Perut Kenyang Berkat Anda

Tidak ada yang menyangkal bila dibilang bahwa menu kambing dan domba punya banyak penggemar. Tengok saja, di setiap pelosok pasti ada kedai menu kambing. Baik yang menjual sate dan sop, atau yang melengkapi kedainya dengan menu lain seperti gule dan tongseng. Dari papan nama yang terpampang, lazimnya kita tahu cara kedai itu mengolah kambing. Sebutlah ada warung sate solo, warung sate kambing jogja, lantas ada Bhaliboel yang mengusung resep dari Tegal. Tidak ketinggalan pula kedai kambing khas Betawi yang menjual pula sop berkuah pekat susu.

Nah, salah satu kedai kambing yang banyak didatangi orang adalah Sate Anda. Terletak di Pondok Ungu, Bekasi Barat, keberadaan Sate Anda sangat mencolok begitu memasuki Pasar Bungur. Wajar kalau mencolok, karena Sate Anda memiliki sekitar 24 bangku yang terletak di dua ruangan. Saat makan siang dan menjelang makan malam, nyaris seluruh bangku terisi penuh. Mulut-mulut yang lapar pun dengan lahap mengunyah setiap irisan sate.

Pelanggan Sate Anda di siang hari biasanya para karyawan yang bekerja di pabrik yang terletak di sepanjang jalan Pondok Ungu. Karena dekat dengan pabrik, jangan heran jika melihat lalu lalang truk kontainer yang melintas persis di depan Sate Anda. “Selain karyawan, penghuni kawasan perumahan sekitar juga suka beli sate ke sini,” kata Thohir Murtadho, pemilik Sate Anda.

Thohir bilang, setiap hari kedainya rata-rata menghabiskan tujuh ekor domba. Seekor domba bisa menghasilkan hidangan 60 mangkok sup dan 500 tusuk sate. Jadi, ada sekitar 420 mangkok sup dan 3.500 tusuk sate tandas setiap harinya di sini. Kebutuhan kambing akan bertambah pada hari libur dan tanggal merah. Pada saat itu, kedai Sate Anda bisa menghabiskan sekitar sebelas ekor domba. “Natal kemarin habis 11 ekor. Biar mereka natalan, kita tetap cari duit,” kata Thohir sambil terkekeh.

Dari namanya, orang sudah bisa menebak menu spesial di sini adalah sate dan sop kambing. Meski menyediakan tongseng juga, tapi sate dan sop menjadi menu utama para pengunjung. Bagi mereka yang tidak menyantap domba, ada menu ayam yang bisa menjadi pilihan, yakni sate, sop, dan tongseng ayam.

Ketika pesanan sate dan sop Anda datang ke meja, tampaknya tidak berbeda dengan sate atau sop di kedai lain. Namun, begitu mencicipinya, Anda langsung tahu jawabannya: rasa pedas bakal menggigit lidah. “Sop itu memang harus pedas,” ujar Thohir. Menurut dia, rasa pedas sop domba ini tidak berubah sejak kedainya berdiri tahun 1978. “Mungkin orang sudah cocok sama rasa pedas di sini,” imbuh Thohir lagi.

Daging bandot tua pun tetap oke

Kalau mengaduk mangkoknya, terlihat sop Anda bebas dari jeroan. Thohir memang sengaja ti-dak mengikutsertakan jeroan. “Jeroan bikin sop jadi bau perengus (bau kambing),” katanya. Lagi pula, Thohir juga yakin banyak orang yang pantang makan jeroan.

Beralih ke menu sate, mengunyah sate Anda tidak bakal membikin repot gigi. Satenya empuk tanpa lemak. Bumbunya terasa sampai ke sela daging. Rasa gurih akan langsung menyergap mulut. Kalau menyantap di warung ini, sebaiknya Anda memesan sate berbumbu kacang. Menurut Thohir, kebanyakan pengunjung lebih suka mengudap sate dengan bumbu kacang ketimbang bumbu kecap. Aneh? Tidak juga. Buktinya, saban hari Thohir harus mengolah 15 kilogram kacang tanah demi permintaan tamunya.

Nah, kalau abang sate lain mengandalkan daging kambing nan muda, Thohir malah kebalikannya. Ia mengaku tidak pilih-pilih usia kambing. “Saya enggak pakai kambing muda. Di sini, kambing tua juga bisa empuk,” ungkapnya. Hanya, Thohir masih memilih domba asal Sukabumi, Ciamis, dan Cianjur. Ia enggan memakai kambing jawa. Alasannya, daging domba lebih empuk. “Saya tidak suka pakai kambing jawa, karena dagingnya lebih keras dan sedikit,” cetusnya.

Sayang, Thohir tidak mau menceritakan bagaimana ia bisa membuat daging dari semua jenis umur bisa terasa empuk. “Itu ada caranya sendiri. Tapi, itu rahasia perusahaan,” jawab Thohir sambil tersenyum. Apa pun caranya, yang pasti daging domba di tusukan sate itu memang empuk.

Tidak Suka Makan Sate

Tidak keliru kalau dibilang Sate Anda mempunyai ikatan batin dengan Lampung. Selepas sekolah madrasah di Bekasi, Thohir Murtadho pergi menyusul kakaknya yang berdagang sate di Lampung. Selama sekitar sepuluh tahun, Thohir membantu kakaknya membesarkan warung Sate Djakarta yang terletak di Talang Padang, Lampung. Tahun 1987, Thohir balik ke Pondok Ungu dan mendirikan warung sate sendiri. “Saya beri nama Anda, biar bisa bersama terus,” ujar Thohir.

Pada mulanya Thohir hanya dibantu oleh istri, adik kandung, dan seorang keponakannya. “Saya belanja sendiri, dan menusuk sate sendiri,” ujar anak kesembilan dari 12 bersaudara ini.

Tahun 1992, kedai Thohir sudah tidak bisa menampung pembeli yang datang. Alhasil, para pembeli lebih banyak memesan untuk dibawa pulang. Itu sebabnya, Thohir lantas memindahkan kedainya ke tempat yang lebih luas. Lokasi baru ini berjarak 50 meter dari kedainya yang lama. Jika sebelumnya Thohir hanya menyediakan lima bangku, setelah pindah, ia menambah kapasitasnya menjadi dua belas bangku.

Ternyata, sejak itulah kedai milik Thohir berkembang. Ia juga terus memperbesar warungnya menjadi berkapasitas 24 bangku. Hitung punya hitung, Thohir sudah menggusur tiga kios di sebelahnya yang tadinya adalah toko elektronik, toko buku, dan warung padang. Kebetulan, menurut Thohir, ketiga pemilik usaha tadi tidak melanjutkan sewa kios. “Pemilik tanah minta kedai sate saya diperluas,” ujar pria berusia 52 tahun ini.

Anehnya, meski sukses berdagang sate, bukan berarti Thohir hobi melahap sate. Thohir justru lebih suka soto. “Paling banyak saya makan sate lima tusuk,” ujar Thohir. Thohir membuka kedai sate karena ingin mandiri. “Saya cuma punya pengalaman membuat sate,” ujarnya lagi.

Oh, ya, Thohir ini gemar berziarah ke makam para wali dan ulama. Tak heran jika foto para ulama yang biasa ia sambangi makamnya terpampang di dinding kedainya. “Saya kurang senang dengan gambar atau lukisan. Lebih baik saya tempel foto para ulama dan wali,” kata Thohir kalem.

Kedai Sate Anda
Jl. Kaliabang Bungur, RT 01 RW 001 No. 2, Bekasi Barat
Telp. (021) 8870856

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s