Santiga

  1. maria margaretha

    SANTIGA SEAFOOD KINI HADIR DI MUARA KARANG…

    Santiga Seafood muara karang buka mulai tgl 1 April 2010, jam 18:00 wib
    GRATIS 1 EKOR IKAN BAKAR untuk pembelian 1 porsi kepiting, hanya di SANTIGA MUARA KARANG

  2. santiga seafood Benhill Asli

    Santiga Seafood Santiga Seafood Benhill Pindah, sudah TIDAK DIDEPAN BCA lagi, PINDAH KE SEBRANG, Sebelah PASAR BENHILL, PEGADAIAN, BELAKANG BANK DKI. Buka siang malam
    Phone.57951893-92, 92799971
    Jangan salah masuk, yangdi depan BCA BUKAN SANTIGA Asli lagi… Semua di buat mirip SANTIGA, Tetapi bukan yang Asli dan bukan cabang, tidak ada hubungan sama sekali de…ngan SANTIGA, Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s