Aroma Bali di Gunung Sahari

Dalam dunia makanan jenis seafood, ada satu nama yang sangat dikenal orang, yakni Jimbaran. Tentu saja hampir semua orang tahu bahwa pantai selatan Bali ini tenar karena jajanan seafood yang memenuhi pesisir pantai. Pasar seafood Jimbaran adalah tempat yang pas untuk bersantap, karena kedai-kedai di situ menyediakan menu laut yang lumayan lengkap. Lebih lagi, sajian itu dinikmati di tepian pantai, sembari menghirup udara laut.

Tak aneh jika banyak orang yang selalu ingin kembali ke Jimbaran. Hal itulah yang membikin Steven Moe memboyong nama Bali Jimbaran ke Gunung Sahari, Jakarta. Lokasi ini bukanlah tepian pantai, melainkan jalanan yang ramai. Tampaknya, pemandangan kemacetan dan riuh rendahnya kawasan niaga Mangga Dua di seberang Bali Jimbaran tak mampu menyurutkan keinginan orang mencicipi sepotong Bali di Gunung Sahari.

Bali Jimbaran Gunung Sahari milik Steven Moe ini gampang dicari. Pertama, karena sepotong jalan ini sudah tenar sebagai salah satu pusat seafood di ibu kota. Selain Bali Jimbaran, di sini juga berdiri Sarang Kepiting dan Indah Keramik. Kedua, Steven memajang baliho besar berwarna merah dengan huruf-huruf kuning bertuliskan Bali Jimbaran

Kedai ini menempati bangunan dua lantai seluas 20 m x 10 m. Temboknya berupa batu bata tanpa plester dengan kursi terbuat dari kayu. Kursi dan meja makan memenuhi hampir seluruh ruangan, dari emperan sampai lantai dua. “Kedai ini bisa muat 250 orang pengunjung,” ujar Zuhril Musyida, Manajer Bali Jimbaran.

Melongok menunya, Bali Jimbaran menawarkan beragam olahan seafood, persis seperti kedai seafood lain. Hanya, mereka menjual olahan kepiting yang unik. Ini adalah kepiting yang dibakar dengan saus khas Jimbaran. Namanya: Kepiting Bakar Jimbaran.

Zuhril menyebutkan beberapa bumbu yang dicampur menjadi saus tersebut, yakni rempah-rempah, bawang, lada, tomat, dan merica. Saus tersebut lantas dibalurkan ke tubuh kepiting yang ukurannya antara tiga sampai lima ons seekor. “Tiap hari kami bisa menghabiskan 100 ekor kepiting,” ujar Zuhril. Harga kepiting jantan Rp 8.000 per ons dan kepiting telur dibanderol Rp 9.000 per ons.

Ikan lodi yang paling mahal

Selain kepiting, ada beragam jenis ikan yang ditawarkan. Sebut saja baronang, kuwe, bawal, kerapu, lodi, ayam-ayam, udang, dan cumi. Menu yang paling banyak dipesan adalah Baronang Bakar Jimbaran dan Kuwe Bakar Jimbaran. Keduanya diolah dengan sambal khas Jimbaran yang menjadi andalan kedai ini.

Terselip pula menu non-seafood seperti gurame, ayam, dan bebek bagi mereka yang tidak doyan atau alergi makanan laut. Tentu saja, olahannya tidak berbeda dengan kedai lain, misalnya saus padang, lada hitam, bakar kecap, dan sebagainya.

Demi membawa aroma Bali ke kedai ini, Bali Jimbaran menggunakan wadah makan dari anyaman bambu yang dilapisi daun pisang. Biasanya, selain memesan seafood, cah kangkung dan sambal terasi menjadi menu pengiring santapan pengunjung. “Tanpa keduanya, memang jadi kurang sreg,” cetus Zuhril.

Cara pemesanan di kedai ini juga hampir sama dengan kedai seafood pada umumnya. Awalnya, pengunjung ditawari cara pengolahan seafood: apakah ingin dibakar, direbus, atau steam. Selanjutnya, pemesan bisa memilih sendiri seafood yang tersedia di bagian depan kedai. Meski tidak berada di tepi laut, menurut Zuhril, Bali Jimbaran ini selalu mengolah seafood yang masih segar dan hidup. Itu sebabnya, mereka kerap kesulitan pasokan ketika cuaca laut memburuk. “Ikan jadi sulit didapat,” katanya.

Setelah ditimbang, barulah seafood diolah sesuai pesanan. Kita bisa melihat betapa hebohnya suasana di tempat pembakaran seafood. Asapnya pun meluber ke mana-mana, sampai ke dalam kedai. Tapi, pembeli tak perlu terlalu lama menunggu pesanannya siap. “Kurang lebih lima belas menit, sudah akan tersedia di meja,” celetuk Zuhril.

Harga olahan ikan di kedai ini adalah sekitar Rp 4.500 sampai Rp 6.000 per ons. Tapi, ada satu jenis ikan yang dipasangi harga Rp 12.000 per ons, yakni ikan lodi. Adapun harga masakan udang dan cumi berkisar Rp 20.000 sampai Rp 27.000 per porsi.

Hoki dari Bali

Jimbaran sudah terkenal dengan deretan kedai seafoodnya. Hal itulah yang mengilhami Steven Moe bersama dua orang rekannya membawa sepotong Jimbaran ke Jakarta. Padahal, menurut Steven, dia sendiri bukanlah penggemar berat santapan seafood. Namun, naluri bisnis juga yang bicara, sebab penghuni Jakarta memang terkenal sebagai penyuka seafood.

Pulang dari berlibur di Bali tahun 1999, Steven dan kedua temannya mendirikan Bali Jimbaran, Ikan Bakar & Fresh Seafood di Muara Karang. Mereka sengaja memilih lokasi di Muara Karang yang merupakan pasar seafood besar di Jakarta. Menurut Steven, waktu itu mereka menanamkan modal sekitar Rp 40 juta. “Duit itu, selain untuk operasional, juga untuk sewa tempat,” kenangnya.

Steven mengaku, tidak semata-mata mengusung baliho Bali Jimbaran ke ibukota. Ia juga meniru bumbu dan cara mengolah seafood di Jimbaran ke kedainya itu. Agar menghasilkan rasa yang persis induknya di Bali, Steven merekrut salah satu juru masak dari Jimbaran ke kedainya.

Ternyata banyak juga orang yang penasaran dan ingin mencicipi olahan Bali Jimbaran ini. Alhasil, pada tahun 2001, Steven membuka cabang baru di Muara Karang. Setahun kemudian menyusul kedai di Juanda. Namun, berikutnya, Steven harus menutup salah satu dari dua kedai Bali Jimbaran di Muara Karang. “Karena kurang prospektif dan banyak saingan, maka saya tutup,” ujarnya.

Adapun kedai Bali Jimbaran di Gunung Sahari baru buka Januari 2006. Di sini ia mempekerjakan 40 karyawan, dan kedainya terbilang ramai. Memiliki tiga kedai tidak membuat Steven duduk ongkang-ongkang kaki. Ia selalu berkeliling ke tiap kedai. “Salah satu kesukaan saya adalah memilih ikan yang segar dan layak dimakan,” ujarnya.

Bali Jimbaran
Jl. Gunung Sahari Ancol No. 6A, Jakarta Utara
Telp. (021) 64415119, 6415120

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s