Eva Coffee House, ambarawa

p1070251.JPG

sudah lama saya mendengar mengenai rumah kopi nan legendaris ini.

kopi. ya, kopi! 

thanks gosh, akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke tempat ini, eva coffe house di bedono, ambarawa, jawa tengah. letaknya persis di tikungan. duh, rupanya hanya saya yang bawa kendaraan di rumah kopi ini. yang lainnya datang rombongan dan mengendarai roda empat. hihi …

rumah kopi ini adalah bisnis keluarga orang ambarawa sejak tahun 1956 yang memiliki lahan seluas 4 hektar di sebelah belakang bagian warung kopi. selang dua tahun sesudah kopi ditanam, si empunya membangun sebuah warung kopi yang isinya beberapa meja saja. pendeknya, masih kecil.

p1070244.JPG

p1070247.JPG

pucuk daun yang mengangguk-angguk, hawa dingin di ambarawa, tenang burung berdecit, rupanya membuat rumah kopi ini semakin dikenal banyak orang. kopi yang dilabeli KOPI EVA laris manis di pasaran, dalam bentuk sirup kopi, biji kopi dan kopi siap masak. duh … sirup kopi ini memang unik. di tempat lain, saya kok belum pernah menjumpai sirup kopi. ganti rugi satu bungkus kopi eva Rp 5000 dan Rp 12.500, tergantung besar kecilnya. biji kopi harganya Rp 12.500 seplastik. sedangkan sirupnya Rp 25.000 per botol.  saya membungkus empat kopi eva yang harganya masing-masing Rp 12.500.

warna kopi eva pekat, gelap, dan tak kasar.

saya juga sempat makan nasi rawon. sebenernya ada lontong rawon. tapi entah, saat benak ingin menjjajal lontong rawon, tetapi pesan yang sampai di tangan ternyata mencatatakan pesanan nasi rawon. ribet ya. saya ingin yang segar, yang berkuah. jadi, nasi rawon rasanya bukan pilihan yang buruk. seporsinya dipajakin Rp 15 ribu.

selain lontong rawon, rumah kopi ini juga memiliki makanan yang layak dicoba, yaitu gudeg manggar. manggar adalah kuncup bunga kelapa. rasanya  gurih dan tertinggal di mulut dengan sempurna. seporsi nasi gudeg manggar dipatok Rp 30 ribu.

ada sirup kopi, tinggal tuang dan aduk.

dalam bon yang saya terima, ada tulisan besar-besar: SPD. “kalau naik sepeda motor, nggak saya pajakin 10%. maka ditandai dengan tulisan SPD. tapi kalau bawa mobil, ada pajaknya 10%. mbaknya pakai motor kan? nah, waitres kami menuliskan SPD, artinya mbak naik motor,” terang generasi kedua pemilik rumah kopi eva.

wah, terima kasih sekali. kalau jalan kaki, apa makan dan minum kopinya bakal gratis juga?

6 responses to “Eva Coffee House, ambarawa

  1. hi ,thanks uda koment tentang kopi eva..datang lagi ya..(generasi ketiga pemilik kopi eva)

  2. Trimaksih sudah mampir di kopi eva, kami tunggu.
    (Nugroho, generasi ke 3, saat ini merantau di batam)

  3. Hi…Aku dulu suka diajak ortu kalau ke Jateng mampir ke kopi eva. Hi senangnya kalau aku bisa ajak anak2 ku kesitu juga..
    selain kopinya enak, seingatku pemandangan nya indah & udaranya dingin2 sejuk gitu kan ya..
    Apakah ada penginapan di Kopi Eva..
    Kalau ada mohon infonya dong, berapa rate & contact nunbernya….Rencananya liburan Lebaran ini kami akan ke Jateng. Mudah2an bisa sekalian nginep di Kopi Eva.
    Terima kasih,

    Salam.
    Dea

  4. Ada banyak kenangan keluarga di sekitar kopi Eva. Sepupu saya Kresno dan ayah serta mertuanya dibunuh Gurkha di tahun 49

  5. buat semua penggemar kopi bakal nyesel lo belum mencicipi rasa khas kopi eva.
    kalo ke semarang mampir eah..

  6. Jd inget dulu kerja disitu….heee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s