Pecel Solo Plus Nostalgia

dscn4689.JPG  dscn4692.JPG

Sepiring nasi merah teronggok di atas daun pisang. Diatasnya terdapat beragam sayuran, seperti bayam, kacang panjang, taoge, dan kenikir. Juga, belut goreng, tempe bacem, telur asin, dan empal. Tega menolak? 

Saya mampir di Warung Nasi Pecel Solo. Meskipun ada embel-embel ’Solo’ di belakanganya, letaknya bukan di Solo, namun di Jogja. Persisnya di sebelah selatan Hotel Grand Hyatt Jogja. Eh, tetapi jangan buru-buru masuk dan duduk di kursi yang sudah disediakan. Manjakan penglihatan Anda dengan pemandangan di dalam kedai ini. Memasuki bagian dalam, Anda akan disambut dengan hamparan lauk di atas amben atau balai-balai saat memasuki Pecel Solo. Jadi, jangan lewatkan kesempatan menelanjangi amben yang berisi macam-macam. Ada sate telur puyuh, sosis solo, wader, empal, belut, tahu dan tempe bacem, teri, udang, sebakul nasi putih dan sebakul nasi merah. Konon, belut dan wader di kedai ini masih didatangkan dari Solo. Hmm … siapa yang berani menolak makanan seperti ini? Di sebelah ujung, teronggok tampah yang isinya sayur bayam, kecambah, kacang panjang, daun singkong, kenikir, lembayung, kembang turi, kecipir, daun koro dan daun tuntut. Di belakang amben, tampak penjual meracik pecel khas Solo. Ia menakar sejumput nasi di atas daun pisang, lalu membubuhinya dengan sayuran dan lauk pilihan si pemesan. Tentu saja, pemandangan ini tak bisa dijumpai di setiap kedai pecel dimanapun juga. Sayurannya yang komplet itu, lo, yang susah dicari.  

Sesuai dengan namanya, menu favorit di sini adalah pecel ndeso dengan bongko, gembrot, dan kacang tholo. Ada dua pilihan nasi untuk disantap bersama pecel: nasi putih atau nasi merah yang diangkut khusus dari Tawangmangu. “Nasi merah terbagus dari wilayah itu,” ujar Henky Herendra, si empunya kedai. Menu andalan kedai ini adalah pecel. Namun, jika Anda tak begitu berselera dengan pecel, ada menu lain, misalnya saja rawon, lodeh, lontong solo, karag gosong, dan brongkos.  Dari cerita Henky, terlihat bahwa proses pembuatan bumbu kacang di sini lain dari biasanya. Umumnya, bumbu kacang untuk pecel digerus dengan mesin penggiling. Nah, bumbu kacang untuk pecel di kedai ini dibikin dengan cara ditumbuk. Barangkali, itulah kunci yang membikin pecel Henky serasa sedap dan terasa gurih-manis-pedas saat dilumat dalam mulut. Ada dua jenis bumbu kacang untuk pecel yang bisa dipilih oleh pengunjung, yaitu yang pedas dan yang mondo-mondo alias tak begitu pedas.  

Kendati pecel nasi merah merupakan menu yang paling laris, jangan takut bakal kehabisan. Soalnya, setiap hari Henky menyediakan tak kurang dari 4 kilogram beras merah. Kalau kurang suka nasi merah, ada bakul nasi putih. Tapi, “Orang banyak yang sadar ingin hidup sehat,” imbuh pemilik Bedoyo Batik Craft dan Primitif Gallery di Solo ini. Itu sebabnya, nasi merah lebih laris.  Berbeda dengan nasi yang selalu tersedia komplet dalam dua versi, sayuran pecel malah tidak setiap saat bisa hadir lengkap. Maklum, ketersediaan sayuran sangat bergantung pada musim. Tak heran, sekali waktu pengunjung bakal menjumpai sepuluh macam sayuran. Tapi, bila sedang bukan musimnya, setidaknya ada lima macam sayuran yang akan terhidang di piring Anda.  

Bila belum kenyang dengan nasi pecel ndeso, menu rawon boleh Anda coba. Irisan daging sapi sandung lamur yang berukuran dadu 2 cm dan kuah yang cukup, dihidangkan diatas daun pisang yang dipincuk. Jangan khawatir kuah akan tumpah kemana-mana. Henky sudah melatih semua karyawannya agar pincukan daun pisang tak bocor dan membasahi kemeja Anda. Dagingnya cukup empuk, jadi Anda tak harus berjuang untuk menggigitnya. Di piring terpisah, nasi diletakkan diatas daun pisang. Disekitarnya terdapat sambal terasi, irisan mentimun dan jeruk, daun kemangi dan sejumput tauge pendek. Berminat menjodohkannya dengan telur asin? Di amben, telur asin masih tersedia banyak untuk Anda.  Lontong solo juga bisa jadi pilihan lain. Lagi-lagi, Henky meletakkannya di atas pincukan daun pisang. Padahal, lontong solo ini juga berkuah! Tak seperti lontong sayur yang merupakan perpaduan lontong dengan sayur yang berbahan buah pepaya muda atau labu siam, atau lontong opor yang merupakan perkawinan lontong dengan opor ayam yang berkuah kuning, lontong solo ini punya ciri khasnya sendiri.  Meskipun kuahnya juga menggunakan santan, namun lontong solo mempunyai kuah bersantan yang dilengkapi dengan sambal goreng dan di atasnya ditaburi bubuk kedelai. Agar lebih nikmat, masing-masing hidangan ini biasanya diberi pelengkap kerupuk, taburan bawang goreng, dan sambal.  

Setiap porsi pecel tanpa lauk dibanderol Rp 6.000 untuk pecel nasi merah putih dan Rp 7.000 per porsi untuk pecel nasi beras merah. Adapun harga wader, belut, teri adalah Rp 6.500 per jenis. Jika Anda memesan nasi pecel ndeso dengan lauk sejumput wader dan seiris daging empal, total jenderal Rp 21.000 dengan rincian Rp 7.000 untuk pecel nasi merah, Rp 7.500 untuk empal dan Rp 6.500 untuk wader. Oh, ya, agar pecel Solo-nya “berbunyi”, jangan lupa menyantap lempeng atau kerupuk yang sangat lezat bila dijodohkan dengan pecel ini. Harganya Rp 250 per buah.  Masakan yang lain juga tak terlalu menguras isi dompet Anda. Misalnya saja Nasi Liwet Rp 8.500, Nasi Kabuli Rp 15.000, Nasi Krawu Rp 12,500, Nasi Sapi Rempah Rp 15.000, Nasi Lodeh Rp 6.000, Nasi Teril Sambal Lombok Goreng Rp 12.500, Bebek Presto Sambal Bawang Rp 10.000. Aneka jajanan juga tersedia disini. Diantaranya, Ketan Juruh Gulo Jowo Rp 5.000, Tiwul Rp 3.500, dan Grontol Rp 3.500.  

Sebagai hidangan penutup, Henky menyediakan aneka es. Ada es temulawak, es coffee beer, juga es beras kencur. Harganya, es coffee beer, es kencur, es asem gula jawa dan es temulawak masing-masing Rp 6.500. Rasa hangat beras kencur memang tak terasa. Tapi, rasa segar akan menyiram dahaga usai menggelontorkan seporsi nasi pecel. Jika ingin dibawa pulang, Henky sudah menyiapkan sirop beras kencur seharga Rp 25.000 per botol. Coffee beer-nya juga tak mengecewakan dengan rasa kopi yang enteng dan sedikit bersoda. Adapun temulawak dipesan khusus Henky dari Madiun, Jawa Timur. “Semuanya untuk bernostalgia dengan minuman zaman dulu,” papar Henky. 

Warung Nasi Pecel Solo
Jl Tentara Pelajar 52
Palagan SlemanYogyakartaPh: 0274 866588Jam buka: 08.00 – 16.00, 18.00 – 22.00 

Jl. Dr Supomo 55 (Pasar Beling)
Mangkubumen, Solo, Jawa Tengah
Ph: 0271 737379
Jam buka: 07.00-16.00
 

2 responses to “Pecel Solo Plus Nostalgia

  1. definitely i will go there😀

  2. yang murah ada gak?????????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s