<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>waregbanget</title>
	<atom:link href="http://waregbanget.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://waregbanget.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Jul 2008 03:01:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='waregbanget.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0748c9a0f93d00a11589d8986dbdcccf?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>waregbanget</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Asyiknya menjajal menu lintas-benua dan samudra di The Cafe, Hotel Mulia Senayan</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2008/04/09/asyiknya-menjajal-menu-lintas-benua-dan-samudra-di-the-cafe-hotel-mulia-senayan/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2008/04/09/asyiknya-menjajal-menu-lintas-benua-dan-samudra-di-the-cafe-hotel-mulia-senayan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 02:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan asing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh menggairahkan bisa menjajal aneka hidangan mulai dari Lautan Hindia, Pasifik, hingga Atlantik. Ini bukan sekadar mimpi yang mengawang-awang. Tanpa pergi jauh-jauh menyeberangi samudra dan benua, Anda pun bisa mencicipi sajian lezat dari berbagai belahan bumi itu. Anda tinggal meluncur saja ke The Cafe yang berlokasi di Hotel Mulia, Jakarta.
Berbeda dari resto lain yang umumnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=157&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sungguh menggairahkan bisa menjajal aneka hidangan mulai dari Lautan Hindia, Pasifik, hingga Atlantik. Ini bukan sekadar mimpi yang mengawang-awang. Tanpa pergi jauh-jauh menyeberangi samudra dan benua, Anda pun bisa mencicipi sajian lezat dari berbagai belahan bumi itu. Anda tinggal meluncur saja ke The Cafe yang berlokasi di Hotel Mulia, Jakarta.</p>
<p>Berbeda dari resto lain yang umumnya menawarkan satu aliran masakan, The Cafe menghidangkan berbagai makanan lintas- benua dan samudra dengan sistem buffet. Makanya, jenis masakan yang terhampar di resto ini benar-benar banyak.</p>
<p>Tak usah bingung mau memulai dari mana. Toh, kita bisa menjajal semua menu sepuas hati. Tapi jika kapasitas perut rada terbatas atau waktu makan sempit, ini memang perlu sedikit strategi. Langsung saja pilih area atau seksi yang menyajikan menu favorit Anda.</p>
<p>Menempati ruangan seluas 1.800 m2, The Cafe yang buka 24 jam sehari ini menawarkan lima seksi: bumi (earth), air (water), api (fire), kayu (wood), dan emas (gold). Setiap seksi, yang berada di area terpisah, memiliki tema, interior, dan tentu saja menu yang berbeda.</p>
<p>Agar tetap menghadirkan citarasa orisinal, koki yang bertugas di setiap seksi khusus didatangkan dari negara asalnya. &#8220;Demi kepuasan pengunjung, kami memang khusus menghadirkan mereka dari berbagai penjuru dunia,&#8221; ujar Manajer General Hotel Mulia Richard P. Appelbaum.</p>
<p>Ayo, segera saja kita mulai petualangan kuliner ini. Jika Anda memang tak ingin makan berat, langsung saja ke seksi earth. Berbeda dari keempat seksi lain, area ini satu-satunya yang tak menyajikan dan melarang pengunjungnya menikmati makanan berat. &#8220;Seksi earth memang khusus untuk cemilan, ngopi, dan makanan ringan lain. Kalau sudah puas ngemil dan ingin makan berat, pengunjung tinggal pindah ke seksi lain,&#8221; ujar Manajer Komunikasi Hotel Mulia, Adeza Hamzah.</p>
<p>Sesuai dengan namanya, seksi bumi ini didesain dengan interior bernuansa alam. Perabotannya didominasi furnitur klasik bernuansa hijau dan hitam. Lumayanlah sebagai tempat menyesap secangkir kopi ditemani cemilan ringan dan obrolan santai.</p>
<p>Dari yang spicy sampai yang manis-manis</p>
<p>Bagi penggemar makanan jepang, Anda bakal enjoy di seksi wood. Di sini tersedia aneka hidangan khas Negeri Matahari Terbit. Di antaranya ada sushi, teriyaki, hingga yakitori. Hmm&#8230;, enak banget. Bahan bakunya terasa benar-benar fresh.</p>
<p>Tak hanya lidah yang terpuaskan, para japanese food lover pun bisa menikmati suasana Jepang yang mencuat kuat dari interiornya. Namanya juga seksi kayu, tentu ruang ini menonjol dengan material kayu yang didesain bergaya Jepang. Ditambah, sentuhan bebatuan yang merupakan ciri khas Negeri Jepun.</p>
<p>Jika ingin merasakan atmosfer berbeda, mari ayunkan langkah ke seksi emas alias gold. Area ini terasa begitu eksotis dan meriah dengan nuansa emas. Seksi gold ini memang merepresentasikan kawasan yang eksotis, yakni mulai dari Asia Timur hingga Afrika.</p>
<p>Di area ini kita bisa menyantap aneka olahan masakan kaya bumbu yang menjadi ciri khas Asia Tenggara, India, China, Mediterania, dan Maroko. Pilihan menarik di sini antara lain safrron rice dan tandori chicken yang khas India atau mie-lamien andalan dari China. Jangan lupa pula menjajal kesegaran soto betawi, hidangan khas tanah air yang juga hadir di seksi ini.</p>
<p>Mereka yang lidahnya benar-benar menuntut pemuasan bumbu yang kuat silakan saja menambahkan berbagai bumbu sendiri. Tatkala menikmati mie-lamien, misalnya, minta saja sang koki, yang beraksi memasak mi langsung di hadapan Anda, menambahkan bumbu yang Anda mau.</p>
<p>Dari Timur, petualangan lidah bisa kita lanjutkan ke Barat, yakni di seksi fire. Di sini Anda bisa menikmati menu orang bule seperti sop, steak, dan aneka pasta. Interiornya, yang didominasi warna merah, menghadirkan ambiance penuh semangat. Berpadu dengan pernik mawar merah dari helaian kain panjang menjuntai dari langit-langit hingga lantai. Tak salah seksi ini dinamai fire.</p>
<p>Masih ada ruang dalam perut? Ayo mencicipi sederet panjang pilihan dessert. Ini ada di seksi water yang merupakan area coffee &amp; pastry. Di sini ada aneka ice cream, pudding, cake, salad, buah, permen, pokoknya semua yang manis-manis.</p>
<p>Kalau sudah puas, saatnya menarik isi dompet atau menggesek kartu kredit. Untuk sarapan pagi, Anda cukup bayar Rp 149.000, santap siang Rp 159.000, dan makan malam Rp 169.000. Khusus weekend harganya Rp 179.000. Untuk anak-anak 2 tahun-12 tahun cuma Rp 99.000 per orang.</p>
<p>Oh, ya, bagi yang datang dalam kelompok besar dan ingin berkelana di gugusan area The Cafe, Anda semua bisa langsung menerobos Baccarat dan Lavender Private Dining Room. Di sini dua pelayan siap melayani dan memandu petualangan lidah Anda.</p>
<p>+++++<br />
Gaet Pelanggan, Gandeng Konsultan</p>
<p>Banyak tempat wisata kuliner, mulai dari warung tegal di pinggir jalan hingga resto, kafe, dan hotel besar, berlomba menggelar makanan siap saji. Para penggemar goyang lidah pun tinggal memilih tempat sesuai selera dan kemampuan koceknya.</p>
<p>Tak usah heran, menghadapi persaingan yang makin ketat, The Cafe terus membenahi diri. Resto yang sudah beroperasi sejak Hotel Mulia berdiri tahun 1997 ini awalnya memiliki konsep coffee shop. Namun, seiring berjalannya waktu, mulai akhir 2007 The Cafe berubah menjadi dining room dengan open kitchen; sehingga pengunjung lebih leluasa untuk mencicipi berbagai hidangan.</p>
<p>Pilihan yang jitu, mengingat tamu Hotel Mulia yang punya 1.000 kamar ini juga kian ramai. Sudah menjadi tradisi umum, tamu breakfast di resto internasional. Lantaran tamu hotel kian membeludak, The Cafe yang merupakan resto internasional pun otomatis berubah. Kini, The Cafe tampil lebih anggun dengan pilihan menu yang benar-benar beragam.</p>
<p>Selain ragam menu, letak Hotel Mulia yang berada di pusat kota juga menjadikannya sasaran para pencari makanan enak. Mereka bukan cuma mencari makanan lezat, tapi juga memburu suasana yang nyaman. Makanya, resto yang menyajikan makanan lezat dan suasana nyaman menjadi incaran. Untuk itulah, The Cafe terus mempercantik diri. Tak tanggung-tanggung, manajemen lantas menghadirkan konsultan interior langsung dari Negeri Paman Sam, Wilson Associates. Hasilnya, dalam tempo lima minggu The Cafe tampil jauh lebih segar ketimbang sebelumnya.</p>
<p>Jangan heran, kursi-kursi The Cafe belakangan semakin penuh saja. Pagi hari ramai oleh tamu hotel, siang hari berbondong-bondong pengunjung dari luar hotel. &#8220;Malam hari ramai oleh keduanya,&#8221; ujar Andeza Hamzah, Manajer Komunikasi Hotel Mulia.</p>
<p>The Café, Hotel Mulia Senayan<br />
Jalan Asia Afrika,<br />
Senayan, Jakarta<br />
Telepon: (021) 5753270, 5747777 ext 4700</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/157/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/157/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=157&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2008/04/09/asyiknya-menjajal-menu-lintas-benua-dan-samudra-di-the-cafe-hotel-mulia-senayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kangen Menyeruput Mi Kocok Sukirman</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2008/04/04/kangen-menyeruput-mi-kocok-sukirman/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2008/04/04/kangen-menyeruput-mi-kocok-sukirman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 02:59:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata kuliner daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu makanan khas Bandung yang cukup legendaries adalah mi kocok. Di kota ini kini memang sudah bertebaran mi kocok dengan beragam merek dagang. Berbeda dengan tiga dasawarsa silam. Kalaupun ada, pedagang mi kocok di Bandung sangat sedikit. Hanya satudua saja yang berani tampil beda dengan rasa mi yang sip.
Salah satu kedai mi kocok yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=158&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Salah satu makanan khas Bandung yang cukup legendaries adalah mi kocok. Di kota ini kini memang sudah bertebaran mi kocok dengan beragam merek dagang. Berbeda dengan tiga dasawarsa silam. Kalaupun ada, pedagang mi kocok di Bandung sangat sedikit. Hanya satudua saja yang berani tampil beda dengan rasa mi yang sip.</p>
<p>Salah satu kedai mi kocok yang dapurnya terus mengebul sejak tahun 1970 hingga saat ini adalah Mih Kocok SKM Spesial Kaki Sapi.</p>
<p>Letaknya ada di Jalan Sunda. Begitu memasuki jalan satu arah ini, jangan ngebut. Seratus meter dari perempatan jalan, di sisi kanan jalan, kedai ini mangkal. Tandanya ada gantungan kaki sapi di bagian gerobak yang sudah permanen.</p>
<p>Sukirman, si perintis kedai ini, sudah meninggal sepuluh tahun silam. Namun, kedai ini tidak lantas mandek sepeninggal Sukirman. Belasan meja tetap tergelar.</p>
<p>Bangku panjang juga siap diduduki. Suwarto atau Anto menjadi generasi kedua penerus usaha mi kocok khas Pasundan ini. Tentu saja, ia bergotong-royong bersama dengan ibunda dan saudarasaudara lainnya.</p>
<p>Gerobak Mih Kocok SKM nangkring dengan santainya di pekarangan beratapkan tenda permanen. Di meja gerobak, Anto sudah siap dengan tiga belas mangkuk yang menengadah, menanti diisi bahan baku mi kocok. Agaknya, mangkuk ini memang sengaja ditata begitu agar senantiasa siap sedia menunggu pengunjung yang datang.</p>
<p>Di halaman itu pula berjejer kursi dan meja panjang dengan wadah plastik berisi kerupuk. &#8220;Banyak yang datang ke sini rombongan. Makanya meja dan kursinya panjang supaya lebih lega,&#8221; ujar Anto. Kalau penuh, kedai ini bisa memuat sekitar 50 orang sekaligus.</p>
<p>Di bagian dalam, jejeran bangku dan meja panjang juga tersedia. Tapi, pengunjung memang lebih suka menyantap mi kocok di halaman depan. Nah, kalau penuh, barulah bagian dalam ini diisi.</p>
<p>Sedikitnya 200 porsi sehari</p>
<p>Racikan mi kocok ini menempati wadah mangkuk berukuran tanggung. Kuahnya tak sampai luber, namun cukup untuk menemani mi telur berwarna kuning pucat yang pipih dan nyaris tak terputus. &#8220;Mi ini kami pesan khusus dari Cipaera,&#8221; beber Anto. Saban hari Anto menghabiskan sedikitnya 20 kg sampai 25 kg mi telur.</p>
<p>Bahkan, bisa lebih dari itu saat ujung minggu tiba.</p>
<p>Selain mi telur, ada toge di dalam mangkuk. Toge ini rasanya tidak lembek, tapi kemerenyes renyah. Rebusan toge pas untuk campuran mi kocok. Saban hari Anto harus menyediakan sedikitnya 20 kg toge, lo. Namun, kalau Anda tak suka kemunculan toge, Anda bisa, kok, memesan mi kocok bebas toge.</p>
<p>Sebagai penegas kekhasan mi kocok, Anto membubuhkan cuilan kaki sapi di racikan mi ini. Dalam sehari Anto meludeskan lima setel kaki sapi atau setara kaki 20 ekor sapi. Menurut hitungan Anto, satu kaki sapi bisa tercacah untuk sepuluh porsi mi kocok. Artinya, dalam sehari Anto bisa meladeni 200 porsi. Ini baru hari biasa, ya. Kalau weekend tiba dan kedai ini penuh pendatang dari jauh seperti Jakarta, wah&#8230; Anto bisa kewalahan meladeninya.</p>
<p>Meski tak royal memberi kuah, mi kocok ini kental rasa kaldunya. Barangkali Anto menyertakan tulang dan kaki sapi untuk direbus menjadi kaldu. Kuahnya keruh tidak seperti kuah bakso yang bening. Menyeruputnya hingga habis, Anda tak bakal eneg.</p>
<p>Anto menyediakan dua jenis mi kocok kaki sapi, yaitu yang biasa dan spesial. Yang spesial dilengkapi telapok atau bagian bawah kaki sapi yang berwarna kehitaman.</p>
<p>Eh, jangan membayangkan joroknya kaki sapi yang tengah menjejak lumpur, ya. Sebab, usai diolah, telapak sapi jadi sedap disantap, dan kehadirannya membuat rasa mi kocok jadi mantap.</p>
<p>&#8220;Ayah saya punya racikan mi kocok yang berbeda dengan lainnya,&#8221; papar Anto. Racikannya sepertiapa? Ini, mah, resep keluarga dan Anto tak sudi membagikannya. &#8220;Pokoknya, beda dengan tempat lain,&#8221; ujar Anto berahasia.</p>
<p>Dulu, banyak pengunjung menyukai tulang-tulang kaki sapi.</p>
<p>Atas permintaan pelanggan, Sukirman meladeninya. Saat ini bagian telapok sapi juga banyak diburu pelanggan. Alhasil bagian ini juga kini disediakan Anto.</p>
<p>Kalau Anda menyukai bagian sumsum kaki sapi, datanglah agak pagian. Anda akan mendapatkan sumsum kaki sapi nan segar dan lezat. &#8220;Kalau sudah agak siangan, sudah habis!&#8221; kata Anto.</p>
<p>Lantas, apa yang membikin mi kocok SKM bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner? Sepeninggal Sukirman, usaha ini ditangani istrinya. Tak ada satu pun karyawan yang membikin ramuan mi kocok ini.</p>
<p>Makanya, lebih dari tiga dasawarsa kedai ini bertahan. Rahasianya, mempertahankan rasa.</p>
<p>&#8220;Selain itu, kami juga harus bisa melihat kemauan pelanggan,&#8221; imbuh Anto. Dengan begitu, kendati ada kedai-kedai mi kocok lain yang bermunculan belakangan, kedai ini tak ditinggalkan pelanggannya. Bahkan, tetap menggaet pelanggan baru. Bila ingin mencicipi, ongkos seporsi cukup Rp 10.000 saja. Murah, kan?</p>
<p>+++++<br />
Bertahan Hampir 40 Tahun</p>
<p>Zaman keemasan Mih Kocok SKM Spesial Kaki Sapi barangkali sudah lewat. Tapi kelegendarisannya tak juga padam. Maklum, ada begitu banyak orang tua yang bernostalgia dengan mi kocok racikan asli Sukirman, si empunya kedai mi kocok ini. Seruputan kuah mi kocok yang gurih dengan kekenyalan kaki sapi dan toge yang kemerenyes sungguh bikin kangen.</p>
<p>Tahun 1970, Sukirman mulai merintis kedai ini. Kala itu mi kocok belum sepopuler sekarang ini. Sebelum mencoba berjualan mi kocok, Sukirman adalah penjual kopi dan nasi di kantor keuangan negara. Lantaran menu mi kocok saat itu terbilang &#8220;biasa saja&#8221;, Sukirman nekat membikin mi kocok yang &#8220;luar biasa&#8221;.</p>
<p>Nama kedai SKM merupakan kependekan nama Sukirman. Saat itu Jalan Sunda juga belum jadi jalan satu arah seperti saat ini. Jalanan itu sibuk dengan derasnya kendaraan dari dua arah.</p>
<p>Sukirman buka mulai jam 9 pagi hingga 11 malam. Dibantu empat orang anaknya, Sukirman membesarkan kedai sederhananya dari ukuran 5 m x 8 m yang mampu menampung 10 orang pengunjung saja. &#8220;Saat itu enggak pakai meja, orang-orang makan mi kocok ya, disangga pakai tangan saja,&#8221; tutur Suwarto, generasi kedua penerus Mi Kocok SKM.</p>
<p>Semangkuk mi kocok saat itu dibanderol Rp 150. Penyuka mi kocok olahan Sukirman makin banyak. Lantaran Sukirman tak bisa memperluas warung tendanya, pengunjung pun rela makan mi kocok di dalam kendaraan. Risikonya, ada yang lupa bayar. Tak jarang, mangkuk terbawa pembeli.</p>
<p>Sukirman tak jarang juga harus melarikan gerobaknya saat petugas datang membersihkan kawasan Jalan Sunda dari pedagang. Toh, Sukirman tetap telaten membesarkan kedainya.</p>
<p>Meski keuntungannya tipis, Sukirman nyatanya tetap bisa menabung untuk membeli rumah yang kini menjadi kedai mi kocok. Sejak tahun 1986, ia meninggalkan lahan secuil di perempatan jalan, dan berpindah ke rumah permanen ini.</p>
<p>Mih Kocok SKM<br />
Spesial Kaki Sapi<br />
Jl. Sunda 38, Bandung<br />
Telepon: (022) 4201582</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/158/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/158/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=158&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2008/04/04/kangen-menyeruput-mi-kocok-sukirman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikmati sate ayam sehat ala Sate Ayam Ponorogo Pak Siboen</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2008/02/05/menikmati-sate-ayam-sehat-ala-sate-ayam-ponorogo-pak-siboen/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2008/02/05/menikmati-sate-ayam-sehat-ala-sate-ayam-ponorogo-pak-siboen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 05:44:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persatean]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2008/02/05/menikmati-sate-ayam-sehat-ala-sate-ayam-ponorogo-pak-siboen/</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana rasanya punya banyak duit, tapi tidak bisa menikmati makanan yang nikmat bin lezat? Pasti tersiksa. Duit yang ngeriung di saku terasa hambar. Maklum, mulut kudu berpuasa makanan kesukaan, karena terhadang sejumlah pantangan. Kalau bandel, ujung-ujungnya malah menuai bencana yang lebih parah. Misalnya, kena serangan kolesterol binal.
Namun, jangan putus asa dulu. Bagi Anda yang pantang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=155&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagaimana rasanya punya banyak duit, tapi tidak bisa menikmati makanan yang nikmat bin lezat? Pasti tersiksa. Duit yang ngeriung di saku terasa hambar. Maklum, mulut kudu berpuasa makanan kesukaan, karena terhadang sejumlah pantangan. Kalau bandel, ujung-ujungnya malah menuai bencana yang lebih parah. Misalnya, kena serangan kolesterol binal.</p>
<p>Namun, jangan putus asa dulu. Bagi Anda yang pantang mengudap sate ayam karena banyak kolesterol jahat, ada jalan keluar yang cukup aman, kok.</p>
<p>Ya, itulah kekhasan Sate Ayam Ponorogo Pak Siboen. Kulit ayam yang menempel pada sate masih bisa Anda lahap lantaran kedai sate ini mengeluarkan dulu lemak daging ayam yang menjadi biang keladi kolesterol jahat. Hap, Anda dengan bebas bisa menelan sate nan gurih, empuk, dan padat ini.</p>
<p>Sebelum disajikan ke pengunjung, kulit ayam direbus dulu untuk memeras lemaknya. Tetesantetesan lemak pun semakin berceceran ketika kulit dipanggang api.</p>
<p>&#8220;Insya Allah, sate ini aman dimakan oleh setiap orang, tanpa takut pantangan,&#8221; kata Hj. Srini, pemilik kedai Sate Ayam Ponorogo Pak Siboen di Jakarta.</p>
<p>Bu Hajah Srini bukan Cuma menawarkan sate kulit. Pengunjung juga bisa menikmati sate daging ayam dan hati. Semuanya asli ayam kampung yang disajikan tanpa ada campuran lemak di setiap tusuknya.</p>
<p>Jelas, ini berbeda dengan sate madura yang campur aduk antara daging dan lemak di setiap tusuknya. Pokoknya, setiap penganan olehan Pak Siboen tidak mengandung kolesterol yang berlebihan.</p>
<p>Kedai sate ini enggan memasak ayam negeri, karena bakal mengurangi kelezatannya. Maklum, daging ayam negeri rada gembur, sehingga tidak terasa padat berisi sebagaimana ayam kampung. Kalau dipaksakan dengan memakai daging ayam negeri, pengunjung bisa kecewa dan bisa-bisa enggan balik lagi.</p>
<p>Ciri khas utama lainnya dari kedai ini, bumbu kacang sate ponorogo ini sangat halus. Saking halusnya, butiran-butiran kacangnya tak terlihat lagi.</p>
<p>Untuk menghilangkan jejak ini, ada caranya. Kacang digongseng dulu tanpa minyak. Kemudian buang kulit dan mata kacangnya agar enggak terasa pahit. Setelah itu, kacang digiling sampai halus. Karena kacangnya digoreng tanpa menggunakan minyak, kadar lemak pun makin menipis.</p>
<p>Maklum, penggunaan minyak bakal membuat lemak makin bertumpuk. &#8220;Banyak kelebihan Pak Siboen ini. Sate dan bumbunya sedikit mengandung lemak,&#8221; kata Sukamto, tangan kanan Hj. Srini.</p>
<p>Lontong Pak Siboen unik</p>
<p>Makanya, Sukamto berani mengadu kelezatan sate ponorogo dengan sate madura. Pasalnya, selain campur aduk dengan lemak yang merupakan biang penyakit di setiap tusuknya, bumbu sate madura digoreng pakai minyak.</p>
<p>Ada lagi, lontong Pak Siboen terbilang unik karena tidak memakai bahan pengeras sebagaimana lazimnya lontong. Lontong buatan Hj. Srini mengeras alami setelah melalui proses pengadukan. Rasanya makin nikmat karena dibuat dari beras murni berkualitas mumpuni.</p>
<p>Bagaimana harganya? Anda jangan takut kebobolan kantong. Untuk sate daging ayam dan hati, harganya Rp 11.000 per porsi. Sedangkan sate kulit lebih murah sedikit, Rp 10.000 per porsi.</p>
<p>Pengunjung juga bisa memesan sate campur dengan harga Rp 10.000 per porsi. Aneka penganan itu bisa dimakan bareng nasi atawa lontong. Kalau pakai nasi tambah Rp 3.000, sedangkan dengan lontong rogoh lagi Rp 2.000.</p>
<p>Kedai Pak Siboen pun menyediakan balungan alias sisa-sisa tulang ayam yang bercampur daging. Tapi, makanan ini tidak setiap saat tersedia. Maklum, memasaknya rada rumit. Tulang ayam kudu dimasak kering dengan belimbing wuluh, kemudian dibubuhi aneka bumbu.</p>
<p>Walau begitu, Anda tetap bisa menikmatinya asal memesan dulu. Sebelum singgah di Sate Pak Siboen, hubungi saja Hj. Srini untuk membuatkannya.</p>
<p>Hanya, pesanannya kudu rada banyak, misalnya 10 porsi. Harganya Rp 7.000 per porsi dan menjadi Rp 10.000 per porsi kalau ditambah nasi.</p>
<p>Sate Ponorogo Pak Siboen buka mulai pukul 12 siang hingga 10 malam. Pengunjung biasanya lebih ramai di malam hari. Kalau kita amati, para pengunjungnya datang dari berbagai kalangan, seperti karyawan, mahasiswa, dan bahkan orang pacaran. Enggak heran, setiap hari, pengunjung melahap sekitar 700 tusuk sate.</p>
<p>Kalau ingin mengadakan pesta di rumah, Anda bisa memboyong kru Pak Siboen. Syaratnya, pembeli kudu memesan paling sedikit 1.000 tusuk. Ini untuk menutupi ongkos yang menggelontor menuju lokasi yang tuju.</p>
<p>Kedai ini menyediakan pula layanan antar seputar Jakarta, Bekasi, dan Depok. &#8220;Lebih jauh juga bisa, tapi jumlah pesanannya tentu harus lebih banyak. Makin jauh jaraknya, ongkosnya kan makin mahal, sehingga pesanan harus lebih banyak,&#8221; papar Sukamto.</p>
<p>Kini saatnya menyantap sate tanpa takut kolesterol binal.</p>
<p>+++++<br />
Sudah Keluar dari Ponorogo Sejak Tahun 1954</p>
<p>Anda mungkin bingung. Sate ponorogo kok khas Kediri? Begini ceritanya. Pada tahun 1954, anak Pak Siboen, yakni Karto Senen dan Miskan, membuka warung tenda pinggir jalan di Kediri, Jawa Timur.</p>
<p>Mereka meneruskan profesi Pak Siboen yang berjualan di Ponorogo. Tapi, supaya makin mumpuni, keduanya pindah ke Kediri. Maklum, potensi bisnis di Kota Kretek itu lebih luas. Soalnya, di sana masih jarang pedagang sate khas Ponorogo.</p>
<p>Keputusan kakak beradik itu tepat. Warung mereka makin hari bertambah ramai. Pengunjung akhirnya malah mengenal Miskan sebagai Pak Siboen. Lantas, anakanak Karto Senen dan Miskan membuka kedai sate ponorogo dengan merek dagang yang sama, Sate Ponorogo Pak Siboen.</p>
<p>Sekarang, Sate Ponorogo Pak Siboen tersebar di berbagai kota. Di Kediri ada di tiga tempat, Malang 2 tempat, Tulung Agung 1 tempat, dan di Jakarta 1 tempat. Pengelola di Jakarta adalah Hj. Srini, putri Karto Senen. Sedangkan di kota lain dikelola kakak dan sepupunya. Restoran paling besar kini ada di Kediri dan Malang.</p>
<p>Hj. Srini awalnya tidak langsung terjun berjualan sate. Padahal, ia sudah hijrah ke Jakarta sejak tahun 1975 bersama suaminya, Suhardi Basuki.</p>
<p>Dia malah bekerja di apotek. Belakangan, setelah melihat potensi bisnis sate ponorogo masih terbuka lebar di Jakarta, dia pun banting setir. Ia mulai berdagang sate ini sejak tahun 1991. Jelas, ini strategi jitu. Soalnya, penjual sate khas Ponorogo di Kota Jakarta hingga kini terbilang minim.</p>
<p>Awalnya, Srini berjualan di warung tenda di Jalan Jatiwaringin, Jakarta Timur. Seiring makin ramainya pengunjung yang datang, dia lalu pindah ke tempat permanen sejak 2005. Dengan begitu, pengunjung bisa lebih nyaman menyantap sate yang sehat ini.</p>
<p>Sate Ayam Pak Siboen</p>
<p>l. Jatiwaringin No. 18 Jakarta</p>
<p>Timur (depan Swalayan Naga)</p>
<p>Telepon: (021)8463262,081513316101</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/155/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/155/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=155&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2008/02/05/menikmati-sate-ayam-sehat-ala-sate-ayam-ponorogo-pak-siboen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yuk, rasakan nikmatnya sajian Kepiting Cak Gundul</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2008/02/01/yuk-rasakan-nikmatnya-sajian-kepiting-cak-gundul/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2008/02/01/yuk-rasakan-nikmatnya-sajian-kepiting-cak-gundul/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 04:59:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masakan daerah di Ibukota]]></category>
		<category><![CDATA[Seafood dan olahan ikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2008/02/01/yuk-rasakan-nikmatnya-sajian-kepiting-cak-gundul/</guid>
		<description><![CDATA[No. 4, Tahun XII, Minggu IV Oktober 2007 
Kedai
Akhir bulan lalu, satu lagi kedai seafood hadir di Jakarta. Namanya Kepiting Cak Gundul 1992, mengambil posisi di Kelapa Gading. Sesuai namanya, menu andalan kedai ini berupa olahan kepiting. Hewan bercapit ini diolah menjadi berbagai masakan yang menggugah selera. Mulai dari kepiting asam manis, kepiting bumbu kare, atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=154&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>No. 4, Tahun XII, Minggu IV Oktober 2007 <br />
Kedai<br />
Akhir bulan lalu, satu lagi kedai seafood hadir di Jakarta. Namanya Kepiting Cak Gundul 1992, mengambil posisi di Kelapa Gading. Sesuai namanya, menu andalan kedai ini berupa olahan kepiting. Hewan bercapit ini diolah menjadi berbagai masakan yang menggugah selera. Mulai dari kepiting asam manis, kepiting bumbu kare, atau kepiting masak mentega.</p>
<p>Di Jakarta boleh newbie, tapi sebenarnya Kepiting Cak Gundul sudah ada di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur sejak tahun 1992. Di tanah kelahirannya itu, Cak Gundul memang sudah terkenal. Coba tanya saja pada setiap orang di Pandaan. Pasti semua akan memberi tahu letak Cak Gundul.</p>
<p>Sebelum ke Jakarta, Cak Gundul sudah melebarkan sayapnya ke Surabaya, tiga tahun yang lalu. Di Surabaya, Kepiting Cak Gundul juga lumayan terkenal. Racikan khasnya membuat orang ingin berkunjung lagi.</p>
<p>Machsun, pemilik kedai Cak Gundul, lalu bercerita. Ia melebarkan sayap ke Jakarta karena banyak pengunjungnya meminta untuk membuka cabang. Sebelum ke Jakarta, ia mempunyai alternatif kota lain, yakni Balikpapan dan Bandung. Lantaran banyak orang Pasuruan, Malang, Surabaya di ibukota, Cak Gundul pun hadir.</p>
<p>Saat mencari lokasi ia mempunyai dua alternatif lokasi, di Cibubur dan di Kelapa Gading. Setelah berkonsultasi dengan istrinya, Machsun kemudian membuka cabang di Kelapa Gading.</p>
<p>Pilihan itu rada aneh, soalnya tempat itu masih sepi. Tapi, Machsun punya alasan lain. Kepiting Cak Gundul sudah cukup punya nama, sehingga di mana pun ia membuka orang akan mencarinya.</p>
<p>Benar saja. Saat beriklan di suratkabar bahwa Cak Gundul hadir di Kelapa Gading, banyak pelanggan yang meneleponnya.</p>
<p>Untuk mendapatkan tempat tersebut, Machsun menyewa ruko Rp 60 juta setahun. Ia menyewanya selama dua tahun.</p>
<p>Tapi, pagi-pagi Machsun mengatakan ke pemilik ruko, kalau kedainya nanti ramai, ia akan membeli ruko tersebut. Karena alasan itu, pemilik ruko memberi potongan harga sewa. &#8220;Saya dikasih Rp 40 juta setahun,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Ruang Cak Gundul Kelapa Gading dapat memuat sekitar 60 tamu. Tapi, jika malam bisa lebih banyak. &#8220;Kalau yang di Surabaya bisa 175 orang. Dan, di Pandaan lebih banyak lagi,&#8221;ungkapnya.</p>
<p>Bisa 1 ton kepiting/hari</p>
<p>Di kedai ini Anda bisa memilih sendiri kepiting yang Anda inginkan, lalu ditimbang. Dari situ bisa diperkirakan berapa dalam pengunjung mesti merogoh kocek.</p>
<p>Untuk kepiting jumbo atau kepiting jantan Rp 100.000 per kg. Sementara, untuk kepiting kualitas super 1 Rp 90.000 per kg, dan super 2 Rp 80.000 per kg. Nah, untuk jenis full jumbo, yaitu kepiting telur, per kilonya Rp 110.000. Lantaran menggunakan konsep dapur terbuka, pengunjung bisa melihat langsung saat kepiting dibersihkan, diolah, dan kemudian disajikan di meja. Meski mengusung konsep terbuka, Machsun tak ingin pengunjung kedainya terganggu. Anda tak terganggu asap atau kotoran dari masakan.</p>
<p>Untuk rasanya, kepiting olahan Machsun memang istimewa.</p>
<p>Saat mencecap kepiting asam manis, rasa manis nan nikmat sangat mendominasi. Jika tak begitu menyukai rasa manis, Anda bisa berpesan kepada pramusajinya.</p>
<p>Jika menyukai pedas, Anda juga bisa memesan kepiting asam manis yang pedas.</p>
<p>Kepiting bumbu kare juga demikian. Harum bumbu kare langsung menyeruak. Ingat, jangan buruburu menyeruput kuah kare itu, bisa-bisa lidah Anda terbakar.</p>
<p>Tunggu sebentar, lalu seruput pelan- pelan, maka rasa hangat akan langsung menghuni perut Anda.</p>
<p>Saat mencecap kepiting, tak perlu bekerja keras. Soalnya, cangkang kepiting sudah dibuat sedemikian rupa sehingga Anda tidak perlu repot-repot memukul atau menjepit capit tersebut hingga pecah. Juru masak sudah memecah capit agar Anda tinggal membuka, dan nyam&#8230;, daging kepiting yang gemuk-gemuk bisa langsung Anda nikmati. Jika Anda tidak menyukai kepiting, pilih saja hidangan laut lain. Misalnya, cumi dan udang yang dimasak asam manis atau mentega.</p>
<p>Juga ada ikan dorang goreng atau bakar asap. Untuk sayurnya ada cah kangkung.</p>
<p>Dalam sehari, ketiga kedai Kepiting Cak Gundul bisa menghabiskan kurang lebih 400 kg kepiting.</p>
<p>Sedangkan saat hari libur bisa menghabiskan sampai 600 kg. &#8220;Kalau Lebaran bisa sampai 1 ton,&#8221;ucap Machsun.</p>
<p>Untuk memenuhi stok bahan baku, dia sudah punya pemasok khusus yang mendatangkan kepiting tangkapan dari Jawa Timur dan Kalimantan.</p>
<p>Ada satu lagi keistimewaan dari Kepiting Cak Gundul. Yaitu, air masaknya diambil langsung dari Gunung Salak. Tapi, itu hanya untuk kedai di Jakarta dan Surabaya. Sedangkan untuk di Pandaan, Machsun mengambil langsung dari mata air di Pandaan.</p>
<p>Agar tamu mengetahui hal tersebut, Macshun menuliskannya di setiap kedainya. &#8220;Mereka akan jadi tahu airnya dari mana,&#8221;ujar Machsun.</p>
<p>+++++<br />
Demi Nama, Wajib Cukur Rambut Dua Hari Sekali</p>
<p>Perjuangan Machsun hingga sukses seperti saat ini memang berliku. Ayah dua anak ini mengawali karier di dunia kuliner pada 1989. Saat itu dia membuka warung di Surabaya. Jualannya nasi goreng, ayam goreng, dan sebagainya.</p>
<p>Sampai tiga tahun, warungnya tak ada kemajuan. Orangtuanya lalu minta Machsun pulang ke Pandaan untuk menikah.</p>
<p>Setelah menikah ia mengadu nasib lagi ke Surabaya. Tapi, nasib tetap sama. Warungnya tak mengalami kemajuan dan akhirnya gulung tikar lagi. Namun, ia tak patah semangat. Machsun pulang lagi ke Pandaan dan meminjam perhiasan istrinya untuk dijual.</p>
<p>Hasil penjualan tersebut Rp 600.000. &#8220;Yang Rp 400.000 saya ambil buat modal buka warung di Pandaan. Sisanya saya berikan istri saya,&#8221;kenangnya.</p>
<p>Tahun 1992, di Pandaan ia kembali membuka warung makan yang menjual berbagai masakan dari kepiting. Selama setahun Machsun belum bisa meraih hasil memuaskan. Ia terus mencoba mencari racikan yang istimewa. Akhirnya, meski lambat, warungnya mulai ramai.</p>
<p>Lantaran banyak tamu yang menanyakan apa nama warungnya, ia mulai berpikir untuk memberi nama. Kepiting Cak Gundul 1992 pun tercipta. Untuk menyesuaikan dengan nama tersebut, ia mencukur habis rambutnya. &#8220;Mulai dari itu dua hari sekali saya cukur,&#8221;ujar Machsun alias Cak Gundul.</p>
<p>Kepiting Cak Gundul 1992</p>
<p>Pandaan: Jalan Raya Surabaya- Malang km. 48,<br />
Pandaan, Pasuruan.<br />
Telp.: (0343) 639989<br />
Surabaya: Jalan Raya KupangIndah, Surabaya.<br />
Telp.: (031) 7327554<br />
Jakarta: Jalan Raya Boulevard QJ. 1 No. 31 Kelapa Gading<br />
Jakarta Utara.<br />
Telp.: (021) 4535570<br />
 <br />
Print</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/154/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/154/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=154&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2008/02/01/yuk-rasakan-nikmatnya-sajian-kepiting-cak-gundul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Acha&#8230;, Acha&#8230;, Silakan Cicipi si Komala&#8217;s</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/26/acha-acha-silakan-cicipi-si-komalas/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/26/acha-acha-silakan-cicipi-si-komalas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 04:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan asing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/26/acha-acha-silakan-cicipi-si-komalas/</guid>
		<description><![CDATA[Boleh jadi, belum begitu banyak masyarakat Indonesia yang familier dengan masakan India. Tapi, tak ada salahnya Anda menjajal Komala&#8217;s, restoran waralaba dengan masakan khas India yang sudah buka sejak tahun 2004.
Dari penampilannya saja, kita langsung bisa menebak kalau tempat ini berkonsep cepat saji. Inilah yang membedakan Komala&#8217;s dari restoran serupa yang kebanyakan berkonsep dine in.
Komala&#8217;s [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=153&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Boleh jadi, belum begitu banyak masyarakat Indonesia yang familier dengan masakan India. Tapi, tak ada salahnya Anda menjajal Komala&#8217;s, restoran waralaba dengan masakan khas India yang sudah buka sejak tahun 2004.</p>
<p>Dari penampilannya saja, kita langsung bisa menebak kalau tempat ini berkonsep cepat saji. Inilah yang membedakan Komala&#8217;s dari restoran serupa yang kebanyakan berkonsep dine in.</p>
<p>Komala&#8217;s sendiri berasal dari India Selatan. Masakannya ratarata berkuah dan tajam akan bumbu rempah-rempah. Seperti cengkeh, lada hitam, bawang bombay, cabai, kacang cikpis, kacang lentil, serta kentang .</p>
<p>Sebagian campuran bumbu masakan itu diimpor langsung dari India Selatan. &#8220;Kami menjaga rasa masakan dengan bumbu asli dari daerah sana. Bahkan, untuk jenis roti seperti chappathis dan vadai yang merupakan makanan khas juga diimpor,&#8221; kata Asisten Manajer Komala&#8217;s Endaiyani.</p>
<p>Selain itu, untuk menjaga rasa dan aroma tradisional India Selatan pada makanannya, Komala&#8217;s mengalasi produk makanan mereka dengan daun pisang.</p>
<p>Menu jagoan restoran ini adalah South Indian thali meal, masala dasai, dan chicken curry parrota plate. Mari kita kupas menu tersebut satu per satu.</p>
<p>South Indian thali meal adalah menu yang ramai akan sajian. Bayangkan saja, dalam satu baki terdapat satu porsi nasi putih, dua helai roti chappathis (roti berbentuk lembaran), satu mangkuk rasam, dan tiga mangkuk sayur.</p>
<p>Sayurannya terdiri dari campuran buncis, wortel, kembang kol, kentang, dan sedikit susu. Kemudian ada satu mangkuk yellow dal, yaitu campuran kentang dan kacang lentil yang sangat kental, plus satu mangkuk curryyal yang juga berbahan dasar kentang, satu mangkuk sambar, yaitu paduan bawang merah, kentang, cabe bulat, dan kacang panjang. Lalu, masih ada satu mangkuk pickle, yaitu seperti sambal mangga muda, satu mangkuk yoghurt, dan satu gelas butter milk.</p>
<p>Yang rada unik adalah rasa butter milk. Mirip wedang jahe. Namun, jahe pada minuman ini dicampur dengan yoghurt kental, cabe, garam, dan tidak ketinggalan ada bumbu rempah-rempahnya. Wah, kenyang banget, deh. Satu paket South Indian thali meal yang bejibun ini harganya Rp 49.900 saja.</p>
<p>Adapun masala dasai adalah sajian gulungan roti besar yang berisi campuran kentang halus, cabe hijau, dan sayuran disertai dua jenis saus, yaitu saus coconuts dan union chutney. Saus coconut merupakan santan yang dikentalkan, sedangkan union chutney adalah sambar. Satu porsi masala dasai ini cukup seharga Rp 27.000.</p>
<p>Ada pula menu dariChina dan Timur Tengah</p>
<p>Sementara itu, chicken curry parrota adalah sajian ayam yang disuwir-suwir dalam lembaran roti. Untuk menemani roti ini, ada satu mangkuk sup yang juga berbumbu kari ayam. Chicken curry parrota ini bisa Anda cicipi hanya dengan membayar Rp 32.727.</p>
<p>Cara makan dari tiap hidangan restoran India ini bebas saja, tergantung selera masing-masing. Tapi kebanyakan, sih, dengan cara mencocol langsung ke masing- masing sajian.</p>
<p>Soal rasa, tentu berbeda meski terkadang ada kemiripannya sedikit. Maklum, bumbu dasar yang dipergunakan sering sama. Yang pasti, dalam kecapan lidah adarasa bumbu kari.</p>
<p>Menurut Endai, untuk South Indian thali meal bisa tandas 80 porsi per hari. Di akhir pekan bisa mencapai 120 porsi. Untuk menu masala dasai, di hari biasa bisa habis hingga 100 porsi dan akhir pekan 130 porsi. Sedangkan, chicken curry parrota di hari kerja habis 60 porsi, dan akhir pekan bisa sampai 80 porsi.</p>
<p>Meski Komala&#8217;s berjargon real Indian real taste, restoran ini juga menyediakan makanan negara lain yang sudah familier bagi lidah masyarakat Indonesia. Sebut saja makanan dari Timur Tengah, yaitu nasi kebuli, maupun masakan dari China. La, kok bisa ada di sini? &#8220;Tujuannya supaya orang Indonesia juga bisa memilih makanan yang mereka sudah tahu,&#8221; ujar Endai. Ini untuk menampung pengunjung yang tidak tertarik makanan khas India.</p>
<p>Menurut Endai, rasa masakan non-India itu tak kalah sedapnya. Coba saja Anda bandingkan dengan restoran lainnya yang menyediakan makanan utama nasi kebuli atau masakan dari China. &#8220;Sebab, koki di restoran Komala&#8217;s ini merupakan koki dengan keahlian memasak mancanegara,&#8221; kata Endai.</p>
<p>Harga sajian yang berkisar antara Rp 20.000-Rp 50.000 memang cukup terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Dengan harga segitu, plus masakan seabrek-abrek, dalam sehari ada sekitar 100 pengunjung yang datang ke Komala&#8217;s. Persentasenya 60% orang India dan sisanya non-India. Yang non-India ini umumnya orang kita, termasuk keturunan China.</p>
<p>Oh, ya, hidangan Komala&#8217;s berupa sajian vegetarian. Jadi meski memajang nama ayam atau kambing di daftar menu, semuanya berupa daging palsu yang terbuatdari kacang kedelai.</p>
<p>+++++<br />
Semua Berbahan Tumbuh-tumbuhan</p>
<p>Sejak awal berdirinya, sewaktu Komala&#8217;s berwujud tempat makan di salah satu sudut perkampungan di India Selatan, kedai ini sudah memproklamirkan diri sebagai kedai dengan makanan vegetarian.</p>
<p>Alhasil, ketika Komala&#8217;s kemudian buka di Singapura dan menawarkan waralaba hingga ke Filipina, Malaysia, Thailand, Kanada, Amerika Serikat, dan Indonesia, sajian vegetarian tetap menempel pada restoran tersebut.</p>
<p>Tak usah heran, meski makanan yang tampil adalah makanan dengan nama nasi kebuli kambing, nasi kebuli ayam, chicken curry parrota plate, chicken Manchurian rice plate, chicken Manchurian served with rice, dan panner manchurian/ noodle plate, semua masakan tersebut sama sekali tidak berbahan daging. Semua masakan ini justru berasal dari bahan baku tumbuh-tumbuhan yang diolah menjadi bahan pangan tertentu.</p>
<p>Lihat saja, untuk bentuk daging ayam, biasanya manajemen Komala&#8217;s menyiasatinya dengan membentuk terigu atau soya bean (kacang kedelai) yang diberi bumbu khusus dengan aroma daging. Bentuk terigu ini biasanya akan dibikin mirip dengan bentuk daging ayam.</p>
<p>Untuk daging burger, biasanyadibentuk dari keju tawar yang diberi bumbu-bumbu manchuria. Sehat dan nikmat.</p>
<p>Komala&#8217;s Restaurants<br />
Real Indian Real Taste<br />
Sarinah Building<br />
Jl. M.H. Thamrin No. 11, Jakarta.<br />
Telepon: (021) 3903533.<br />
 <br />
Print</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/153/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/153/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=153&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/26/acha-acha-silakan-cicipi-si-komalas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari, Mondok Sebentardi Pondok Seafood</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/20/mari-mondok-sebentardi-pondok-seafood/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/20/mari-mondok-sebentardi-pondok-seafood/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2008 04:57:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seafood dan olahan ikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/20/mari-mondok-sebentardi-pondok-seafood/</guid>
		<description><![CDATA[Nah, bagaimana bila Anda disodori ikan baronang dan ikan bawal dengan bumbu rica-rica maupun saus pedas oleh Pondok Seafood? Andapasti tak akan menolaknya. Apalagi bila keduanya dimasak oleh tangan-tangan yang tahu persis bumbu ikan khas Makassar. â€œDi mana-mana terkenal, seafood enak itu olahan khas Makassar,â€ klaim Rudi Loangadi, Manajer Operasional Pondok Seafood.
Hanya, di kedai ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=152&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Nah, bagaimana bila Anda disodori ikan baronang dan ikan bawal dengan bumbu rica-rica maupun saus pedas oleh Pondok Seafood? Andapasti tak akan menolaknya. Apalagi bila keduanya dimasak oleh tangan-tangan yang tahu persis bumbu ikan khas Makassar. â€œDi mana-mana terkenal, seafood enak itu olahan khas Makassar,â€ klaim Rudi Loangadi, Manajer Operasional Pondok Seafood.<br />
Hanya, di kedai ini Anda tak mendapatkan olahan khas Makassar 100%. Soalnya, sudah dimodifikasi sesuai lidah orang-orang yang bermukim di Jakarta. Inilah salah satu strategi Rudi agar masakannya diterima oleh orangorang seantero Jakarta.</p>
<p>Di kedai ini Anda bisa memilih aneka seafood. Anda pun bisa memilih Pondok Seafood yang ada di Casablanca, atau cabang di Kemang, BSD, dan Cibubur.</p>
<p>Tahu sendiri, olahan tangkapan laut tak jauh dari kepiting, ikan, udang, dan cumi. Selebihnya diolah dengan saus pedas, lada hitam, saus tiram, goreng pedas, asam manis, goreng tepung, dan bakar rica. Di Pondok Seafood ini jagoannya ikan baronang bakar rica dan bawal goreng pedas.</p>
<p>Kalau mau yang lain, kedai ini juga menyajikan kerapu bakar rica, kepiting saus pedas, kepiting lada hitam, kepiting saus tiram, gurami goreng asam manis, udang galah bakar, udang pancet bakar, cumi goreng tepung, dan masih banyak sajian laut lainnya.</p>
<p>Sedapnya baronang rica</p>
<p>Sembari menunggu ikan baronang bakar rica dan bawal goreng pedas, Anda bisa memesan otakotak Makassar. Tak berbeda dengan otak-otak yang biasa dijumpai di mana pun di Jakarta. Otakotaknya dibungkus dengan daun pisang dan dibakar di api yang kecil. Aroma yang menyeruak dari otak-otak ini akan merangsang indra pencium dan memerintah indra pengecap menjajalnya.</p>
<p>Yang istimewa, otak-otak di kedai ini berasal dari Makassar. â€œBentuknya boleh sama dengan yang ada di sini, tetapi lebih gurih, lebih terasa ikannya, dan lebih kenyal,â€ kata Rudi.</p>
<p>Tapi, otak-otak di kedai ini sungguh nikmat dan tak bisa tergantikan. Tak usah heran, seminggu Rudi bisa menghabiskan 2.000- 3.000 bungkus otak-otak.</p>
<p>Rudi pernah menjajal membikin otak-otak dari tengiri dengan resep ala Makassar. â€œTapi, rasanya kurang pas,â€ kata dia. Akhirnya, ia memilih untuk mengambil dari Makassar saja, kendati ongkosnya sedikit lebih mahal lantaran harus dikirim lewat udara.</p>
<p>Kalau sudah sedikit terganjal dengan otak-otak, bolehlah Anda mulai menikmati ikan baronang bakar rica dan bawal goreng pedas. Keduanya disajikan dalam ukuran piring sedang dengan hiasan irisan selada, mentimun, dan tomat yang sederhana.</p>
<p>Kalau Anda pesan keduanya, baiknya mencicipi ikan bawal goreng pedas lebih dahulu. Ikan ini digoreng garing dan dibumbui kecap manis. Irisan cabe berikut biji cabe berenang di antara kuah kecap manis tersebut.</p>
<p>Bumbu manis dari kecap ini cukup meresap ke dalam ikan bawal. Dus, rasa manis juga sedikit menyeruak dari daging ikan bawal. Tapi, jangan khawatir bila Anda tak suka manis. Imbangi saja dengan irisan cabe yang agak nyelekit.</p>
<p>Cuma, tentu saja lebih nendang pedasnya ikan baronang bakar rica. Lihat saja irisan kasar cabe merah yang dihaluskan bersama dengan tomat, bawang putih, dan kemangi menutupi ikan baronang yang dibakar. Badan ikan baronang nyaris tak terlihat lantaran racikan bumbu pedas yang menghampar di atasnya.</p>
<p>Coba cuil ikan baronang itu dan jangan lupa membawa serta sambal pedasnya. Rasanya lidah seperti kena tendang David Beckham. Mantap surantap!</p>
<p>Selain otak-otak, Rudi tidak mengangkut satu material pun dari seberang lautan. Semua jenis tangkapan laut dan bumbu-bumbunya sudah tersedia di Jakarta.</p>
<p>Suatu hari, permintaan kepiting cukup tinggi. Rudi tak membiarkan kosong begitu saja. Dengan sigap ia memasok kepiting langsung dari Timika maupun Sulawesi.</p>
<p>â€œSesungguhnya kepiting dari dua daerah itu lebih padat dagingnya dan lebih gurih,â€ ujar Rudi.</p>
<p>Namun, mendatangkan kepiting dari luar Jawa ini tidak setiap saat. Hanya kalau Jakarta kehabisan stok saja.</p>
<p>Sayang, Rudi tak bisa menghitung banyaknya ikan yang ludesdari akuarium setiap harinya. Untuk gambaran saja, di kedai Casablanca, Rudi mampu menghabiskan beras sekitar 50 kg per hari. Di BSD, berlipat dua kalinya.</p>
<p>Nah, barangkali Anda bisa menghitung berapa porsi ikan yang dibakar maupun digoreng Rudi.</p>
<p>Berapa harganya? Ikan baronang Rp 14.500 per ons. Rata-rata, 1 ekor berbobot 3 ons-4 ons. Ikan bawal putih beratnya sekitar 4 ons-5 ons dengan takaran Rp 17.500 per ons. Kangkung cah polos Rp 12.500. Nasi putih seporsi Rp 5.000 dan es jeruk Rp 7.500.</p>
<p>Maka, seporsi baronang bakar rica-rica, ikan bawal putih goreng, plus kangkung cah polos dengan satu nasi dan tiga air jeruk, bakal menggerus kocek Anda tak lebih dari Rp 200.000.</p>
<p>Cocok harganya? Nah, mondoklah ke Pondok Seafood itu</p>
<p>+++++<br />
Sebaiknya Pesan Tempat Dahulu</p>
<p>Perjalanan Rudi Loangadi, Manajer Operasional Pondok Seafood, membesarkan kedai ini memang tidak mudah. Meski terbilang dimodali, namun usahanya terbilang berjalan mulus. Tahun lalu, pada bulan Februari, ia membuka gerai pertama di Casablanca. Lima bulan sesudahnya, ia berekspansi membuka cabang pertama di Kemang.</p>
<p>Tak kapok mengelola dua gerai, Rudi sudah membiakkannya lagi di kawasan Cibubur di bulan Oktober tahun yang sama. Bulan Mei 2007 lalu, ia membuka cabangnya yang ketiga di BSD. â€œBanyak orang suka makan seafood karena lebih aman ketimbang jenis protein lainnya,â€ tutur Rudi.</p>
<p>Gerai pertama yang dibuka Rudi di Casablanca tidak langsung besar. Ruangannya pun hanya muat untuk 70 orang.</p>
<p>Tahu pelanggannya yang datang kian menggemuk, Rudi pun berinisiatif untuk membesarkan ruangan dengan menambah di bagian samping. Kini ruangannya muat mencapai 108 orang.</p>
<p>Muatan yang sama ada di gerainya di Kemang. Sementara itu, Cibubur mampu menampung hingga 170 orang dan BSD hampir dua kali lipatnya, yaitu 300 orang.</p>
<p>â€œBanyak orang datang, hingga antre!â€ cetus Rudi. Pada hari biasa, tingkat kunjungan ke kedai yang dikelola Rudi ini mencapai 70%- 80%. Kalau di ujung minggu, bisa penuh total hingga harus masuk waiting list.</p>
<p>Biar tak terjebak dalam antrean panjang, lebih baik telepon untuk pesan tempat terlebih dahulu sebelum datang ke Pondok Seafood.</p>
<p>Dengan begitu, datang sudah pasti dapat tempat duduk.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/152/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/152/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=152&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/20/mari-mondok-sebentardi-pondok-seafood/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Biarpun Harganya Murah,Rasanya Tidak Murahan</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/14/biarpun-harganya-murahrasanya-tidak-murahan/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/14/biarpun-harganya-murahrasanya-tidak-murahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 04:55:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan betawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/14/biarpun-harganya-murahrasanya-tidak-murahan/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kiblat nasi uduk di Jakarta, ya di Kebon Kacang. Tapi, jangan salah icip. Kalau memang ingin mencoba nasi uduk kebon kacang beneran, harusnya ya nasi hasil racikan keturunan lima orang jagoan peracik bumbu nasi uduk kebon kacang.
Legenda jagoan peracik bumbu nasi uduk di bilangan ini antara lain Hamid, Haji Saman, Popol, dan Haji [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=151&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Salah satu kiblat nasi uduk di Jakarta, ya di Kebon Kacang. Tapi, jangan salah icip. Kalau memang ingin mencoba nasi uduk kebon kacang beneran, harusnya ya nasi hasil racikan keturunan lima orang jagoan peracik bumbu nasi uduk kebon kacang.<br />
Legenda jagoan peracik bumbu nasi uduk di bilangan ini antara lain Hamid, Haji Saman, Popol, dan Haji Edy. Jadi, dari keturunan lima orang ini nasi uduk kebon kacang dinilai asli.</p>
<p>“Sekarang banyak yang bawa nama Kebon Kacang, tapi tidak ada garis turunan dari lima orang ini,&#8221; kata Totok Isdarto, suami Hajah Ellya, pemilik Kedai Ayam Goreng dan Nasi Uduk Hj. Ellya, di Pesanggrahan, Kembangan, Jakarta Barat.</p>
<p>Kedai ini boleh dibilang asli Kebon Kacang. Lihat saja, pengelolanya adalah Rahmat, yang merupakan anak Hamid. Sementara itu, Hj. Ellya sendiri adalah kakak ipar Rahmat.</p>
<p>Kedai nasi uduk ini mulai berdiri sejak enam tahun silam. Rasa k h a s nasi uduk kebon kacang ada di sini. Mulai dari rasa gurih santan kelapa sampai kekuatan rempah-rempah yang terdiri dari daun salam, daun jeruk, serai, dan cengkeh. Jadi rasanya? Yummy, pokoknya te-o-pe, dah.</p>
<p>Cara penyajian nasi uduk Hj. Ellya berbeda dengan yang lain. Di sini para pengunjung menerima sajian nasi uduk dalam keadaan panas. Nasi uduk itu lalu dibungkus dalam wadah daun pisang yang dilipat berbentuk limas. Di atas nasi ini ditaburi bawang merah goreng. “Warung yang lain kan menyajikan nasi dalam keadaan dingin. Rasa dan aromanya sudah berbeda,&#8221; kata Totok.<br />
Sudah ekspor, lo<br />
Menurut pengusaha yang juga berprofesi sebagai PNS di Badan Pertanahan Nasional (BPN) ini, rasa dan aroma nasi uduk akan lebih enak jika dalam kondisi panas.</p>
<p>Maka, beras yang dimasak tidak langsung dalam keadaan matang, tapi dibiarkan dalam kondisi aronan. Setelah ada pelanggan yang memesan, baru aronan ini dikukus kembali.</p>
<p>Totok juga emoh memasukkan ke alat penghangat nasi. “Nanti nasinya jadi merah, enggak bagus. Lagi pula harumnya enggak sama,&#8221; papar Totok, “Kami juga musuhan sama AC. Kita pakai kipas angin saja, biar alami dan nasi uduk enggak cepat dingin.&#8221;</p>
<p>Teman nasi uduk Hj. Ellya terbilang cukup banyak. Comot saja, dah. Ada ayam goreng, jeroan ayam (rempela, ati, jantung, dan usus ayam), jeroan sapi (iso, babat, paru), empal, udang goreng, tahu tempe goreng, lalapan dan pete, serta sayur asem.</p>
<p>Bahkan, menu tambahan seperti sambal dan kerupuk tersedia dalam beberapa pilihan. Untuk sambal, ada tiga jenis. Yaitu, sambal kacang kental, sambal kacang encer, dan sambal terasi. Kalau mau tambah seru, ambil saja kerupuk biasa ataupun emping.</p>
<p>Setiap hari pengunjung yang datang jumlahnya hampir ratusan orang. Sehingga, Totok harus memasak 70 liter beras, dan ini ludes. Bahkan, pada hari libur, kedai ini biasa memasak hingga 1 kuintal yang menghasilkan 3.000 bungkus nasi uduk.</p>
<p>Selain itu, kedai Hj. Ellya menghabiskan 175 ekor ayam pada kondisi hari biasa dan 250 ekor ayam dalam kondisi hari libur. Untuk empal, di hari biasa menghabiskan 20 kg dan di hari libur setidaknya 30 kg.</p>
<p>Harga nasi uduk di Kedai Hj. Ellya ini cukup terjangkau kantong. Satu bungkus nasi uduk dihargai Rp 2.000, satu potong ayam goreng (dada atau paha) harganya Rp 7.500, satu potong tahu atau tempe goreng Rp 2.000, dan satu tusuk empal goreng Rp 8.500.</p>
<p>Kendati murah, rasanya tidak murahan, lo. Selain itu Totok juga menjaga kebersihan dengan ketat. “Dua hal itu yang terus kami jaga,&#8221; ujar Totok.</p>
<p>Kalau Anda tidak berniat memakan makanan berat, di kedai Hj. Ellya juga tersedia penganan ringan, yang cukup mengenyangkan. Tengok saja asinan betawi yang katanya juga khas dari Kebon Kacang.</p>
<p>Asinan yang bahan utamanya sayuran seperti kol mentah, toge mentah, sawi asin, dan campuran kacang goreng serta kerupuk mie ini lumayan segar, lo. Dan, harga untuk satu porsinya enggak mahal, kok, cuma Rp 6.000.</p>
<p>Saking enaknya, pelanggan yang menyambangi Kedai Ayam Goreng dan Nasi Uduk Hj. Ellya ini ternyata tidak hanya berasal dari sekitar Pesanggrahan atau Kembangan, tapi juga merambah sampai ke daerah Cinere, dan bahkan hingga Banten.</p>
<p>Malah, ada orang bule yang berlangganan nasi uduk Hj. Ellya.</p>
<p>Biasanya para mister ini memesan nasi uduk 250 hingga 300 bungkus dalam keadaan aronan lalu disimpan di penghangat. Selanjutnya nasi uduk ini terbang ke Australia, Singapura, dan India.</p>
<p>+++++<br />
Tak Akan Buka Cabang atau Waralaba</p>
<p>Berbeda dengan nasi uduk kebon kacang lainnya yang ketika sudah ramai langsung menawarkan diri untuk membuka cabang atau waralaba, Kedai Ayam Goreng dan Nasi Uduk Hj. Ellya ini justru menyatakan tidak akan melakukan hal tersebut. Tujuannya apalagi kalau bukan demi menjaga dan meningkatkan kualitas serta layanan kedai.</p>
<p>“Kalau membuka cabang atau waralaba sama saja bunuh diri. Sebab, banyak yang enggak menjaga kualitas makanan. Akhirnya brand yang sudah kita bangun capek- capek malah rusak,&#8221; kata Totok Isdarto, suami Hj. Ellya.</p>
<p>Toto tak asal goblek. Ia menceritakan salah seorang saudaranya yang membuka nasi uduk. Pengunjungnya bejibun. Ia lalu membuka cabang atau waralaba di beberapa tempat.</p>
<p>Rupanya, para pemilik warung kurang menjaga kualitas. Misalnya, para koki yang dipercaya mengelola makanan dan para pelayan tidak meracik makanan dan menjaga layanan secara baik. Secara bertahap rasa nasi uduk berkurang dan mengakibatkan para pengunjung lari mencari alternatif makan yang lain. Nah, jika berada di satu tempat seperti yang saat ini dikelola oleh Totok, pengawasan atas pelayanan kedai akan tetap terjaga. Karena, semuanya terlihat.</p>
<p>Bahkan, demi menjaga kualitas, setiap satu bulan sekali Totok mencoba nasi uduk yang dimasak oleh kokinya. Jika rasa nasi uduk berubah karena bumbu atau santan yang dimasak tidak pas, Totok akan menginstruksikan kokinya untuk memasak ulang nasi uduk yang mau dihidangkan itu.</p>
<p>Meski demikian, bila Kedai Ayam Goreng dan Nasi Uduk Hj. Ellya pada akhirnya akan membuka cabang atau waralaba, kedai itu harus dikelola oleh anak atau saudara dekatnya sendiri. Tujuannya agar bisa mengelola dengan bertanggungjawab amanah para leluhur mereka.</p>
<p>Kedai Ayam Goreng dan NasiUduk Kebon Kacang Hj. Ellya</p>
<p>Jalan Pesanggrahan/Kembangan,<br />
Jakarta Barat.<br />
Telepon: (021) 70978034</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/151/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/151/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=151&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/14/biarpun-harganya-murahrasanya-tidak-murahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rasanya Garangdan Bikin Kesengsem</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/09/rasanya-garangdan-bikin-kesengsem/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/09/rasanya-garangdan-bikin-kesengsem/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 04:54:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masakan daerah di Ibukota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/09/rasanya-garangdan-bikin-kesengsem/</guid>
		<description><![CDATA[Saat capek bekerja, nikmat rasanya jika rehat sebentar sembari menghabiskan makan siang dengan santapan berkuah dan menyegarkan. Banyak pilihannya: ada sop, sayur asem, soto, atau garang asem. Untuk sop, sayur asem, atau soto mungkin Anda sudah bosan. Nah, tidak ada salahnya jika Anda mencoba mencicipi garang asem. Garang asem ini dominan dengan wujud daun pisang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=150&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saat capek bekerja, nikmat rasanya jika rehat sebentar sembari menghabiskan makan siang dengan santapan berkuah dan menyegarkan. Banyak pilihannya: ada sop, sayur asem, soto, atau garang asem. Untuk sop, sayur asem, atau soto mungkin Anda sudah bosan. Nah, tidak ada salahnya jika Anda mencoba mencicipi garang asem. Garang asem ini dominan dengan wujud daun pisang dan belimbing wuluh (belimbing sayur).</p>
<p>Istilah garang asem ini terdiri dari dua kata, yakni garang yang berarti pedas dan asem yang merupakan campuran rasa kecut dan manis. Biasanya, orang mengolah ayam untuk sajian garang asem.</p>
<p>Tapi, ada pula garang asem yang dibikin dari daging sapi.</p>
<p>Di bilangan Manggarai, ada warung makan yang menyajikan santapan nikmat ini. Namanya Soto Kudus Asri. Warung ini terletak di belakang Pasaraya Manggarai, tepatnya di Jalan Padang Panjang, sebelah SPBU. Seperti yang lain, di Asri ini soto kudus-nya tersaji dengan mangkuk kecil.</p>
<p>Saat menyeruput kuahnya, rasa segar langsung menyeruak di rongga mulut. Jika ingin menambah kesegaran, Anda tinggal membubuhinya dengan perasan jeruk nipis yang tersedia di meja.</p>
<p>Taburan bawang putih yang digoreng garing menambah nikmat hidangan khas Jawa ini.</p>
<p>Jika lapar berat, semangkok soto kudus memang belum bisa memuaskan perut. Jika tak ingin menyantap soto lagi, Anda bisa memesan garang asem.</p>
<p>Ini adalah menu spesial di Soto Kudus Asri. Menurut Alfi ah, sang pemilik warung, selain soto kudus, garang asem buatannya juga sering dipesan pelanggan kedainya.</p>
<p>&#8220;Ini garang asem versi Kudus, lo.&#8221; ungkapnya berpromosi. Maklum, garang asem ini banyak sekali versinya (lihat boks: Satu Nama Banyak Versi).</p>
<p>Garang asem versi Kudus ini juga memakai daun pisang dan belimbing sayur. Jika mencicipi garang asem versi Kudus buatan tangan Alfiah, Anda pasti tidak akan berhenti pada suapan pertama.</p>
<p>Soalnya, spektrum rasa asem yang keluar dari belimbing sayur larut bercampur dengan pedas dari irisan cabe rawit. Alhasil, rasa segar akan dapat Anda nikmati sampai suapan terakhir.</p>
<p>Saat masuk ke dalam mulut, daging ayam tersebut langsung melorot dari tulangnya, &#8220;Ini memakai ayam negeri, jadi enggak alot kayak ayam kampung,&#8221; ungkap Alfi ah.</p>
<p>Sudah punya cabang di Kalibata</p>
<p>Alfi ah membocorkan rahasia bumbu dan cara pengolahan yang merupakan warisan keluarga.</p>
<p>Pertama, ayam yang sudah dipotong- potong dicampur dengan irisan belimbing sayur, tomat hijau, daun serai, bawang putih, bawang merah, cabe hijau, dan cabe rawit merah. Kemudian, semuanya dimasukkan ke dalam plastikdan ditambah dengan sedikit air. Sehabis itu baru dibungkus dengan daun pisang.</p>
<p>Setelah semuanya siap, Alfi ah lalu mengukusnya selama setengah jam. &#8220;Ngukus-nya jangan lama-lama biar ayamnya enggak hancur,&#8221; katanya. Setelah daun pisang kelihatan layu, api kompor ia kecilkan untuk menjaga agar garang asem tetap hangat.</p>
<p>Jika pelanggan kedai Asri siap menikmatinya, garang asem itu tinggal dia angkat dari kukusan; lantas dibuka. Maka, daun pisang yang semula berfungsi sebagai bungkus tadi akan berubah fungsi menjadi alas piring.</p>
<p>Ritual selanjutnya, garang asem dituang di atas daun pisang dan siap dihidangkan. Dalam setiap porsi, Alfi ah menyajikan 5 potong daging ayam dengan potongan sebesar bungkus korek api.</p>
<p>Jika daging ayam garang asem yang ada di piring sudah habis, tapi masih ada sisa kuah garang asem, Anda bisa mencomot otak sapi, ati ampela, atau sate paru sebagai gong buat menghabiskan kuah garang asem itu.</p>
<p>Untuk seporsi, Alfi ah menghargai garang asemnya Rp 9.500 saja.</p>
<p>Untuk soto, Anda hanya perlu merogoh kocek Rp 6.500. Untuk otak sapi, ati ampela, dan juga sate paru Anda hanya perlu mengeluarkan Rp 3.000.</p>
<p>Setiap hari Alfi ah menyiapkan sekitar 20 ekor ayam atau setara 20 kilogram buat memasak garang asem. &#8220;Satu porsi biasanya seperempat kilo,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Nah, berapa, ya, omzet yang didapat Alfi ah. Sayang, ia mengaku tak punya hitungan pasti. &#8220;Enggak tentu, sih, namanya juga warung kecil.&#8221; katanya merendah.</p>
<p>Meski begitu, Asri sudah membuka cabang di depan Stasiun Kalibata. &#8220;Itu yang mengelola suami saya,&#8221; ungkap Alfi ah.</p>
<p>Asal-muasal Alfiah membuka warung soto dan garang asem di Manggarai karena ia meneruskan usaha dari kakaknya 3 tahun yang lalu. Saat pertama mengambil alih, warung tersebut sangat sepi.</p>
<p>Waktu itu, Alfi ah hanya menyiapkan 5 ekor ayam dalam sehari untuk garang asem dan juga soto. &#8220;Itu pun kadang enggak habis semua,.&#8221; tuturnya.</p>
<p>Lambat tapi pasti, orang-orang mulai banyak yang datang ke warungnya untuk mencari garang asem. Maklum, di Jakarta ini jarang bisa ditemui warung yang menyediakan soto kudus plus garang asem khas Kudus.</p>
<p>Dari cerita mulut ke mulut, warung makan Alfi ah mulai ramai.</p>
<p>Banyak yang datang dari jauh, seperti Bekasi atau Tangerang, hanya untuk menikmati soto kudus atau garang asem racikannya. &#8220;Sekarang banyak yang jadi langganan,&#8221; katanya.</p>
<p>Kedai Asri menempati lahan 5 meter x 5 meter saja. Di dalamnya terdapat 3 meja panjang dan kursi plastik yang bisa memuat sekitar 25 orang. Alfiah membuka warungnya dari pukul 7 pagi sampai jam 9 malam. &#8220;Ramainya pas jam makan siang,&#8221; kata Alfiah. Jadi, bersiaplah antre.</p>
<p>+++++<br />
Satu Nama Banyak Versi</p>
<p>Ternyata tidak hanya lagu Indonesia Raya yang punya banyak versi. Untuk urusan ini, garang asem juga mempunyai beberapa versi. Yang paling terkenal adalah garang asem versi Kudus.</p>
<p>Garang asem ini berisi potongan ayam atau bisa juga diganti dengan jeroan ayam yang dibungkus dengan daun pisang. Menyertai daging ayam di dalam bungkusan tersebut biasanya hadir juga irisan cabe rawit dan juga irisan belimbing sayur. Kadang-kadang jika sukar mencari belimbing sayur, maka diganti dengan tomat hijau.</p>
<p>Yang mirip dengan garang asem versi Kudus adalah garang asem versi Yogyakarta dan versi Solo.</p>
<p>Perbedaannya, garang asem versi Jogja atau Solo itu ditambah dengan santan cair. Santan ini berfungsi memperkuat rasa gurih dalam garang asem.</p>
<p>Tapi, pada versi Kudus, gurih yang dihadirkan hanya berasal dari kaldu ayam. Kadang, untuk versi Jogja atau Solo, potongan daging ayam diganti dengan potongan daging sapi.</p>
<p>Versi lain adalah versi Pekalongan. Garang asem versi Pekalongan ini mempunyai komposisi yang sangat berbeda dengan versi Kudus, Jogja, maupun Solo, meskipun elemen utamanya sama, yaitu daging sapi. Garang asem versi Pekalongan ini malah mirip dengan rawon dari Jawa Timur.</p>
<p>Warna hitam yang berasal dari keluwak (pucung) mendominasi tampang garang asem versi Pekalongan.</p>
<p>Perbedaannya, jika rawon disajikan dengan toge mentah dan telur asin, sedangkan garang asem ala Pekalongan tanpa tambahan aksesori apa pun.</p>
<p>Masih ada satu lagi, yaitu garang asem versi Tuban, Jawa Timur. Garang asem ini tidak memakai potongan daging ayam atau sapi, tapi menggunakan ikan laut. Cita rasa yang dihadirkan mirip dengan mangut, karena memang bumbu yang dipakai sama. Beda keduanya, di garang asem ala Tuban ini ada tambahan rasa asam.</p>
<p>SOTO KUDUS ASRI<br />
Jalan Padang Panjang,<br />
Manggarai, Jakarta Selatan.<br />
(Sebelah SPBU Padang Panjang)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/150/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/150/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=150&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/09/rasanya-garangdan-bikin-kesengsem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rek, Ayo Rek, Ojo Lalinang Saharjo</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/05/rek-ayo-rek-ojo-lalinang-saharjo/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/05/rek-ayo-rek-ojo-lalinang-saharjo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jan 2008 04:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/05/rek-ayo-rek-ojo-lalinang-saharjo/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Mei lalu, milis Jalansutra hiruk-pikuk oleh perbincangan mengenai tahu tek, tahu campur, maupun tahu telur. Semuanya itu merupakan makanan khas Lamongan, Jawa Timur. Obrolan seru ini juga menjurus ke menu khas Jawa Timur lainnya. Seperti rawon, lontong balap, bebek goreng, rujak cingur, dan tahu lontong.
Pembicaraan ini bukan yang pertama kali. November tahun silam, isu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=149&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bulan Mei lalu, milis Jalansutra hiruk-pikuk oleh perbincangan mengenai tahu tek, tahu campur, maupun tahu telur. Semuanya itu merupakan makanan khas Lamongan, Jawa Timur. Obrolan seru ini juga menjurus ke menu khas Jawa Timur lainnya. Seperti rawon, lontong balap, bebek goreng, rujak cingur, dan tahu lontong.</p>
<p>Pembicaraan ini bukan yang pertama kali. November tahun silam, isu serupa juga sempat mencuat, mencari rekomendasi kedai tahu campur paling wuenak di Jakarta.</p>
<p>Untungnya, para penduduk Jakarta tak perlu khawatir soal makanan. Kedai, warung, restoran bisa Anda jumpai nyaris di setiap jalanan Jakarta dan sekitarnya. Jadi, kalau cuma kangen masakan khas daerah, itu sih gampang. Tinggal pasang mata saja, caricari di sepanjang jalan.</p>
<p>Beberapa anggota milis Jalansutra kemudian menyebutkan jagoan mereka. Tentu saja, sesuai dengan standar lidah mereka yang sangat Jawa Timur. Ada yang menyebutkan kedai yang enak bilangan Lebak Bulus.</p>
<p>Ada juga yang menunjuk kedai serupa di Cilandak, persis di depan gedung Trakindo. Ada juga yang menjagokan kedai kawasan Fatmawati, di seberang RS Fatmawati. Masih ada lagi yang merekomendasikan tahu campur di Jalan Arteri Pondok Indah.</p>
<p>Kini, ada satu lagi yang layak menjadi rujukan bila selera tengah mengguggah untuk mencecap makanan ini, yaitu di Jalan Saharjo, kawasan Tebet. Letaknya 25 meter dari restoran cepat saji McDonalds menuju Pancoran.</p>
<p>Kedai ini milik Nur Fadhlan, yang kerap dipanggil Bejo. Kalau Anda pernah menyambangi warung tahu campur milik Bu Joko di Jalan Arteri Pondok Indah, kedai milik Bejo ini masih bertalian darah dengannya.</p>
<p>Bedanya, penataan meja di warung tahu campur di Jalan Arteri Pondok Indah ini memanjang mengelilingi pikulan si penjual. Ada kursi plastik melengkapi meja panjang yang ditutup plastik merah itu (KONTAN No. 25 Tahun VIII, 29 Maret 2004, Campur Baur ala Jawa Timur).</p>
<p>Olahan resep si Bejo</p>
<p>Sesuai dengan namanya, Bejo mencoba peruntungannya dengan membuka kedai Ojo Lali. Modalnya Rp 6 juta.</p>
<p>Selain menguras tabungannya sendiri, ia sempat menjual gerobak makanannya plus perhiasan istrinya. Waktu berdiri tahun 2001, lahannya masih secuil, panjangnya 8 meter. Sekarang? 12 meter.</p>
<p>Buka pertama, menu andalannya justru soto ambengan. Setahun sesudahnya, ia mulai meracik tahu campur. Seperti tahu campur kebanyakan, racikannya berupa tahu goreng, mi basah, daun selada, irisan perkedel singkong, dan toge yang disiram kuah kaldu urat dan lemak sapi yang panas.</p>
<p>Sebelum disiram kuah, campuran tahu dan mi itu terlebih dulu dibubuhi sambal petis. Nah, olahan petis Bejo inilah yang membuat tahu campurnya berbeda dengan kedai lainnya. Rasanya lebih nabok, Rek!</p>
<p>Konsorsium tahu goreng yang gurih, kriukan daun selada segar, urat sapi yang kenyal di mulut, serta selingan rasa tajam petis menjadikan suapan hidangan ini pas di lidah. Nyamm&#8230;</p>
<p>Rahasianya? Ya kuah ini. &#8220;Merawat kuah tahu campur seperti merawat bayi,&#8221; katanya. Bila kuah yang sudah adem diaduk dengan irus atau pengaduk kayu, maka keesokan harinya kuah itu akan basi dan tidak bisa dimasak lagi. Rahasia lain ada di petisnya.</p>
<p>Bejo tak berani mencampur petis dengan ramuan palsu yang membikin citarasanya hilang. Setiap bulan, ia menghabiskan sedikitnya 2 kuintal petis. Padahal, pas awal buka, ia hanya mampu menghabiskan sepersepuluhnya.</p>
<p>Petis ini ia usung langsung dari Surabaya. Biar KONTAN percaya, ia memamerkan struk pengirimannya. Benar, dari Surabaya.</p>
<p>Material lain yang ia angkut dari kota asalnya adalah gula merah sebanyak 50 kilogram per bulan. Katanya, gula merah Jakarta tak sesedap Surabaya.</p>
<p>Pernak-pernik lain tahu campur seperti mi, toge, urat, selada dan lontong, ia beli di Pasar Minggu. Demi mencari kualitas bagus, ia ke pasar sejak jam 2 pagi saban hari.</p>
<p>Setiap hari Bejo menghabiskan urat 12 kg dan daging untuk rawon 2 kg. Selain itu, masih membutuhkan 400 biji tahu per hari dengan lontong 3 kg.</p>
<p>Habis sebanyak ini, rasa tahu campurnya bagaimana? Segar.</p>
<p>Bejo sudah menakar banyak sedikitnya petis yang ia selipkan di dasar piring. Rasa petis dalam kuah sapinya ini yang membikin tahu campurnya semakin nabok.</p>
<p>Maklum, ia mengolah petis ini dengan resep pribadinya. Urat yang ada di piring juga empuk. Bejo bisa dengan begitu cepat merebus urat ini. Rahasianya, mencampurkan urat dengan daun bawang yang dicacah halus.</p>
<p>Hasilnya jelas, matang lebih cepat dengan hasil yang lebih empuk. Kedai ini buka dari pukul 16.30 hingga 23.30 WIB. Kalau Anda makan di sini, dompet Anda mengempis Rp 6.000 per porsi. Harga ini berlaku untuk tahu tek, tahu campur, tahu telur, soto, dan rawon. Siapa mau?</p>
<p>+++++<br />
Digembleng Sejak Usia 12 Tahun</p>
<p>Nur Fadhlan tak pernah menyangka kedai yang ia bikin bisa mengumpulkan sebegitu banyaknya orang Jawa Timur yang ada di Jakarta. &#8220;Dulu itu cuma impian saja,&#8221; kata Nur, yang akrab dipanggil Bejo.</p>
<p>Dalam diri Bejo menitis darah pedagang makanan yang merupakan warisan dari orangtuanya. Di Surabaya, keluarga besarnya berjualan makanan khas kampung halamannya, Lamongan. Makanan ini lebih tradisional ketimbang makanan yang ia sajikan di Jakarta. Kakaknya berdagang makanan sejenis dengan pikulan.</p>
<p>Tapi, perjalanan Bejo mencapai kedai yang 95% pengunjungnya adalah orang Jawa Timur tidak sederhana. Bahkan, modal membikin kedai ini ia kumpulkan sejak menjadi karyawan di warung pecel lele pada tahun 1998.</p>
<p>Setahun sesudahnya, ia membuka kedai gerobakan milik sendiri di Gandaria. Menunya sesuai keahliannya, yaitu tahu campur, tahu telur, dan tahu tek. Mencoba mencari permodalan yang lebih kuat, ia pun menutup kedainya di Gandaria dan berkongsi dengan pengusaha untuk membuka kedai serupa di bilangan Depok.</p>
<p>Dimodali oleh orang lain tak juga membuatnya leluasa bergerak.</p>
<p>Ia kembali menutup kedainya di Depok, dan membuka kedai Ojo Lali di Saharjo, Tebet tahun 2001. Di sini Bejo malah tidak mengawali dengan membikin tahu campur, melainkan dengan menu soto ambengan. Setelah mantap dengan menu ini, ia mulai membikin tahu campur yang kemudian dijadikan sebagai menu andalannya.</p>
<p>Cerita kelezatan beragam masakan khas Jawa Timur yang diusung Bejo di kedainya pun menular.</p>
<p>Perlahan, bukan cuma arek-arek Surabaya saja yang menyambangi kedainya, tapi juga yang penasaran dengan menu khas Lamongan ini.</p>
<p>&#8220;Saya sudah digembleng membikin tahu campur sejak usia 12 tahun,&#8221; katanya. Uh, pantas.</p>
<p>Tahu Campur Ojo Lali<br />
Jl. Saharjo, Tebet (25 meter dari<br />
McDonalds ke arah Pancoran)<br />
Telepon: (021) 79182753</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/149/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/149/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=149&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2008/01/05/rek-ayo-rek-ojo-lalinang-saharjo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini Dia Hasil Kawin SilangKambing dengan Sepeda</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/31/ini-dia-hasil-kawin-silangkambing-dengan-sepeda/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/31/ini-dia-hasil-kawin-silangkambing-dengan-sepeda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 04:53:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata kuliner daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/31/ini-dia-hasil-kawin-silangkambing-dengan-sepeda/</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana hasilnya bila seekor kambing dikawinkan dengan satu unit sepeda? Hush! jangan berpikir yang tidaktidak. Kalau Anda bertandang ke Pasar Jejeran, Wonokromo, Plered, Bantul, Jogja, Anda akan menemukan hasil perkawinan silang itu, yaitu sate klatak.
Letak Pasar Jejeran ini sekitar 7 km dari dari Makam Imogiri. Siang hari, pasar ini berperan layaknya pasar tradisional lainnya, menjual [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=148&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagaimana hasilnya bila seekor kambing dikawinkan dengan satu unit sepeda? Hush! jangan berpikir yang tidaktidak. Kalau Anda bertandang ke Pasar Jejeran, Wonokromo, Plered, Bantul, Jogja, Anda akan menemukan hasil perkawinan silang itu, yaitu sate klatak.</p>
<p>Letak Pasar Jejeran ini sekitar 7 km dari dari Makam Imogiri. Siang hari, pasar ini berperan layaknya pasar tradisional lainnya, menjual beragam sayur segar, bumbu masak, hingga daging dan ikan. Malam hari, keramaian ini pasar ini tidak sepenuhnya mati karena disulap menjadi pasar sate klatak.</p>
<p>Berbeda dengan sate kambing lainnya, sate ini anti-bumbu. Sate klatak tidak dibaluri racikan bumbu yang membikin sate ini mengeluarkan aroma yang menggelitik perut. Jadi, sate ini hanya diberi garam. Kalau ada yang minta diberi merica, ya, boleh saja.</p>
<p>Toh, dengan bumbu seadanya, daging kambing ini tetap terasa gurih dan empuk. Bau kambing akan tetap tertinggal. Tapi, justru itu yang diburu pembeli. Jono, pemilik kedai sate klatak, pernah berniat menghilangkan bau kambing dengan ramuan ketumbar, asam, dan kemiri. &#8220;Pembeli enggak suka, maunya ke bau kambing yang semula,&#8221; katanya.</p>
<p>Tusuk satenya pun terasa lain, yakni dari jeruji roda sepeda ontel. &#8220;Kalau pakai bambu, mudah patah,&#8221; seru Jono. Selain bisa digunakan ulang, jeruji ini bisa mempengaruhi tingkat kematangan sate dari dalam.</p>
<p>Asal tahu saja, kebanyakan warung sate klatak di Pasar Jejeran buka malam hingga pagi hari. Umumnya, pembeli tidak sekadar untuk kenyang, namun makan untuk berbincang hingga larut malam.</p>
<p>Nah, jadi sekarang Anda sudah tahu kan bagaimana hasil perkawinan antara sepeda dan seekor kambing? Ya daging kambing yang ditusukkan pada jeruji sepeda dan dinamai sate klatak ini.</p>
<p>Ayo, pesanlah sekaligus</p>
<p>Untuk sate klatak, daging kambing dipotong-potong seukuran jempol orang dewasa. Lalu diberi garam, diremas-remas hingga merata. Saban hari, Jono menghabiskan setidaknya satu ekor kambing.</p>
<p>Kalau sedang ramai, bisa mencapai tiga ekor kambing. Potongan daging kemudian ditusuk- tusuk dengan jeruji sepeda, dan dibakar dalam anglo dengan bara api sedang. Sehingga sate masak tanpa gosong sama sekali.</p>
<p>Asal tahu saja, Jono menyediakan 2 gros jeruji sepeda atau sekitar 288 jeruji yang siap pakai. Eh, ini bukan jeruji bekas, lo. Ini jeruji baru. Jangan khawatir, Jono sudah mengandangkan jeruji sepeda yang karatan.</p>
<p>Satu porsi sate klatak berisi dua tusuk saja. Sate ini polos, tidak ditemani dengan kecap maupun irisan bawang merah, tomat, dan cacahan kol. Sungguh-sungguh hanya dua tusuk dalam satu piring. Polos.</p>
<p>Jono akan menawari Anda, apakah nasi putih ini akan diberi kuah gule. Rasanya memang lebih sedap jika ada guyuran kuah gule dalam nasi putih. Kalau tidak, Anda bisa memesan gule kambing terpisah.</p>
<p>Jangan mencari sambal di kedai ini. Jono tak menyediakan untuk Anda. Kalau Anda termasuk penggila masakan pedas, Anda akan dikasih sepiring kecil cabe rawit.</p>
<p>Oh, ya, Anda bisa saja memesan sate berbumbu di sini. Dengan senang hati, Jono akan membikinkan untuk Anda. Sate klatak dan sate bumbu dibanderol Rp 8.000 seporsi. Jika dengan nasi dan the hangat, totalnya Rp 10.000.</p>
<p>Menu lainnya, Anda bisa memesan tongseng, gule, nasi goreng, dan nasi godog. Asing dengan nasi godog? Ini adalah tongseng dengan kuah ekstra, kemudian dicampurkan dengan nasi. Tongseng dan gule ini Rp 8.000 seporsi. Sedangkan nasi goreng dan nasi godog Rp 9.000.</p>
<p>Soal minuman, pasangan yang paling pas untuk sate klatak ini adalah teh hangat gula batu. Coba saja pesan teh panas ini. Jono akan menyediakan teh dalam gelas yang berisi gula batu, berikut satu teko teh tawar panas. Anda tinggal menuangnya di gelas lalu menyeruputnya.</p>
<p>Kelezatan sate klatak bikinan Jono ini kian melegenda. Di pasar yang sama, ada tiga penjual lain selain Jono. Salah satunya adalah Bari, kakak kandung Jono.</p>
<p>Ia berjualan di pasar sebelah ujung. Baik Bari dan Jono adalah generasi ketiga sate klatak di Pasar Jejeran ini.</p>
<p>Lantaran sate polos ini sudah menular, jangan heran bila orang berduyun-duyun menyambangi Pasar Jejeran di malam hari. Kedai di pasar ini buka sekitar pukul 18.00 hingga pukul 1 dinihari.</p>
<p>Itu sebabnya, KONTAN menyarankan untuk memesan beragam menu itu sekaligus. Nantinya, masakan olahan Jono ini tidak akan datang sekaligus.</p>
<p>Jadi, sesuai dengan jarak makan sate klatak sembari ngobrol, kemudian akan datang kembali sate bumbu. Setelah ngobrol, pesanan lain akan datang kembali. .</p>
<p>Ancang-ancang ini wajib Anda lakukan supaya tidak kehabisan.</p>
<p>Soalnya, Jono tidak hanya menerima pesanan dari Anda yang datang ke Pasar Jejeran saja, tetapi juga pesanan lewat telepon. Ayo, nglatak sekarang.</p>
<p>+++++<br />
Sudah Nglatak Sejak Tahun 1930-an</p>
<p>Beberapa orang berusaha mengurai sejarah sate klatak ini. Ada yang mengatakan, klatak berasal dari suara jatuhnya jeruji sepeda ontel yang menjadi tusuk sate. Ada juga yang menebak, klatak ini adalah suara ketika daging kambing itu dibakar di tungku.</p>
<p>Jono adalah salah satu pewaris sate klatak. Ia terhitung generasi ketiga pedagang sate klatak di Pasar Jejeran, Wonokromo, Plered, Bantul. &#8220;Simbah saya berjualansejak tahun 1930-an,&#8221; katanya.</p>
<p>Baru dua tahun terakhir ini Jono berjualan sendiri. Sebelumnya, ia membantu bapaknya berjualan sate klatak ini, juga di tempat yang sama.</p>
<p>Menurutnya, klatak artinya buah melinjo. Konon, saat leluhurnya masih kecil, kebiasaan bermain adalah mencari buah klatak atau melinjo. Buah ini digunakan sebagai peluru ketapel untuk berburu burung.</p>
<p>Kalau sudah berhasil memburu burung, hasilnya dibakar untuk untuk dimakan ramai-ramai. Mereka memilih membakar dengan jeruji sepeda. Tujuannya, agar tahan lama dipanggang di atas bara.</p>
<p>Permainan masa kecil yang sangat sederhana ini pun terbawa hingga mereka dewasa. Mengancik dewasa, mereka berniat menjual sate kambing. Hanya saja, mereka tak tahu resep sate kambing yang lezat. Hasilnya, ya mereka menggunakan resep seadanya: diberi garam saja. Sate ini jadinya bernama sate klatak.</p>
<p>Dengan bumbu garam, bau perengus yang muncul dari kambing ini masih terasa. Tapi, justru pembeli memburu rasa ini. Bau perengus jadi kekhasan sate klatak.</p>
<p>Di kedai Jono, Anda bisa duduk bangku bambu yang panjang atau di tikar. Anda juga bisa duduk dekat Jono, persis di sebelah tungku dan kambing yang digantung.</p>
<p>Tapi, hati-hati, kalau Jono menyobek daging dari kambing yang digantung, lalu melepaskannya. Salah-salah gantungan kambing itu akan menghantam Anda.</p>
<p>Sate Klatak Jono<br />
Pasar Jejeran, Jl. Imogiri, Bantul<br />
Yogyakarta<br />
Telepon 0816 426 8846</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/148/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/148/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=148&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/31/ini-dia-hasil-kawin-silangkambing-dengan-sepeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hasil Silangan Eropa-Solo Diadaptasi di Sunter</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/29/hasil-silangan-eropa-solo-diadaptasi-di-sunter/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/29/hasil-silangan-eropa-solo-diadaptasi-di-sunter/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2007 19:23:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan asing]]></category>
		<category><![CDATA[Masakan daerah di Ibukota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/29/hasil-silangan-eropa-solo-diadaptasi-di-sunter/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta memang mirip hipermarket, semua ada, terutama makanan. Tengok saja, jika memang ingin mencicip kelezatan nasi langgi, Anda tak perlu jauhjauh pergi ke Solo. Cobalah datang ke Dapur Solo di bilangan Sunter.
Selain menyediakan nasi langgi ayam, Dapur Solo juga menyajikan berbagai hidangan khas Jawa lainnya. Seperti gudeg jogja, pecel madiun, rawon ala Jawa Timur, atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=147&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Jakarta memang mirip hipermarket, semua ada, terutama makanan. Tengok saja, jika memang ingin mencicip kelezatan nasi langgi, Anda tak perlu jauhjauh pergi ke Solo. Cobalah datang ke Dapur Solo di bilangan Sunter.<br />
Selain menyediakan nasi langgi ayam, Dapur Solo juga menyajikan berbagai hidangan khas Jawa lainnya. Seperti gudeg jogja, pecel madiun, rawon ala Jawa Timur, atau juga selat khas Solo.</p>
<p>Makanan yang pertama kali Anda perlu coba di sini adalah nasi langgi ayam. Menurut Swandani, pemilik Dapur Solo, pada dasarnya banyak sekali versi nasi langgi. Ada yang dari Semarang, Cirebon, atau Solo.</p>
<p>Rasa nasi langgi Dapur Solo tergolong istimewa. Masakan ini dihidangkan di atas piring ceper dengan ukuran yang cukup lebar ketimbang piring ukuran normal.</p>
<p>Maklumlah, jenis makanan sangat beragam. Di tengah piring ada nasi yang dibentuk seukuran mangkok kecil dengan taburan bawang goreng. Di pinggirannya tertata rapi ayam goreng gurih yang bumbunya meresap. Lalu, masih ditambah dengan potongan rendang yang manis.</p>
<p>Secara umum nasi langgi ini terasa manis, sangat cocok bagi lidah orang Jawa. “Tetapi, pengunjung di Dapur Solo tak melulu orang Jawa, karena bumbu sudah diadaptasi ke lidah orang Jakarta,” jelas Swandani.</p>
<p>Anda juga harus menjajal selat solonya. Jika di Solo, makanan ini merupakan kudapan ringan, di Dapur Solo Anda dapat menikmati sebagai menu utama bersama dengan nasi.</p>
<p>Selat solo mirip salad dan bistik. Memang jika dilihat rupanya hidangan ini merupakan gabungan antara salad dan bistik.</p>
<p>Selat solo merupakan akulturasi lidah Jawa dengan kuliner Eropa. Hasil kuliner silang tersebut kemudian menghasilkan penampilan Eropa, namun memiliki cita rasa lokal.</p>
<p>Rasa selat solo ini begitu segar. Apabila diicip kuahnya, maka akan terasa ada perpaduan antara manis dan asam. Rasa manis datang dari kuah berwarna cokelat menyerupai semur. Sedangkan rasa asam terasa dari semacam mayones atau mustard yang berwarna kekuning-kuningan.</p>
<p>Sejumput mayones biasanya diletakkan di bagian pinggir piring yang berisi sayur dan daging. Mengudapnya pun ada caranya tersendiri.</p>
<p>Semua bahan yang ada di piring harus dicampur sehingga mayones akan tercampur dengan kuah. Barulah rasa manis, asam, dan gurihnya selat solo akan muncul. Adonan mayones yang berbeda- beda ini juga mempengaruhi hasil akhir dari saus dan rasa Selat Solo.</p>
<p>Campuran untuk mayones ini pun berbeda-beda. Ada yang menggunakan mustard botol kemudian dicampur dengan kentang rebus dan gula.</p>
<p>Ada juga yang mencampur mustard dengan kuning telur rebus. Tapi ada pula yang mencampurnya dengan tepung.</p>
<p>Makanan selingannya tak kalah mantap</p>
<p>Unsur lain dari selat solo hampir menyerupai salad. Bahan baku salad yang utama adalah sayur atau buah-buahan, plus daging. Baru kemudian diberi saus dengan berbagai variasi rasa.</p>
<p>Maka dalam sepiring selat solo terdapat buncis dan wortel rebus, irisan mentimun, dan kentang goreng. Jangan lupa masih ada beberapa lembar daun selada.</p>
<p>Unsur sayur itu masih ditambah beberapa potong daging sapi dan telur ayam. Sebagai penyegar, bisa ditambahkan irisan tipis bawang merah. Paduan sayur dan daging tersebut ditata dalam piring, dan ketika disajikan barulah disiram dengan kuah. So, persis salad ala Eropa.</p>
<p>Selain makanan utama tersebut, di Dapur Solo juga tersedia berbagai makanan selingan. Sebut saja rujak, serabi solo, dan juga es oyen.</p>
<p>Rasa makanan selingan ini tak kalah mantap dengan menu utamanya. Untuk serabinya, begitu menyentuh lidah langsung lumer. Rasa khas masakan solo sangat kentara, manis dan gurih. Tetapi, tidak bikin enek.</p>
<p>Untuk harga hidangannya pun tidak mahal-mahal amat. Untuk sepiring nasi langgi ayam, Swandani membanderolnya hanya dengan harga Rp 17.000. Hidangan lain, seperti nasi gudeg dan juga nasi pecel, harganya pun sama.</p>
<p>Sedangkan untuk minuman rata-rata ia melabelinya rata-rata Rp 5.000. “Jadi, kelas saya itu, ya, middle-lah,” ungkapnya.</p>
<p>Oh, ya, selain bisa Anda mengudap di tempat, Dapur Solo juga menyediakan layanan pesan bawa alias take away, terutama untuk snack dan juga nasi kotak.</p>
<p>Bolehlah Anda sekali-kali mencobanya. Siapa tahu cocok rasanya, pas dompetnya.</p>
<p>+++++<br />
Habis Makan Lalu Pijat, atau Pijat Dulu Baru Makan, ya?</p>
<p>Pada awalnya, di tahun 1985 Swandani, pemilik Dapur Solo ini hanya iseng-iseng saja berjualan untuk mengisi waktu luang. Saat itu, ia hanya berjualan rujak dan es jus. Tempatnya pun hanya di garasi rumah. ”Modalnya cuma blender hadiah pernikahan,” kata Swandani sambil tertawa.</p>
<p>Ternyata, banyak yang menyukai rujak dan juga es jusnya. Kemudian, ia juga membuat gado-gado yang ternyata langsung digemari pelanggan.</p>
<p>Yang berdatangan ke garasi makin berjibun. Akhirnya, ia berembuk dengan suaminya untuk berpindah tempat. Maka, mereka memutuskan untuk berpindah ke Sunter.</p>
<p>Di ruko tersebut, Swandani menamakan kedainya RM Solo. Ia juga terus menambahi menu hidangannya. Perkembangan kedainya seiring dengan perkembangan perumahan dan perkantoran di Sunter. Swandani memutuskan untuk berpindah lagi ke ruko yang ia tempati sekarang.</p>
<p>Pada saat krisis, suaminya yang bekerja di bidang properti terkena imbasnya. ”Kita sama-sama terjun ke bisnis ini. Kebetulan kan suami saya ngerti tentang manajemen,” jelas Swandani.</p>
<p>Tahun 2002, kedai RM Solo berganti nama menjadi Dapur Solo. Kedai ini terus berkembang dan ada penambahan- penambahan. Swandani melakukan perombakan ruko menjadi sebuah restoran yang nyaman. Biayanya Rp 300 juta. “Saya menyasar segmen keluarga,” bilang Swandani.</p>
<p>Dari perombakan itu, Dapur Solo dapat menampung kurang lebih 200 orang dengan 300 menu pilihan. Restoran yang buka dari pukul 7 pagi sampai 9 malam ini menghabiskan ratusan ekor ayam.</p>
<p>Swandani lalu menggandeng mantan ratu bulutangkis Susi Susanti untuk buka pijat refl eksi. Ada pula female gym. ”Jadi, saya gabungkan antara resto dengan health,” ungkap Swandani. Karyawannya ada 40 orang.<br />
Dapur Solo<br />
Jl. Danau Sunter Utara R-36(Seberang Sunter Mall)<br />
Sunter, Jakarta Utara 14350<br />
 <br />
Print</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/147/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/147/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=147&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/29/hasil-silangan-eropa-solo-diadaptasi-di-sunter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sluurp&#8230; Kita Seruput hingga Tulang-Tulangnya</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/23/sluurp-kita-seruput-hingga-tulang-tulangnya-2/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/23/sluurp-kita-seruput-hingga-tulang-tulangnya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 19:20:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sop buntut dan sop bukan buntut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/23/sluurp-kita-seruput-hingga-tulang-tulangnya-2/</guid>
		<description><![CDATA[Di tangan orang Indonesia, semua bagian tubuh sapi bisa diolah sebagai makanan lezat. Mulai dari lidah, badan, tulang iga, torpedo, kulit, bahkan buntut. Siapa yang bakal menampik nikmatnya sop iga? Atau, siapa yang menolak rendang padang?Alih-alih sop iga dan rendang,masa iya, sih, menggelengkan kepalauntuk seporsi sop buntut?
Jakarta memang gudangnyasop buntut enak. Mulai dari sopbuntut di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=144&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di tangan orang Indonesia, semua bagian tubuh sapi bisa diolah sebagai makanan lezat. Mulai dari lidah, badan, tulang iga, torpedo, kulit, bahkan buntut. Siapa yang bakal menampik nikmatnya sop iga? Atau, siapa yang menolak rendang padang?Alih-alih sop iga dan rendang,masa iya, sih, menggelengkan kepalauntuk seporsi sop buntut?</p>
<p>Jakarta memang gudangnyasop buntut enak. Mulai dari sopbuntut di Hotel Borobudur, sopbuntut ala Lokananta, sop buntutCafe AN ala Mr Sangid ex Borobudur,hingga sop buntut Mang EndangIncu Ma&#8217; Emun di daerahBogor. Tinggal pilih mana yangsesuai dengan lidah Anda.</p>
<p>Eh, meski Anda sudah punyapilihan yang pas, sebaiknya Andamenjajal juga sop buntut di DapurBuntut. Asyiknya, sop buntut diDapur Buntut ini lain dari yanglain. Soalnya, racikannya bukansekadar sop buntut biasa atauklasik.</p>
<p>Di sini, Anda bisa memilih beragamsop buntut yang sudah berdandan.Mulai dari sop buntutrasa karamel, sop buntut panggangbumbu barbeque, sop buntutgoreng, dan sop buntut tulang lunak.Bahkan, Anda juga bisa memilihrawon buntut.</p>
<p>Kedainya, sih, kecil. Ukurannyatak lebih dari 2,5 meter x 8 meter.Bahkan, Irma Trisnayanti, si empunyaDapur Buntut, ogah menyebutnyasebagai restoran. “Ini hanyawarung sop buntut yangdipasangi AC saja, sehingga bersihdan nyaman,” katanya.</p>
<p>Maka, kalau Anda tengah melewatiKampung Melayu Besar dariarah Tebet menuju Kampung Melayu,tengoklah ke arah kiri. Persisdi bagian mulut fl y over, ada kedaimungil berwarna hijau ngejreng.Di sinilah Dapur Buntut bakalmenggoyang lidah Anda dengansop buntutnya.</p>
<p>Sop buntut berpadu dengan karamel</p>
<p>Irma beserta suaminya, IndraRiana, memang hobi berat makansop buntut. Perburuan sop buntuttau urung berakhir di dapurnyasendiri, yaitu Dapur Buntut. Keduanyamendandani sop buntutdengan rasa karamel dan panggang,yang kini menjadi menu andalannya.</p>
<p>Tak hanyaitu. Dengan segalaketerbatasan yang ada,Indra dan Irma pun mengolahagar sop buntut yang terhidang dimeja bisa dimakan hingga tulangtulangnya.Mereka mencari caraagar sop buntut ini bisa menjadisop buntut tulang lunak.</p>
<p>Hasilnya? Bisa Anda cicipi sendiridi kedai ini. Barangkali, Andamembayangkan rasa karamelyang manis yang sangat layak dipasangkandengan cokelat, wafer,maupun puding. Eits, jangan salah.Kali ini pasangannya adalahbuntut sapi.</p>
<p>Karamel dalam irisan buntutsetebal 2 cm ini tidak sepenuhnyamanis, kok. Ada rasa pedas-pedasyang muncul dari gerusan butirankasar yang tak lain adalah ladahitam. Juga, rasa gurih dari campuranbawang. “Karamel ini kandibuat dari gula pasir yang dicairkan,”kata Irma.</p>
<p>Sepekan sekali, Irma membikinbumbu karamel ini untuk 100 porsi.Kalau ada acara khusus, misalnyakumpul-kumpul klub mobil,bisa lebih dari itu. Meski hargabuntut kian naik, tapi Irma takbisa sembarangan menaikkanharga sop buntutnya. Ketika awalmembuka warung tahun 2004,harga seporsi Rp 18.000. Kini, berkisarRp 20.000-22.500 seporsi.</p>
<p>Kedai yang bermodal Rp 40juta-Rp 50 juta ini juga punyamenu istimewa lain. Yaitu, sopbuntut panggang bumbu barbeque.Rasa manis maupun kecutdari tomat tak menyeruak. Sopbuntut model ini layak pesan.</p>
<p>Pendeknya, sop buntutracikan Irma ini dagingnyacukup empuk, sehingga meluruhdari tulangnya. Apalagi, paduankuahnya yang nyaris tanpa lemakyang menebal membuatAnda lupa bahwa makanan inimengandung kolesterol yang cukuptinggi.</p>
<p>“Kuahnya kreasi Indra, meskimenghitam tapi tanpa kecap lo,”papar Irma. Kuah ini memang dibikindari sari buntut sapi. Hasilrebusan pertama dibuang, kemudiandirebus ulang, dan direbuslagi. Nah, kuah rebusan keduadan ketiga inilah yang disajikansebagai kuah sop buntut.</p>
<p>Dalam semangkuk kuah sopbuntut, ada seiris kentang berukurandadu mungil, tiga irisanwortel, dan empat irisan tomat.Siap disantap.</p>
<p>Kedai milik Irma ini cukup nyamanuntuk berlama-lama. Misalnya,sembari pulang kantor danmenunggu kemacetan, ruanganIrma lumayan ramah untuk disinggahi.Meja dan kursinya yangmungil pas dengan ruangan yangsama imutnya.</p>
<p>Pilihan menu lainnya ada iga,steak, dan burger yang juga layakAnda coba. Semuanya hasil olahantangan dingin Irma dan Indra.</p>
<p>Jadi, berani menantang kadarkolesterol Anda? .</p>
<p>+++++<br />
Juragan Buntut Bekas Karyawan Kantoran</p>
<p>Irma Trisnayanti tidak memiliki latarbelakang pendidikan boga.Bahkan, ia juga tidak memilikipengalaman berbisnis makanan.Tetapi, kejenuhan bekerja kantoranmengantarkannya pada kedai makananyang menu andalannyaadalah sop buntut.</p>
<p>“Kebetulan saya dan suami sayasuka sekali sop buntut,” katanya.Perburuannya dari satu kedai kekedai lainnya, merasakan sop buntutkelas kakilima hingga bintanglima, membuat keduanya merekarekaresep sop buntut sendiri.</p>
<p>Menyewa secuil lahan berukuransekitar 2,5 m x 8 m di bilanganKampung Melayu Besar, Jakarta Timur,Irma memulai usaha ini tahun2004. “Kami membuat sop buntutyang bukan klasik seperti kedai kebanyakan,”ujarnya. Dan benar, rekaanpertamanya adalah sop buntutkaramel dan sop buntut panggang.</p>
<p>Sebanyak 16 kursi dengan empatmeja nyatanya membuat Irmamerana selama lima bulan pertama.Tidak banyak yang mau mencobasop buntut karamel. Menuruthitungan Irma, bisa jadi rasa maniskaramel yang dipasangkan di buntutsapi tak bakal terbayangkanrasanya.</p>
<p>Tetapi, Irma tak menyerah. Keunikansop buntutnya tetap dipertahankanmeski 10 kg buntut itu habisdalam waktu yang cukup lama, yaitusebulan. “Lama-lama orang tahu,sebulan mulai merangkak menjadi15 kg-20 kg,” kenangnya.</p>
<p>Mau tahu sekarang Irma habisberapa kilo buntut? Sehari, sedikitnya20 kg bisa ludes. Karena sudahsejak dulu langganan belanja bun tutdi Pasar Senen, maka untuk ke dai inipun, awalnya Irma juga me ngusungbuntut dari pusat Jakarta itu.</p>
<p>Kedai yang semakin ramai nyatanyamembuat Irma tak sempat belanjake Pasar Senen saban hari.“Tanpa saya cari, kok, ya ada supplieryang datang sendiri kemari,”ujar Irma.</p>
<p>Berani mencoba?</p>
<p>Dapur Buntut<br />
Jl. KH Abdullah Syafei 50D<br />
Jakarta. Telp: 8310555<br />
<a href="http://www.dapurbuntut.com/">www.dapurbuntut.com</a><br />
 <br />
Print</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/144/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/144/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=144&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/23/sluurp-kita-seruput-hingga-tulang-tulangnya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari-Mari, Kita Coba yang Baru Bersama Made</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/20/mari-mari-kita-coba-yang-baru-bersama-made/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/20/mari-mari-kita-coba-yang-baru-bersama-made/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2007 19:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata kuliner daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/20/mari-mari-kita-coba-yang-baru-bersama-made/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang yang hobi pelesirke Pulau Bali pasti sudahakrab dengan Warung Made.Warung yang sudah berdiri sejaktahun 1969 ini memang sudahmelegenda. Kurang afdol rasanyakalau tidak berkunjungke warung ini.
Begitu Anda melangkahkankaki ke WarungMade, suasana khas Balibegitu kental. Kursinyaterbuat dari kayu yangusianya sudah cukup tua.Pada dinding warung tergantungfoto-foto sang pemilikdan lukisan khas Bali.
Yang paling khas adalah sarunghitam putih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=145&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setiap orang yang hobi pelesirke Pulau Bali pasti sudahakrab dengan Warung Made.Warung yang sudah berdiri sejaktahun 1969 ini memang sudahmelegenda. Kurang afdol rasanyakalau tidak berkunjungke warung ini.<br />
Begitu Anda melangkahkankaki ke WarungMade, suasana khas Balibegitu kental. Kursinyaterbuat dari kayu yangusianya sudah cukup tua.Pada dinding warung tergantungfoto-foto sang pemilikdan lukisan khas Bali.</p>
<p>Yang paling khas adalah sarunghitam putih bak papan catur danwarna emas yang melingkarikayu-kayu penyangga. Pilihantempatnya juga fleksibel. Andabisa makan di bawah, bisa juga dilantai atas. Dari atas, Anda bisapuas menyapukan mata ke seluruhwarung.</p>
<p>Kendati sudah berdiri selama37 tahun, namun para konsumentak pernah bosan dengan menukhasnya. Maklum, selain menyediakankudapan khas Bali, warungini juga menyediakan berbagaimenu makanan internasional.</p>
<p>Walhasil, warung ini nyaris takpernah sepi pembeli. Bukan hanyapelancong lokal, turis mancanegarapun kerap datang ke sini.W a -rung Madememang menyediakan menu makananyang tidak dimiliki olehwarung maupun restoran lain diBali. Tipat tjantok, misalnya. Makananyang mirip ketoprak betawiini resepnya sudah dimiliki WarungMade sejak tahun 1950.</p>
<p>Selain tipat tjantok, ada beberapamenu yang menjadi andalan.Salah satunya adalah nasi campurspesial ala Made. Menu yang dihidangkandi atas piring lebar initerdiri dari nasi dan berbagai lauk-pauk. Sebut saja tempe goreng,tuna, udang, tempe kuah santan,rendang, ayam kari, urap mentimun,ayam kelapa parut, bayam,sayur asam,dan serundeng.Hidangan ini juga dilengkapidengan sambal matahsegar khas Bali. “Sambalnya daricabe, bawang merah, bawang putih,dan garam yang ditumbukmenjadi satu dan langsung dihidangkanseketika,” ujar Wayan,salah satu pengelola WarungMade</p>
<p>Untuk bisa mencicipi nasi campurini, konsumen hanya perlumerogoh kocek sebesar Rp 45.000.Selain itu, masih banyak lagi menutradisional Indonesia lain, sepertigado-gado, sate ayam, sate sapi,lumpia, mi kuah, bubur dan rujak.Rata-rata setiap menunya dibanderoldengan harga Rp 30.000 seporsi.</p>
<p>Warung Made juga menyediakanragam menu vegetarian bagipelanggannya yang tidak menyukaidaging. Sebut saja, nasi campurvegetarian bisa disantap denganharga 25.000. Ada pulalumpia sayur seharga Rp 20.000.</p>
<p>Pesan tempat dulu pada saat akhir pekan</p>
<p>Bagi Anda yang tidak menyukaimasakan ala Bali, di Warung Madeini Anda bisa mengorder nasi gorengspesial ala Made. Menu yangsatu ini dilengkapi dengan irisandaging sapi, ayam goreng, telur,dan ekstra salad. Harganya puncukup terjangkau, hanya Rp40.000 per porsi.</p>
<p>Warung Made juga menyediakanbeberapa menu makanancampur. Salah satunya adalah setengahnasi goreng dan setengahgado-gado dengan harga Rp35.000. Oh, ya, Warung Made menyuguhkanpula olahan bebek lokalkhas Bali.</p>
<p>Bagi Anda yang sudah jenuhdengan makanan asli Indonesia,Warung Made menghidangkanpuluhan menu internasional alaEropa dan Asia. Untuk appetizer,tersedia crab avocado, creamcheese and bagel, dan smokedmarlin.</p>
<p>Untuk menu utama ada supersteak dan spare ribs yang jugamenjadi salah satu menu andalan.Sedangkan untuk dessert dihidangkanbrownies, coklat banana,cream caramel, black forrest,cheese cake, pancake, bananasplit, sandwich, salad, dan eskrim ala Made.</p>
<p>Adapun untuk minuman, warungini menyediakan berbagaipilihan. Mulai dari jus melon,mangga, alpukat, pisang, milkshakes, coktails, yoghurt, hinggawine pun tersedia. Untuk jus harganyaRp 20.000 segelas.</p>
<p>Warung Made dibuka mulai pukul8 pagi hingga pukul 24.00 setiaphari. Kendati terdapat 100buah kursi di warungnya, namunjika Anda ingin berkunjung saatakhir pekan, sebaiknya Anda melakukanpemesanan tempat terlebihdahulu. Maklum, tempat inimemang benar-benar ngetop.</p>
<p>Ini kalau Anda emoh mengantreterlalu lama. Maklumlah, tiap hariWarung Made melayani ratusanorang pembeli.</p>
<p>Bagaimana, Anda mau beli makanandi “Beli” Made? Banyak pilihan,ramai, terserah Anda. .</p>
<p>+++++<br />
Banyak yang Serupa, tapi Tidak Sama</p>
<p>Warung Made merupakan salahsatu tempat makan tradisionalyang tertua di Kuta, Bali.Kedai yang jaraknya hanya sekitar300 meter dari pantai ini adalahmilik Ni Made Masih dan suaminya,Peter Steenbergen, dari Belanda.</p>
<p>Mulanya, Warung Made hanyalahsebuah warung kecil yangmenjual makanan khas Bali, yaknitipa tjantok. Sebelum dipegang NiMade, pengelola warung ini adalahI Wayan Madri dan Ni NengahRoti, yang tak lain adalah orangtuaNi Made sendiri.</p>
<p>Sejak kecil, Ni Made selalumembantu orangtuanya berjualantipat tjantok sambil sekolah. Namun,waktu itu, lantaran biaya sekolahmahal, orangtua Ni Madetak sanggup lagi membiayainya.Maka, dia harus rela hanya mengenyamkursi sekolah dasar.</p>
<p>Ni Made lantas meneruskanusaha warung kedua orangtuanya.Lantaran berada dekat pantai,sambil menunggu ombak yangpas, para peselancar menyantapmakanan di Warung Made.</p>
<p>Kini, Warung Made memilikidua cabang. Yakni, di Kuta dan diSeminyak.</p>
<p>Namun, seiring dengan ketenaranWarung Made, banyak warungdi Bali yang berusaha mengekor.Misalnya, dengan membuat tampilanyang mirip Warung Made asli.</p>
<p>Kalau sudah begini, Anda jangansampai tertipu. Sebab, WarungMade punya logo khusus,dan tentu saja rasa makanannyajuga berbeda.</p>
<p>Jadi, kapan Anda ke Bali lalumampir ke Warung Made? .<br />
Warung Made<br />
Pande Mas Kuta (0361) 755297<br />
Jalan Raya Seminyak,<br />
(0361) 732130<br />
 <br />
Print</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/145/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/145/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=145&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/20/mari-mari-kita-coba-yang-baru-bersama-made/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hmmm&#8230; Teteg yang Ini Segar dan Menyehatkan</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/18/hmmm-teteg-yang-ini-segar-dan-menyehatkan/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/18/hmmm-teteg-yang-ini-segar-dan-menyehatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 19:22:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata kuliner daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/18/hmmm-teteg-yang-ini-segar-dan-menyehatkan/</guid>
		<description><![CDATA[Kriteria seperti itu bisa Anda jumpai pada sebuah warung makan di Jogjakarta. Letaknya persis di tengah kota, sekitar 200 meter dari Stasiun Kereta Api Lempuyangan.
Di belakang warung makan ini, rel kereta api hanya berjarak sekitar 10 meter. Jadi, bila kereta api yang menuju arah timur seperti Solo dan Surabaya melaju, jejakan roda kereta terasa kencang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=146&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kriteria seperti itu bisa Anda jumpai pada sebuah warung makan di Jogjakarta. Letaknya persis di tengah kota, sekitar 200 meter dari Stasiun Kereta Api Lempuyangan.<br />
Di belakang warung makan ini, rel kereta api hanya berjarak sekitar 10 meter. Jadi, bila kereta api yang menuju arah timur seperti Solo dan Surabaya melaju, jejakan roda kereta terasa kencang sekali. Makanya, kedai yang satu ini dinamakan Lotek dan Gado-gado Teteg. Ya, teteg sendiri artinya palang pintu lintasan kereta api.</p>
<p>Warung makan berukuran 11 m x 5 m ini memiliki tanah yang lapang untuk area parkir. Rerimbunan pohon masih menyisakan rasa adem. Tak heran, semilir angin dengan begitu mudahnya menyapu permukaan kulit.</p>
<p>Entah lantaran orang Jogja yang suka lesehan atau pekarangan warung ini bisa untuk lesehan, si empunya warung menutup sebagian pekarangan dengan konblok. Ia lalu menggelar tikar. Meski warung ini memiliki bangku dan meja, pengunjung tetap memilih lesehan.</p>
<p>Di warung ini Anda akan menjumpai layah atau piring ulekan dari batu yang berdiameter 80 cm. “Ini kami pesan khusus dari Blabak, Magelang,” jelas Untung, si empunya warung. Anda bisa menyaksikan bagaimana pegawai Untung mengolah beberapa lotek sekaligus di layah raksasa ini.</p>
<p>Lotek maupun gado-gado racikan Untung dan istrinya, Siti Yuchriah, dibanderol dengan harga yang cukup masuk akal, yaitu Rp 6.000 seporsi. Begitu sampai, pilihlah tempat duduk lesehan di bagian muka warung.</p>
<p>Tentu saja, karena beralaskan tikar, Anda harus mencopot sepatu atau sandal. Tapi, tidak ada larangan di warung ini untuk duduk sambil mengangkat kaki, atau meluruskannya. Pokok&#8217;e bebas, Mas, Mbak!</p>
<p>Bumbu gado-gadonya bikinan sendiri</p>
<p>Indonesia memiliki beragam gado-gado. Umpamanya, gadogado Minangkabau yang isinya sederhana, yaitu taoge, kentang, kol, dan tahu. Gado-gado Jakarta lebih komplet. Ada toge, kol, kentang, tomat, selada serta ketupat, kerupuk, tempe, dan tahu.</p>
<p>Di Surabaya lebih populer dalam bentuk rujak cingur. Gadogado ini memakai bumbu petis udang ala Jawa Timur.</p>
<p>Nah, gado-gado Jogja maupun Solo berbeda lagi. Bumbunya dimasak dengan santan serta daun salam dan lengkuas. Kalau sudah matang dan hendak disantap, baru diberi cuka. Dengan begitu, rasanya gurih, manis dan asam. Untuk penyedap rasa, sebelum dimakan bumbu diberi santan.</p>
<p>“Bumbunya saya bikin sendiri,” jelas Untung. Soal resepnya, ia memiliki rahasia dan mengikuti pakem bumbu gado-gado biasa.</p>
<p>Wajar kalau ia ogah membagi bumbunya. Maklum, kelezatan gado-gado ada di bumbu kacang. “Kacangnya pilihan,” tegas kakek 5 cucu ini.</p>
<p>Sepiring gado-gado di warung milik Untung ini terdiri dari tahu, telur, taoge, daun selada, ketupat, kentang, kol dan mentimun. Beberapa sayuran itu ada yang dimasak, ada pula yang mentah.</p>
<p>Gizi makanan ini sudah berimbang, sebab ada irisan telur di sana. Kalau mau hitung-hitungan ala ahli gizi, ada protein hewani, ada vitamin dan mineral yang cukup, plus karbohidrat.</p>
<p>Sayuran ditata dalam piring hingga menggunung. Setelahnya,disiram dengan bumbu kacang dan ditutup di bagian atas dengan kerupuk dan emping. Hitung punya hitung, setiap 4 hari Untung menghabiskan tomat 50 kg, kol 1 kuintal, dan telur 4 krat. Sayuran yang mesti ia beli harian seperti bayam, Untung membeli 1 karung per hari senilai Rp 25.000.</p>
<p>B e l a k a n g a n , Upik, anak Untung, menambah menu makanan dengan aneka bakaran seperti ikan bakar maupun ayam bakar. Meski tak mengurangi spesialisasi, toh menu tambahan ini tetap laris.</p>
<p>Lotek juga menjadi pilihan di warung ini. Jangan bingung antara gado-gado, lotek dan pecel, ya. Perbedaan ketiganya pada komponen bumbu.</p>
<p>Gado-gado terdiri atas bawang putih, cabe, gula, asam jawa, dan kacang tanah. Setelahnya, santan dipanaskan bersama lengkuas dan salam. Dicampur bumbu gado-gado yang sudah ditumbuk, panaskanlah sampai mendidih, baru dimasuki daun jeruk purut.</p>
<p>Bumbu pecel hampir sama dengan bumbu gado-gado, tetapi ditambah kencur dan tanpa santan. Sayuran pecel wajib direbus.</p>
<p>Lain lagi dengan lotek yang bumbunya dibikin mendadak. Bumbunya terdiri dari cabe rawit, bawang putih, garam, gula, kencur, daun jeruk purut, dan terasi diulek. Kemudian langsung dicampur dengan sayuran.</p>
<p>Di warung Untung ini ada lotek. Kalau Anda sedang emoh makansalad jawa alias gado-gado, Anda punya pilihan lain, yaitu lotek. Nah, Anda siap untuk sehat dan segar?</p>
<p>+++++<br />
Memanfaatkan Waktu Pensiun</p>
<p>Untung tak pernah membayangkan akan menghabiskan masa tuanya menjadi juragan gadogado yang begitu kondang di Jogja. Dulu, ia adalah sopir bahan bakar milik Pertamina. Hingga akhirnya masa tugasnya usai tahun 1978. “Terbiasa bekerja, rasanya aneh kalau kemudian berhenti begitu saja,” jelas Untung.</p>
<p>Usai pensiun, Untung dan istrinya membuka warung gado-gado di Jalan Argolubang, tak jauh dari Stasiun Lempuyangan. Waktu itu, mereka menamainya Warung Sederhana. “Kami punya rumah kosong di sana,” kata Untung.</p>
<p>Modal saat itu sekitar Rp 150.000 plus beberapa bangkudan meja. Konsumen awalnya adalah para tetangga dan mahasiswa. Setiap porsi lotek harganya Rp 25 dan gado-gado Rp 75.</p>
<p>Hitungan modal saban hari saat itu Rp 3.000 dengan pendapatan Rp 2.000-Rp 3.000 per hari. “Enggak untung,” ujar Untung</p>
<p>Masa-masa pertama ini tak mulus. Tetangganya, yang melihat betapa mudahnya uang dari gadogado dan lotek, meminta bumbu kacang Untung dan Siti Yuchriah, istrinya. “Katanya mau buat arisan, eh, enggak tahunya buat jualan,” kenang Siti. Belajar dari pengalaman ini, Siti urung membeberkan resep bumbu kacang mereka.</p>
<p>Toh, pelanggan tak ke manamana. Omzetnya kini mencapai Rp 2 juta-Rp 3,5 juta sehari.</p>
<p>Konsumen terus membesar. Untung sempat memindahkan warungnya dengan meminjam tanah milik Pertamina di seberang rumahnya. “Saya dipinjami, gratis!” ujar Untung. Lantaran penggila gadogadonya makin banyak dan tempat parkir terbatas, ia pun membeli sebidang tanah tak jauh dari warung sebelumnya.</p>
<p>Oh, ya, soal nama, bukan Siti maupun Untung yang menamai Lotek dan Gado-gado Teteg. “Karena kami menunya konsisten begitu saja, konsumen menamai itu,” kata Untung. Warung ini berjalan dengan bantuan 10 karyawan.</p>
<p>Lotek &amp; Gado-Gado Teteg<br />
Jalan Argolubang 184<br />
Yogyakarta<br />
Telepon (0274) 544418<br />
 <br />
Print</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/146/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/146/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=146&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/18/hmmm-teteg-yang-ini-segar-dan-menyehatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengudap Rasa Asli Madiun Sampai ke Depok</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/12/mengudap-rasa-asli-madiun-sampai-ke-depok-2/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/12/mengudap-rasa-asli-madiun-sampai-ke-depok-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 19:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masakan daerah di Ibukota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/12/mengudap-rasa-asli-madiun-sampai-ke-depok-2/</guid>
		<description><![CDATA[Coba, siapa di antara Anda yang tak tahu bagaimana tampang dan rasa sayur pecel? Hampir pasti, Anda semua mafhum. Sayur pecel adalah rebusan bayam, toge, kacang panjang, juga sayuran lain dengan siraman sambal kacang. Ibarat kata, orang Eropa punya salad, orang Indonesia punya pecel.
Tapi, ada banyak sekali macam pecel. Di Jawa Timur, rasanya setiap kota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=143&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Coba, siapa di antara Anda yang tak tahu bagaimana tampang dan rasa sayur pecel? Hampir pasti, Anda semua mafhum. Sayur pecel adalah rebusan bayam, toge, kacang panjang, juga sayuran lain dengan siraman sambal kacang. Ibarat kata, orang Eropa punya salad, orang Indonesia punya pecel.</p>
<p>Tapi, ada banyak sekali macam pecel. Di Jawa Timur, rasanya setiap kota mempunyai menu pecel yang berciri khas masing-masing. Sebut saja pecel blitar yang ada tambahan bunga turi, dan pecel kediri yang ada tambahan sambal tumpang. Ada pula pecel kawi dari Malang, yang di sausnya masih terasa butiran kacang yang agak kasar. Dan, ada lagi pecel madiun yang daun bayam atau daun kangkungnya diganti dengan daun singkong.</p>
<p>Di antara berbagai macam pecel tersebut, yang paling terkenal adalah pecel madiun. Karena itu, Madiun selain mempunyai sebutan sebagai Kota Brem juga mempunyai sebutan Kota Pecel.</p>
<p>Pecel madiun mempunyai kekhasan sendiri. Selain rebusan bayam, toge, dan juga kacang panjang, pecel madiun menambahi menunya dengan tempe orek dan serundeng. Plus, umumnya, selalu ada hiasan alias garnish daun kemangi.</p>
<p>Jika Anda ingin menyantap makanan khas Madiun ini, cobalah bertandang ke warung Pecel Madiun Mbak Ira di Margonda Raya. Tepatnya di depan Mal Depok.</p>
<p>Untuk ukuran tempat makan, warung milik Mbak Ira ini terbilangsederhana. Ukurannya kurang lebih 3 meter x 8 meter. Mejanyaberjajar rapi dengan kursi plastik tanpa sandaran. Ini ciri khas warung agar pengunjung tak berlama-lama duduk. Warung ini bisa memuat sekitar 30 orang.</p>
<p>Untuk ukuran warung, dekorasinya cukup inovatif. Salah satu sisi dindingnya tampak berhias beberapa foto pemandangan. Khiki Purnomo, pengelola warung yang juga putra Mbak Ira, mengatakan ia memasang foto-foto tersebut agar pengunjung lebih merasa nyaman ketika menyantap pecel. “Daripada kosong, kan lebih baik ada hiasan beginian,” kata Khiki.</p>
<p>Pedasnya bisa sesuai kemauan pembeli</p>
<p>Pecel madiun ala Mbak Ira tersaji di piring yang dilapisi dengan daun pisang. Porsinya tidak terlalu banyak, juga tidak terlalu sedikit. Pas, mengenyangkan, tapi tidak membuat kekenyangan.</p>
<p>Sayuran isinya terdiri dari rebusan daun singkong, toge, dan kacang panjang yang berlumur saus kacang alias sambal pecel. Tak lupa ada tempe orek dan serundeng. Sebagai pelengkap, ada peyek kacang di atasnya.</p>
<p>Peyek ini cukup renyah. Gorengannya tidak terlalu kering, sehingga tidak keras tetapi juga tidak basah. Saat digigit, peyek tersebut langsung lumer, hanya, tetap meninggalkan bunyi kriukkriuk.</p>
<p>Untuk sambal, komposisinya boleh dibilang tepat. Tidak terlalu pedas, tetapi cukup membuat perut hangat. Tingkat kepedasan ini hasil proses panjang sejak warung dibuka tahun 1993.</p>
<p>Ira sempat mencoba berbagai tingkat kepedasan. Ia pernah membuat pilihan, pedas biasa dan pedas sekali. Tapi, cara ini membuat pengunjung bingung. Akhirnya, tingkat kepedasan jadi fl eksibel sesuai permintaan konsumen. “Kalau kurang pedas, tambah aja sambalnya,” ucap Khiki, sambil nyengir.</p>
<p>Seperti sambal pecel umumnya, sambal Mbak Ira terbuat dari kacang tanah yang disangrai, gula merah, cabe merah, asam kawak, dan daun jeruk purut. Tak ada bahan khusus. Yang asli Madiun hanya peracik dan seni meraciknya. “Bumbu pecel di mana-mana sama saja. Yang beda itu komposisinya,” ungkap Khiki. Inilah yang membedakan pecel madiun Mbak Ira dengan pecel-pecel yang lain.</p>
<p>Khiki mengaku, warung pecel Mbak Ira setiap hari bisa menghabiskan beras 18 kg. Itu baru dari yang di Depok. Soalnya, warung pecel Mbak Ira sudah beranak-pinak ke Cibubur, Depok Town Square, dan Plaza BSD City.</p>
<p>Di Depok, setiap hari ada 200 pembeli yang menyambangi kedai ini. Lebih dahsyat lagi pengunjung pada hari Sabtu dan Minggu, yang terus mengalir tak putus.</p>
<p>Sebagian besar penggemar pecel ini memang orang Jawa Timur. “Kurang lebih 80%,” kata Khiki. Namun, menurutnya, banyak pula pelanggannya yang juga berasal dari daerah lain.</p>
<p>Satu porsi nasi pecel ini Cuma Rp 5.000. Kalau Anda memesan pecel tanpa nasi, dapat diskon Rp 500. Lauk tambahannya tak jauh berbeda dengan warung lain. Misalnya, empal Rp 4.500, ayam goreng Rp 6.000, ati ampela Rp 3.500, paru Rp 4.500, dan telur Rp 2.000.</p>
<p>Warung Mbak Ira juga menyediakan opor ayam, ayam bumbu rujak, dan juga urap. Khiki menjelaskan, ia menyediakan menu tambahan lantaran permintaan pelanggan “Saya menyediakan menu tambahan baru sekitar setahun terakhir ini,” kata Khiki.</p>
<p>Nah, mau uji nyali melawan pedasnya bumbu pecel Mbak Ira?</p>
<p>+++++<br />
Sudah Kena Garuk Dua Kali</p>
<p>Tak ada yang aneh dengan alasan Irawati, nama lengkap Mbak Ira, hingga dia berjualan pecel. Saat pertama kali hijrah ke Jakarta, 1991, dia beserta keluarga ternyata tidak bisa menemukan penjual pecel madiun. Lantaran kangen akan pecel asal daerahnya, pada tahun 1993 Mbak Ira membuka warung pecel madiun. Ternyata, banyak pengunjung yang terpikat pecel khas kampungnya ini. Dia pun meneruskan usahanya secara serius sampai saat ini.</p>
<p>Pada awalnya, Mbak Ira tidak berjualan di tempat yang sekarang, melainkan sekitar 50 meter dari situ. Awal berdiri sebagai pedagang kakilima, ia hanya boleh berjualan pada sore. Kemudian, ia tergusur dari tempatnya semula, karena di itu bakal berdiri Hero Supermarket. “Eh, sekarang malah Heronya sudah mati,” ujar Khiki Purnomo, pengelola Nasi Pecel Khas Madiun Mbak Ira.</p>
<p>Maka, pindahlah ia ke tempat yang sekarang jadi Mal Depok. Setelah mal tersebut berdiri, Ira pindah lagi ke seberangnya, sampai sekarang.</p>
<p>Selain melayani pembeli yang makan di warungnya, Mbak Ira juga menyediakan layanan antar. “Tapi, hanya di Depok saja yang ongkosnya gratis,” terang Khiki. Jika lokasinya di luar Depok, maka pemesan harus membayar biaya antar Rp 50.000. Kebanyakan pemesannya adalah mahasiswa dan dosen Universitas Indonesia.</p>
<p>Pada saat awal-awal buka, Pecel Madiun Mbak Ira pernah menyertakan biji lamtoro dan kembang turi. Tapi, karena susah dicari di Depok dan sekitarnya, akhirnya kedua komponen ini ia tinggalkan. “Enggak enak sama pelanggan, soalnya kadang ada, kadang enggak ada,” kata Khiki.</p>
<p>Sekali waktu pernah Ira memesan kedua bahan ini langsung dari kampung halamannya. Tapi, begitu sampai Depok, kondisinya sudah tidak layak. Sejak itu, Pecel Madiun Mbak Ira tidak lagi menyertakan lamtoro dan kembang turi.</p>
<p>Nasi Pecel Khas Madiun<br />
Mbak Ira<br />
Jl. Margonda Raya (seberang Mal Depok). Telp. (021) 9240690</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/143/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/143/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=143&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/12/mengudap-rasa-asli-madiun-sampai-ke-depok-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rasa Palembang nan Lemak di Ibukota nan Sesak</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/05/rasa-palembang-nan-lemak-di-ibukota-nan-sesak/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/05/rasa-palembang-nan-lemak-di-ibukota-nan-sesak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 19:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masakan daerah di Ibukota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/05/rasa-palembang-nan-lemak-di-ibukota-nan-sesak/</guid>
		<description><![CDATA[KedaiSiapa tak kenal pempek? Hi &#8211; dangan khas Palembang yang terbuat dari sagu dan ikan tengiri ini ampuh menggoyang lidah.
Rasanya gurih, penyajiannya ditemani saus berwarna hitam kecoklatan yang disebut cuko. Saus ini terbuat dari campuran air, gula aren, sambal hijau tumbuk, bawang, dan garam.
Hampir di tiap sudut keramaian, menu yang satu ini tak pernah terlewat. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=130&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>KedaiSiapa tak kenal pempek? Hi &#8211; dangan khas Palembang yang terbuat dari sagu dan ikan tengiri ini ampuh menggoyang lidah.</p>
<p>Rasanya gurih, penyajiannya ditemani saus berwarna hitam kecoklatan yang disebut cuko. Saus ini terbuat dari campuran air, gula aren, sambal hijau tumbuk, bawang, dan garam.</p>
<p>Hampir di tiap sudut keramaian, menu yang satu ini tak pernah terlewat. Mulai dari kelas gerobak dorong, warung tenda, hingga restoran. Agar makin kaya pilihan, simak penelusuran KONTAN.</p>
<p><em>Pempek Garuda</em></p>
<p>Jika menyusur Jalan Garuda, Kemayoran, Anda akan bersua banyak kedai pempek. Namun, yang paling tersohor adalah pempek Garuda milik Ahwa. Tulisan kedainya warna hijau dan simbol huruf R di sudut kanan atas. Warung ini berdiri sejak 1981.</p>
<p>Saban hari, Ahwa mengolah 30 kilogram ikan tengiri untuk dibuat pempek. Meski di waktu-waktu tertentu harga tengiri melangit, Ahwa tak berpaling ke ikan lain. “Tengiri yang paling enak,” ujarnya. Ia mencampur sagu ke adonan ikan dengan perbandingan 1:1. Ia mampu menyajikan 300 porsi pempek tiap hari.</p>
<p>Sebelum disajikan ke pemesan, pempek digoreng dulu. “Lebih nikmat menyantapnya kala hangat,” ujar Ahwa. Karena tidak memakai pengawet, pempeknya cuma tahan satu hingga dua hari. “Untuk menjaga mutu, masakan hari ini untuk hari ini juga,” tutur Ahwa. Harga pempek Garuda antara Rp 2.000 hingga Rp 7.000 sebuah. Ahwa menyajikan pempek lenjer, kapal selam, pempek tahu, tekwan, otak-otak, kulit, pempek keriting, bulat, dan lonjong.</p>
<p>Kedai Ahwa mampu menampung 60 orang pengunjung, dengan 15 meja. kedai ini dibuka hari Senin-Sabtu. Rasa pempeknya enak dan gurih, harganya pun jauh lebih murah ketimbang kedai pempek yang lain.</p>
<p>Oh, ya, Pempek Garuda ini tidak buka cabang di tempat lain</p>
<p><em>Pempek 161 Kelapa Gading</em></p>
<p>Pempek ini berlokasi di sebelah kiri jalan, mengarah ke Kelapa Gading Mall. Menu yang dihidangkan bukan hanya pempek, tapi juga aneka makanan khas Palembang, seperti tekwan, martabak bumbu kari, dan otak-otak.</p>
<p>Kendati menyajikan berbagai menu Palembang, namun yang menjadi andalan resto ini tetap pempek kapal selam. Ukurannya lebih besar dibanding pempek yang ditawarkan resto lain.</p>
<p>Selain itu, pengunjung bebas menaburkan ebi maupun mengucurkan cuko ke mangkuk. Semua tersedia di tiap meja, Anda bisa meracik sendiri kuah cuko-nya.</p>
<p>Bagi yang tidak suka pedas, Anda tinggal menambahkan kecap asin. Sedangkan bagi yang gemar berpedas-pedas, tambahkan saja sambal hijau.</p>
<p>Sebagai pelengkap makan pempek, cicipi es kacang merah asli Palembang. Isinya kacang merah kering yang direbus dengan gula putih, lantas diguyur sirup, susu, dan diberi es batu.</p>
<p>Restoran ini buka setiap hari, dari jam 10 pagi sampai 10 malam. Bila ingin menyambangi di akhir pekan, usahakan datang sebelum sore hari. Pasalnya, menjelang sore sering kali pempek sudah ludes terjual</p>
<p>Untuk mencicipi sepotong pempek ini, Anda mesti merogoh kocek Rp 11.000. Resto ini juga menyediakan pempek campur seharga Rp 40.000. Menu ini gabungan berbagai jenis pempek yang tersaji dalam satu mangkuk.</p>
<p>Dari segi harga, restoran ini punya banderol harga yang lumayan mahal. Namun, dibandingkan dengan rasa dan ukuran pempeknya, tentu saja Anda tidak akan merasa dirugikan.</p>
<p>Bagi yang tinggal di Jakarta Selatan, Anda tak perlu capek-capek ke Kelapa Gading. Resto ini sudah memiliki cabang di Radio Dalam.</p>
<p><em>Pempek @bing</em></p>
<p>Pempek @bing buka sejak 7 tahun silam. kedai ini merupakan salah satu pilihan jajanan pempek di jantung Jakarta. Kalau kita mencicipi, jelas kelebihan dari pempek @bing adalah kuahnya lebih kental dan lebih nendang ketimbang pempek lainnya.</p>
<p>Setiap hari, pengunjung memadati tempat ini. “Mulai ramai sore hari, pas bubaran kantor,” jelas Anton Sudjoko, pemilik @bing.</p>
<p>Rata-rata dalam sehari pempek @bing menghabiskan 30 kg daging tengiri dan menjual 500 porsi. “Kalau weekend malah sampai 750 porsi sehari, dan 70% pengunjung makan di tempat,” lanjut Anton.</p>
<p>Untuk menjaga kualitas dan rasa, pempek @bing mendatangkan bahan bakunya langsung dari asalnya, Palembang. “Kita rutin mendatangkan ikan, cabe, gula aren, ebi, dan kecap asin sebagai bahan baku utama pempek ini,” papar Anton.</p>
<p>Setelah bahan baku tersebut sampai di Jakarta, barulah ia meracik dan mengolahnya. Walaupun di tengah-tengah kawasan bisnis, untuk harga masih bisa terjangkau. Kapal selam besar harga per buahnya Rp 9.000, dan Rp 2.500 untuk yang kecil.</p>
<p>Pempek @bing buka dari jam 11 siang sampai jam 11 malam setiap hari. Kini, jumlah karyawannya 18 orang yang terdiri dari 12 orang untuk melayani pelanggan dan 6 orang pembuat adonan pempek.</p>
<p>Anton menambahkan, dalam waktu dekat ini ada rencana untuk membuka cabang yang ke tiga. Tapi, ia belum menemukan lokasi yang cocok.</p>
<p><em>Pempek APY</em></p>
<p>Pempek APY sudah berdiri sejak 1995. Kelebihan pempek ini ada pada adonan pempeknya. “Rasa ikannya lebih terasa,” ucap Kadi, pengelola pempek APY.</p>
<p>Dalam sehari, pempek APY bisa menghabiskan 70 kg daging tengiri dan 20 kg daging gabus. Harganya, Rp 9.000 ukuran besar dan Rp 3.000 untuk yang kecil.</p>
<p>Khusus Sabtu dan Minggu, pempek APY menyediakan menu spesial, yaitu laksan. Laksan ini adalah irisan pempek lenjer yang diberi kuah bersantan warna kuning. Rasanya manis-gurih.</p>
<p>Pempek APY punya tiga cabang: di Casablanca, Depok, dan Kelapa Gading Permai.</p>
<p><em>Pempek Gaby</em></p>
<p>Pempek Gaby ini memiliki 2 cabang di bilangan Bekasi. Yang paling besar berlokasi di Jalan Cut Mutiah No. 2B; dan yang lainnya di Jalan Jenderal Sudirman No. 59 Kranji.</p>
<p>Untuk masyarakat di sekitar kawasan Bekasi, pempek Gaby ini tentu sudah tidak asing lagi. Kelebihan Gaby ini, pempek keritingnya lebih gurih dibandingkan dengan yang lainnya. Plus, siraman kuah cokelatnya di atas pempeksangat menggugah selera bagi yang mencicipinya.</p>
<p>Soal harga, tidak masalah. Karena lokasinya di pinggiran Jakarta, harganya jadi lebih murah. Untuk pempek kapal selam ukuran besar saja harganya hanya Rp 4.500, dan pempek keriting Rp 3.500. Sedangkan untuk pempek yang kecil-kecil, harganya Rp 1.000.</p>
<p>Selain itu, pempek Gaby memiliki ruangan yang sangat luas. Sehingga, bisa dijadikan tempat untuk acara kumpul -kumpul keluarga.</p>
<p>Nah, Anda telah menelusuri berbagai kedai dan resto pempek di Jakarta dan sekitarnya. Masakan ala Palembang ini benar-benar sudah merangsek ke ibukota.</p>
<p>PEMPEK GARUDA<br />
Jl. Garuda No. 57 A,<br />
Kemayoran, Jakarta Pusat<br />
Telp. (021) 4211792</p>
<p>PEMPEK 161 KELAPA GADING<br />
Jalan Boulevard Blok FW 1<br />
No. 26 Kelapa Gading<br />
Telp. (021) 4526607</p>
<p>PEMPEK @BING<br />
Jl. Dr. Satrio No. 275 &amp; 16.C,<br />
Casablanca, Jaksel<br />
Telp. (021) 9810 4914</p>
<p>PEMPEK APY<br />
Kav. Polri Blok B VII/707 B<br />
Jelambar, Jakbar<br />
Telp. (021) 98245947</p>
<p>PEMPEK GABY<br />
Jl. Cut Mutiah No. 2B Bekasi<br />
Telp. (021) 82421594</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/130/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/130/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=130&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/05/rasa-palembang-nan-lemak-di-ibukota-nan-sesak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Legenda Soto Kudus di Kota Gudeg</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/01/legenda-soto-kudus-di-kota-gudeg/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/01/legenda-soto-kudus-di-kota-gudeg/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Dec 2007 19:17:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata kuliner daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/01/legenda-soto-kudus-di-kota-gudeg/</guid>
		<description><![CDATA[Betul. Selain Menara Kudus yang terkenal itu, kota kecil di Jawa Tengah ini memang menyimpan begitu banyak kekayaan kuliner. Ada lentog, penganan yang jamak disantap pagi hari. Satu porsi lentog isinya lontong serta sayur tewel atau sayur nangka muda yang dimasak hingga hancur menyerupai bubur.
Ada lagi sate kerbau. Kalau di warung-warung sate di Kudus, sate [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=142&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Betul. Selain Menara Kudus yang terkenal itu, kota kecil di Jawa Tengah ini memang menyimpan begitu banyak kekayaan kuliner. Ada lentog, penganan yang jamak disantap pagi hari. Satu porsi lentog isinya lontong serta sayur tewel atau sayur nangka muda yang dimasak hingga hancur menyerupai bubur.</p>
<p>Ada lagi sate kerbau. Kalau di warung-warung sate di Kudus, sate bakal datang dengan beragam pilihan, mulai dari daging, hati, dan babat.</p>
<p>Kekayaan kuliner Kudus yang melegenda adalah soto kudus. Umumnya, orang menunjuk soto khas Kudus dengan irisan daging ayam dan kerbau.</p>
<p>Merunut sejarahnya, penggunaan kerbau sebagai sumber adalah tradisi pluralisme saat Islam mulai mengembangkan pengaruh di tanah Jawa. Saat itu, Sunan Kudus, salah satu Wali Songo, melarang pengikutnya menyembelih sapi.</p>
<p>Konon, ini merupakan salah satu jurus untuk menyebarluaskan agama Islam di tengah masyarakat Kudus yang saat itu menganut agama Hindu. Maklum, sapi bagi masyarakat Hindu dianggap binatang suci. Itu sebabnya, tak ada soto kudus dengan daging sapi. Yang ada adalah soto berdaging ayam dan kerbau.</p>
<p>Pada soto kerbau, dagingnya terasa lembut dan berwarna merah muda. Kuah soto yang segar berasal dari kaldu dan jeroan kerbau. Untuk menetralisir bau daging kerbau, penjual menaburi bawang putih goreng.</p>
<p>Saking kondangnya, soto kudus berbiak hingga ke pelosok negeri. Padahal, belum tentu soto kudus itu diproduksi oleh orang asli Kudus. Biasanya cuma nebeng popularitas nama soto kudus.</p>
<p>Tapi, soto kudus yang ada di kedai Rumah Kudus di Jogja adalah racikan orang asli Kudus. Berbeda dengan soto kerbau yang disajikan dengan piring, soto kudus disajikan dalam mangkok mungil. Bukan karena si penjual pelit, lo, tetapi memang begitu porsi dari sono-nya. Tak heran, lebih dari separo pengunjung di kedai milik Sartono ini makan lebih dari satu porsi.</p>
<p>Kedai benuansa Kudus</p>
<p>Setiap pesanan datang, urutan tangan Sartono adalah menjumput nasi, lalu membubuhinya dengan toge, suwiran ayam, seledri, dan daun bawang. “Supaya dari atas terlihat hijau,” katanya. Setelah mengguyuri dengan kuah soto, ia menaburkan bawang putih goreng sebagai penyedap.</p>
<p>Kuahnya segar, gurih mantap, dan tidak terlalu berat. “Jangan lupa pakai kecap,” kata Sartono mengingatkan. Warna dan rasa kecapnya khas. Hitamnya tidak mengeruhkan kuah, dan rasanya juga tidak terlalu manis.</p>
<p>Kecap di kedai ini ia datangkan dari pabrikan lokal di Kudus. Konon, aturan di pabrik itu mengharuskan si pembeli mengambil sendiri kecap pesanan.</p>
<p>Sebulan sekali Sartono harus pergi ke Kudus untuk membeli kecap sebanyak 105 botol. Jumlah ini biasanya tandas dalam sebulan.</p>
<p>Pernah, Sartono kehabisan kecap dan menggantinya dengan kecap yang dijual di supermarket. Eh, rasanya menjadi rusak.</p>
<p>Pasangan pas selain kecap adalah jeruk nipis yang diperas ke mangkuk, perkedel, dan kerupuk rambak. Di setiap meja, tersedia sepiring aksesori seperti keripik tempe, sate kerang, sate hati, sate usus, sate telur puyuh, tempe, perkedel, dan lainnya.</p>
<p>Seporsi soto kudus ini bisa Anda tukar dengan duit Rp 4.500 dan aksesorinya antara Rp 1.500- Rp 2.000 per item. Anda juga boleh melengkapi seporsi soto dengan tulang-tulang ayam.</p>
<p>Kalau menginginkan ceker, kepala ayam, dan jeroan, datanglah agak pagi supaya tidak kehabisan. Soalnya, meski buka pukul 7 pagi, pengunjung mulai datang setengah jam sebelumnya. Dalam sehari, Sartono bisa menghabiskan sekitar 15 ekor ayam dan minimal 12 kg beras.</p>
<p>Dari segi bahan baku dan bumbu, ada kunyit, daun serai, bawang merah, bawang putih, cabe, gula, garam, kecambah, santan, daging ayam atau daging kerbau. Untuk rasa, umumnya manis dengan santan agak kental.</p>
<p>Di kedai ini, Sartono juga menyuguhi nuansa Kudus dari arsitektur bangunan kedai. Di atas tanah seluas 15 meter x 9 meter, Sartono mengusung gebyok atau dinding khas Kudus. Ia juga memasang atap yang mencirikan atap rumah-rumah di Kudus.</p>
<p>Dinding kayu di sini tak membikin gerah bila menyantap soto kudus di siang hari. Keringat yang mengucur justru datang dari nasi dan kuah soto panas yang lezat.</p>
<p>Di bagian dalam, sekitar 50 orang bisa lesehan. Sartono menyiapkan meja pendek dengan alas duduk spon tipis. Kalau emoh lesehan, ada meja panjang di bagian tengah kedai ini.</p>
<p>Di teras ada pikulan soto. Di sinilah Sartono meracik sekitar 500 mangkuk soto kudus dalam sehari. Persis di bagian depan pikulan, Sartono menyediakan bangku panjang untuk sekitar 10 orang.</p>
<p>Kalau di bagian ini masih ada tempat, duduklah untuk menikmati semangkuk soto kudus. Di sinilah tempat yang paling nikmat untuk bersantap. Kalau makan persis di depan pikulannya, pesanan mangkuk kedua akan datang lebih cepat. Betul?</p>
<p>+++++<br />
Kekudusan itu Pindah ke Jogja</p>
<p>Agaknya, Sartono tak kapok berjualan soto kudus. Sudah mewarisi Soto Kudus Kliwon di dari orangtuanya, ia justru membiakkannya. Kali ini, ke Jogja dan menamakannya Rumah Kudus.</p>
<p>Letak kedai ini Jalan Monumen Jogja Kembali (Monjali). Persisnya, dari arah Tugu menuju Monumen Jogja Kembali, terdapat SPBU Monjali. Nah, tepat di utara pengisian bahan bakar inilah Rumah Kudus ini berlindung.</p>
<p>Sebenarnya, kawasan ini tak sepadat Jalan Kaliurang yang sarat dengan jajanan dan pertokoan. Toh, kedai ini tak pernah sepi. Jajaran roda empat berbaris rapi sepanjang hari di ruas kanan dan kiri jalan, terlebih saat ujung pekan.</p>
<p>Sayang, Sartono ogah membeberkan berapa modal yang dibenamkan untuk membikin usaha ini. Tapi, menilik desain arsitektur di kedai ini, mestinya dibangun dengan ongkos yang tak murah. Untuk mengurusi kedai ini, Sartono dibantu 14 karyawannya.</p>
<p>Sartono kini berencana menambah menu makanan, yaitu pindang kudus. Bahkan, bagian belakang kedai ini juga tengah dibangun untuk menambah kapasitas tempat duduk. Selain itu, Sartono juga bakal gandengan dengan pemilik gerai di Ambarukmo Plaza, pusat perbelanjaan anyar di Jogja. “Kami berencana buka di sana,” katanya.</p>
<p>Soto Rumah Kudus<br />
Jl. Monjali 78 B Yogyakarta<br />
Telp. (0274) 625040<br />
Buka: 07.00-20.00</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/142/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/142/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=142&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/12/01/legenda-soto-kudus-di-kota-gudeg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenikmatan Betawi dari Gondila</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/29/kenikmatan-betawi-dari-gondila/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/29/kenikmatan-betawi-dari-gondila/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 19:16:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan betawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/29/kenikmatan-betawi-dari-gondila/</guid>
		<description><![CDATA[Nasi uduk. Menu makanan khas Betawi ini terbuat dari beras yang dicampur dan dikukus dengan santan, lalu diberi bumbu-bumbu. Sangat menggugah selera. Apalagi kalau penyajiannya dibungkus dengan daun pisang.
Orang juga terbiasa menyantap nasi uduk untuk sarapan, makan siang, atau makan malam. Tentu saja, ditemani dengan pelengkapnya, seperti ayam goreng, empal, semur kentang, atau semur jengkol. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=141&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Nasi uduk. Menu makanan khas Betawi ini terbuat dari beras yang dicampur dan dikukus dengan santan, lalu diberi bumbu-bumbu. Sangat menggugah selera. Apalagi kalau penyajiannya dibungkus dengan daun pisang.</p>
<p>Orang juga terbiasa menyantap nasi uduk untuk sarapan, makan siang, atau makan malam. Tentu saja, ditemani dengan pelengkapnya, seperti ayam goreng, empal, semur kentang, atau semur jengkol. Nah, di antara sekian banyak pusat pedagang nasi uduk, kawasan Tanah Abang-lah yang paling populer. Selain itu, pusat nasi uduk juga ada di kawasan Rawabelong.</p>
<p>Eh, tapi di sela-sela keramaian kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, terselip sebuah warung yang menjajakan nasi uduk. Letaknya persis di depan Mi Gondangdia yang legendaris itu.</p>
<p>Saban malam, warung yang bernama Cahaya Asli itu selalu penuh dengan pengunjung yang ingin menikmati sajian nasi uduk berbalut daun pisang yang berbentuk kerucut. Ditambah lagi dengan lauk-pauk yang beranekaragam. Mulai dari ayam goreng dan bakar, ati ampela ayam, usus, sate telur muda, sate udang, babat, paru, serta tidak ketinggalan tahu dan tempe goreng.</p>
<p>Warung ini berdiri sejak September 1993. “Ide untuk membuka warung Cahaya Asli itu tercetus secara spontan,” ungkap Ernawita, salah seorang dari empat pemiliknya. Awalnya, mereka hanya ingin memanfaatkan lahan yang menganggur di depan sebuah ruko money changer milik keluarga besar mereka.</p>
<p>Menilik lokasinya yang strategis, yakni di area bisnis, tak heran para pengunjung Cahaya Asli adalah pegawai kantoran. Mereka biasanya mampir untuk mengisi perut sekaligus melepas penat.</p>
<p>Jadi, wajar saja apabila Anda melintasi Jalan R.P. Soeroso alias Gondila atau Gondangdia Lama pada malam hari, banyak mobil parkir di depan Cahaya Asli. Sesekali ada bule yang asyik menyantap makanan khas Jakarta ini.</p>
<p>Untuk ukuran warung pinggir jalan, ruangan Cahaya Asli tergolong sangat luas. Anda bisa memilih makan beratapkan tenda, di depan warung, atau juga duduk manis di dalam ruko.</p>
<p>Sedapnya mencocol ayam ke dalam sambal</p>
<p>Kelebihan warung ini adalah bahan bakunya fresh, hanya untuk hari itu juga. Pengunjung juga dapat memilih sendiri menunya. “Kita menggunakan bahan baku pilihan dan bebas MSG,” ucap Elizabeth, pemilik Cahaya Asli Lainnya. Jadi, mau menyantap di tempat atau dibungkus sama nikmatnya.</p>
<p>Bagi Anda yang perutnya sudah mendendangkan keroncong, tidak perlu menunggu lama untuk dapat segera menyantap nasi uduk. Dalam waktu singkat, sang pelayan akan membawa lauk-pauk pesanan dalam satu wadah besar.</p>
<p>Di Cahaya Asli ini ada dua macam sambal. Yakni, sambal kacang dan sambal merah. Anda bebas mengambil sambal sebanyak- banyaknya. Anda tinggal mencampurkan dengan kecap yang sudah mejeng di meja.</p>
<p>Lauk unggulan Cahaya Asli adalah daging ayam yang empuk dan bumbunya yang sangat terasa. Anda tinggal mencocol daging nan nikmat itu ke dalam sambal yang Anda racik sendiri. Hap&#8230;! Rasanya begitu mantap. “Dalam semalam, kita rata-rata menghabiskan 100 ekor ayam dan 40 liter beras,” jelas Yusril, pemilik Cahaya Asli lainnya.</p>
<p>Selain pilihan lauk-pauk yang beraneka ragam, warung ini juga menawarkan pilihan minuman yang sangat variatif untuk menemani kita menyantap menu nasi uduk. Yang ideal, sih, nasi uduk itu sohib kentalnya adalah teh manis hangat. Selain itu, teh manis pas bisa lumayan menangkis udara malam hari yang dingin.</p>
<p>Tapi, bagi Anda yang rada berani, Anda bisa menenggak minuman dingin di sini. Ada berbagai es. Sebut saja es kelapa muda, es kacang merah, es campur, es cendol, sampai es teler juga tersedia untuk memanjakan lidah sehabis menyantap nasi uduk.</p>
<p>Setelah puas makan dan minum, jangan lupa untuk membayar. Tenang, tak perlu Anda bayar pakai kartu kredit. Soal harga, nasi uduk Cahaya Asli ini lumayan murah.</p>
<p>Banderol nasi uduknya hanya seharga Rp 3.000 per bungkus dan ayam goreng Rp 7.500 per potongnya. Sedangkan harga lauk pauk pelengkapnya amat bervariasi. Mulai dari Rp 3.000 per potong untuk tahu tempe, sampai dengan Rp 17.500 per tusuk untuk sate udang goreng.</p>
<p>Menurut para pemiliknya, kunci sukses nasi uduk Cahaya Asli ini adalah selalu mengutamakan kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Selain itu, kedai ini berusaha menjaga rasa dan kualitasnya yang tetap sama sejak awal berdiri sampai saat ini. “Kita tidak pernah sedikit pun merubah citarasa. Itu yang kita tanamkan sejak awal,” imbuh Yasmin menutup perbincangan.</p>
<p>Anda berminat memacu kendaraan menuju Gondila?</p>
<p>+++++<br />
Bersih-Bersih Warung Cegah Lalat dan Ulat Berkeliaran</p>
<p>Dalam menjalankan roda bisnis, terkadang memang sering muncul kejadian-kejadian aneh. Empat bersaudara pemilik warung nasi uduk Cahaya Asli ini juga pernah mengalaminya.</p>
<p>Begini ceritanya. Suatu hari di bulan Oktober tahun lalu, warung Cahaya Asli buka seperti biasa, sama persis hari-hari sebelumnya. Tiba-tiba, tanpa diundang, muncul lalat hijau menjijikkan yang berkerumun di atas lauk-pauk.</p>
<p>“Padahal, bahan-bahan yang kita gunakan itu selalu fresh,” tutur Ernawita, salah seorang pemilik Cahaya Asli. Lalat hijau itu bukan hanya ada di sekitar lauk-pauk, tapi juga terbang ke dapur dan tempat untuk mencuci piring.</p>
<p>Setelah diperiksa dengan seksama, ternyata bukan hanya lalat yang datang tanpa permisi. Ulat pun sepertinya tidak mau ketinggalan untuk berpesta. Hampir di setiap daun pisang pembungkus nasi uduknya mendadak muncul beberapa ulat. Begitu juga di beberapa lauk pauk. “Mendengar kabar tersebut, saya lalu memutuskan untuk menutup warung dengan segera,” kata Wita. Ini untuk mencegah terjadi hal yang tidak diinginkan ke pelanggan.</p>
<p>Beberapa karyawan yang penasaran dengan kejadian itu langsung menggoreng beberapa lauk- pauk. Setelah memakannya, rasanya berubah menjadi pahit.</p>
<p>Keesokan harinya, Wita membersihkan seluruh sudut warung secara bersama-sama. “Saya selalu berpikir positif, mungkin anakanak kurang menjaga kebersihan warung,” ujarnya.</p>
<p>Setelah semuanya ia nilai sudah bersih dan tidak ada kotoran yang bersisa lagi, baru dilanjutkan dengan berdoa dan meminta perlindungan dari Tuhan, agar kejadian serupa tidak akan terjadi dikemudian hari nanti. “Sampai saat ini, alhamdulillah kejadian tersebut tidak terulang lagi,” ujarnya.</p>
<p>Mungkin lalat dan ulat itu terpikat dengan kelezatan nasi uduk Cahaya Asli, kali, ya.</p>
<p>Nasi Uduk Cahaya Asli<br />
Jalan R.P. Soeroso No. 27<br />
Gondangdia, Jakarta Pusat,<br />
Telepon (021) 310 2585</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/141/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/141/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=141&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/29/kenikmatan-betawi-dari-gondila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gigitan Pertama Begitu Nikmat</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/26/gigitan-pertama-begitu-nikmat/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/26/gigitan-pertama-begitu-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2007 19:14:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sop buntut dan sop bukan buntut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/26/gigitan-pertama-begitu-nikmat/</guid>
		<description><![CDATA[Di tangan orang Indonesia, semua bagian tubuh sapi bisa diolah menjadi makanan yang sedap. Mulai dari lidahnya yang biasa disemur, dagingnya yang sering diolah menjadi steik, lalu kulitnya yang dibikin kerupuk atau beduk, sampai iga dan buntutnya yang bisa dibikin sop.
Nah, jika Anda penggemar sop iga sapi, di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan, terdapat kedai sop [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=139&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di tangan orang Indonesia, semua bagian tubuh sapi bisa diolah menjadi makanan yang sedap. Mulai dari lidahnya yang biasa disemur, dagingnya yang sering diolah menjadi steik, lalu kulitnya yang dibikin kerupuk atau beduk, sampai iga dan buntutnya yang bisa dibikin sop.</p>
<p>Nah, jika Anda penggemar sop iga sapi, di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan, terdapat kedai sop iga sapi yang perlu Anda sambangi.</p>
<p>Namanya Warung Pojok Pak Tris. Menu spesial tentu saja sop iga sapi. Tapi, Tris juga menyediakan hidangan lain, seperti sop buntut dan bakso urat sapi.</p>
<p>Kedai Pak Tris berada di pojokan. Jika dari arah gedung Trakindo menuju Ragunan atau Setu Babakan, Anda akan masuk ke jalur satu arah. Di penghabisan jalur tersebut sampailah Anda di warung Pak Tris.</p>
<p>Ia sengaja memilih tempat di pojokan karena menurutnya merupakan letak yang strategis.</p>
<p>“Bisa dari dua arah,” ujar Sutrisno, nama panjang Pak Tris. Warungnya tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil. Ukurannya sekitar 7 m x 8 m. Selayaknya warung, di sana berjejer meja dan kursi tanpa senderan.</p>
<p>Tris mengaku warungnya dapat memuat sekitar 60-an orang. “Ada juga yang makan di mobil kalau penuh,” tuturnya. Parkiran yang ia sediakan lumayan luas. So, Anda jangan tak kebagian parkir.</p>
<p>Merica nendang mulut</p>
<p>Di kedai ini, Anda langsung dapat melihat Tris meramu sop iga. Ini karena meja ramunya berada di depan ruang makan.</p>
<p>Menurut Tris, hal itu sengaja ia lakukan agar konsumen melihat bagaimana cara dia meramu sop iga. Lihat saja, tangannya cekatan, memasukkan potongan iga ke mangkuk, lalu menyiramkan kuah dan menaburinya dengan irisan seledri dan bawang goreng.</p>
<p>Warung Pak Tris buka dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Jika Anda berkunjung di sana pas jam makan siang atau makan malam, sudah pasti akan susah mendapatkan tempat duduk.</p>
<p>Yuk, kita mulai mengecap kuahnya. Wuih, rasa merica sangat terasa. Maklumlah, Tris memang royal dalam meracik bumbu. Tapi, juga tak kebanyakan.</p>
<p>Ia mengakui, tidak ada resep rahasia dalam sop iga buatannya. “Semua bumbu masakan pasti sama, hanya komposisinya saja yang berbeda,” katanya sambil tertawa.</p>
<p>Kuahnya bening dan tak terlalu kental. Ini berpadu dengan minyak lemak yang mengambang tak terlalu banyak. Daging yang menempel di iga terasa lembut di mulut. Anda tak perlu ngotot untuk melepaskan daging beserta uratnya dari tulang iga. Hanya dengan gigitan kecil, daging dan urat sudah pasti akan terlepas dari tulangnya. Selain itu, daging mudanya pun masih terasa empuk di mulut. Ada sensasi bunyi kriukkriuk ketika Anda mengunyah tulang mudanya.</p>
<p>Jika Anda memesan sop buntut, Anda akan merasakan sensasi yang sama. Anda tinggal menyedot, niscaya daging yang membalut tulang buntut tersebut akan langsung terlepas.</p>
<p>Tetapi, jika memesan sop buntut, Anda butuh keahlian lebih untuk menikmatinya. Karena buntut agak lebih berbelit jika dibandingkan dengan iga. Jangan malumalu untuk menggunakan tangan, karena dengan begitu sensasi dari memakan buntut dapat terasa.</p>
<p>Tris mengakui ia tidak menghitung berapa porsi dalam sehari ia bisa menyediakan sop iga. Yang jelas, dalam sehari ia bisa menghabiskan 60 kg iga sapi. Bahkan, kala puasa Warung Pojok bisa menghabiskan iga sapi sampai satu kuintal. Bahan ini ia pesan dari pedagang langganannya di Pasar Minggu dan Pondok Labu.</p>
<p>Dalam memilih iga, Tris tak sembarangan. Jika pemasok mengirimi iga dengan kualitas jelek, ia langsung menolaknya. Tris emoh pelanggannya kecewa dengan iga berkualitas rendah.</p>
<p>Saat ini, Warung Pojok Pak Tris mempunyai karyawan sebanyak 15 orang. Kebanyakan masih keluarganya. Bahkan, yang duduk di belakang kasir adalah anaknya yang nomor tiga.</p>
<p>Tris sendiri memilih untuk berada di belakang meja racik, karena banyak pelanggan yang mencarinya jika tak berada di situ. “Kata pelanggan, kalau bukan saya yang meracik rasanya lain,” tuturnya.</p>
<p>Untuk kepuasan dari seporsi sop iga Pak Tris, Anda cukup menebusnya dengan harga Rp 8.000.</p>
<p>Sedangkan untuk sop buntutnya Anda perlu merogoh lebih dalam lagi, yakni Rp 15.000.</p>
<p>Oh, ya, selain hidangan dari sapi, Tris juga menyajikan hidangan lain. Misalnya, pecel lele, ayam panggang dan goreng, sayur asam, mi ayam, dan lainnya. Jadi, jika Anda mengajak teman Anda yang tidak doyan sop iga maupun sop buntut, ada pilihan lainnya.</p>
<p>Yang perlu Anda waspadai adalah lalat. Karena di warung Pak Tris lalat berterbangan, jadi berjaga- jagalah. Hus! Jangan sampai lalat juga jadi hidangan tambahan. Tak apalah, sedap juga menyantap sop sambil mengusir.</p>
<p>+++++<br />
Sempat Jadi Pekerja Bangunan</p>
<p>Ternyata, darah koki memang sudah mengalir di jiwa Sutrisno, nama lengkap Tris. Orangtuanya juga membuka warung makan di daerah Pasar Minggu. Awal mulanya Tris membantu mereka. Namun, ia berpikir, jika terus-terusan di situ, ia tidak berkembang. Akhirnya,</p>
<p>Tris memutuskan untuk berpisah dengan orangtuanya dan membuka warung sendiri. Lepas dari orangtuanya, Tris tidak langsung membuka warung sendiri. Ia ikut dulu di warung orang lain yang membuka warung di Kebun Binatang Ragunan. Setelah Tris merasa mantap dalam hal modal dan juga ilmu, ia memutuskan untuk membuka warung sendiri.</p>
<p>Tak terlalu besar, hanya sebuah kavling di jejeran warung di Pintu Barat Ragunan juga. “Sekarang tempatnya sudah jadi parkiran sepeda motor,” kenangnya.</p>
<p>Tris berjualan di warung Ragunan tersebut cukup lama, sekitar 18 tahun. ”Dari anak saya lahir sampai saya punya menantu,” katanya sambil tersenyum.</p>
<p>Di Ragunan, Tris mencoba mengumpulkan modal. Ia bercita-cita untuk membuka warung yang lebih besar dan di luar kawasan Ragunan.</p>
<p>Kemudian, Tris mendapat tempat di Jalan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tak jauh dari tempatnya berusaha sekarang.</p>
<p>Tapi, keberuntungan belum berada di pihak Tris. Baru berjualan beberapa saat, sang pemilik menjual tanah yang ia tempati. Tris pun tak bisa berjualan lagi.</p>
<p>Cukup lama Tris meredam keinginannya untuk terus berjualan. Dalam mengisi waktu, Tris mencoba peruntungan dengan menjadi pekerja bangunan.</p>
<p>Tapi, ternyata keinginan berjualan terus membayanginya. Maka, setelah dua tahun menjadi pekerja bangunan, ia pun kembali lagi ingin berjualan.</p>
<p>Itu sebabnya, ketika melihat ada tempat yang cocok untuk membuka usaha lagi, Tris langsung menyambarnya.</p>
<p>Betul, di tempatnya sekarang, ia giat “membanting tulang” jualan sop. “Tapi, dulu masih kakilima, belum bangunan kayak gini,” ujar Tris.</p>
<p>Warung Pojok Pak Tris<br />
Jl. Paso No. 1E RT 005 RW 004<br />
Jagakarsa Jakarta Selatan<br />
Telp (021) 78891611</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/139/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/139/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=139&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/26/gigitan-pertama-begitu-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyantap Kerapu Mantap di Dapur Sedap</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/22/menyantap-kerapu-mantap-di-dapur-sedap/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/22/menyantap-kerapu-mantap-di-dapur-sedap/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Nov 2007 19:16:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seafood dan olahan ikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/22/menyantap-kerapu-mantap-di-dapur-sedap/</guid>
		<description><![CDATA[Amatlah gampang berburu masakan seafood, Chinese food atau kuring di seantero Jabodetabek. Mulai dari tenda kakilima, kedai, atau restoran mahal berlomba memancing pembeli dengan menyajikan beragam olahan ketiga masakan itu.
Tapi, kalau Anda ingin mencari tempat makan yang menggabungkan ketiganya, datanglah ke Dapur Sedap. Letaknya persis di belakang arena gokar Lippo Karawaci, Tangerang.
Kendati baru seumur jagung, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=140&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Amatlah gampang berburu masakan seafood, Chinese food atau kuring di seantero Jabodetabek. Mulai dari tenda kakilima, kedai, atau restoran mahal berlomba memancing pembeli dengan menyajikan beragam olahan ketiga masakan itu.</p>
<p>Tapi, kalau Anda ingin mencari tempat makan yang menggabungkan ketiganya, datanglah ke Dapur Sedap. Letaknya persis di belakang arena gokar Lippo Karawaci, Tangerang.</p>
<p>Kendati baru seumur jagung, tepatnya tiga bulan, kedai ini langsung ramai diserbu pembeli. Ini</p>
<p>lantaran para pengunjung menyukai konsep kedai yang satu ini. Sang pemilik Sofi an Liggajaya lantas bercerita, ia mendirikan kedai ini berdasarkan pengalaman pribadinya selama tinggal di Lippo Karawaci. “Pilihan makanan di Lippo Karawaci sangat sedikit, menunya itu-itu saja,” tutur Sofi an. Maka, ia lantas memutuskan membuka kedai yang menunya lebih variatif dibandingkan dengan kedai lainnya.</p>
<p>Tentu saja, percuma membikin konsep bagus kalau menu makannya tak mendukung. Maka, Dapur Sedap menyajikan sebuah menu andalan: kerapu tim asam pedas.</p>
<p>Ia memilih kerapu lantaran ikan ini memiliki rasa yang begitu enak. Kerapu juga mengandung vitamin, mineral, dan kaya dengan zat hara. Zat ini, ehm&#8230;, dapat meningkatkan vitalitas seksual.</p>
<p>Rasa asam yang muncul di menu kerapu itu bukan dating dari semprotan cuka, melainkan berasal dari buah plum. “Menu ini sehat dikonsumsi untuk mereka yang memiliki penyakit mag atau lambung, karena kita menggunakan buah plum untuk membuat asam pada makanannya,” ungkap Farida, istri Sofi an. Untuk menjaga menu ini tetap panas, tersedia kompor mini yang berbahan baker spiritus.</p>
<p>Selain kerapu, Anda bisa juga menjajal kepiting lada hitam. Rasanya pedas manis dan sangat cocok di malam hari. Kemudian, ada juga kangkung hotplate seafood yang tak kalah sedapnya.</p>
<p>Bagi Anda yang menggemari makanan pedas, cobalah menu kerang tahu tauco pedas. “Memang, menu ini salah satu favorit bagi mereka yang suka makanan pedas,” terang Farida. .</p>
<p>Anda juga bisa menyeruput sop seafood kelapa muda. Umumnya, sop itu tersaji dalam sebuah mangkuk. Nah, sop ala Dapur Sedap ini berada dalam sebuah kelapa muda asli yang masih berbentuk bundar. Soal rasa, so pasti sangat menyegarkan, aroma yang keluar dari sop ini sangatlah menggugah selera. Perpaduan antara sop seafood dan kelapa muda membuat rasa lapar sirna begitu menyantapnya.</p>
<p>Menjaga mutu dan mengevaluasi menu</p>
<p>Untuk bahan baku, Farida mengaku mudah memperolehnya. “Kalau ikan biasanya ada supplier yang datang langsung. Kadang saya juga belanja sendiri ke pasar ikan Muara Karang,” ujarnya. Untuk bumbu, ia tinggal melenggang ke pasar tradisional, maupun pasar swalayan.</p>
<p>Soal harga, relatif terjangkau. Hanya dengan uang Rp 55.000 Anda bisa menukar dengan satu porsi kerapu tim asam pedas. Kepiting lada hitam dibanderol dengan harga Rp 55.000 per porsi, sedangkan kerang tahu tauco pedas dan kangkung hotplate seafood masing-masing seharga Rp 17.500 dan Rp 25.000 per porsi.</p>
<p>Selain itu, Dapur Sedap menyediakan paket promosi. Misalnya, bila membeli satu porsi, Anda akan mendapat diskon sebesar 10%. Beli dua porsi dapat diskon 20% dan lima porsi bakal memperoleh diskon 50%. “Selebihnya kami hanya memberi diskon maksimal 50%,” ungkap Sofi an.</p>
<p>Agar tak bosan, secara berkala Sofi an dan Farida akan mengevaluasi semua menu yang ada di kedai ini. Jadi, apabila ada menu yang sudah tidak menarik lagi, ia mengganti dengan menu yang jauh lebih variatif.</p>
<p>Kendati masih baru, Dapur Sedap ini memang langsung mendapat serbuan dari pengunjung. Ketika dibuka pukul 6 sore, langsung pengunjungnya membeludak.</p>
<p>Dalam setiap malam, kedai ini bisa menghabiskan 50 ekor kepiting dan 80 ekor ikan kerapu. Dirata- rata, dalam semalam Dapur Sedap bisa mencetak omzet sekitar Rp 7 jutaan.</p>
<p>Kunci sukses bisa ngetop dalam waktu singkat dalam menjalankan bisnisnya itu lantaran Sofi an dan Farida selalu berupaya menjaga mutu makanan. Menu lezat tanpa layanan yang baik tentu percuma dan jangan harap pelanggan bakal kembali lagi. Maka, setelah berkunjung ke Dapur Sedap, jangan heran apabila nanti Anda datanglagi.</p>
<p>Di Dapur Sedap, selain diawaki 12 orang karyawan berseragam, Farida, sang pemilik, juga masih turun langsung untuk menyapa dan menanyakan kepuasan pengunjungnya. Ia mencoba menjalin komunikasi dan kedekatan emosional yang baik antara pemilik kedai dan pelanggan. Kalau ada yang tidak puas, ia juga bisa langsung mengetahuinya.</p>
<p>Anda puas? Katakan kepada teman. Tapi, kalau Anda tak puas, katakan kepada pemiliknya.</p>
<p>+++++<br />
Merayu Pelanggan dengan Menu Baru</p>
<p>Sejatinya, kawasan de EspanaFood Corner sudah ada sejakdua tahun yang lalu. Namun, barumenunjukkan geliatnya begitu DapurSedap muncul, yang kini menjadiikon pusat jajan di Lippo Karawaciini.</p>
<p>Jika Anda ingin berkunjung, cobalahdatang pada hari Jumat,Sabtu, atau Minggu. Dalam tigahari di akhir pekan itu, Dapur Sedapakan menyajikan live music.Anda bisa memesan lagu ataumenyanyikannya di depan pengunjungkedai ini.</p>
<p>“Live music memang kita sediakanuntuk memanjakan pelanggan.Selain itu juga bisa mencairkansuasana jadi lebih akrab,” pemilikDapur Sedap Sofyan Linggajaya.</p>
<p>Dapur Sedap berada di ruanganterbuka. Sudah begitu, sekelilingnyaterdapat taman yang hijaudan berhiaskan lampu yang berkelap-kelip. Jadinya, tempat ini asyikuntuk bersantap sekaligus untukberkumpul dengan keluarga ataubersua dengan mitra bisnis.</p>
<p>Dengan kesuksesan yang diraihdalam waktu singkat, Dapur Sedapberupaya terus mempertahankannya.“Kami sangat menghargaimasukan dan keluhan dari pelanggan,”ujar tambah Farida.</p>
<p>Ia lalu bercerita pernah kenasemprot salah satu pelanggannya.Waktu itu si pelanggan marah-marahlantaran ia tak kunjung dilayani.“Waktu itu suasananya sangatramai dan kami semua kelabakan,”papar Farida.</p>
<p>Akhirnya, Farida menghampiri sipelanggan dan merayunya dengansebuah menu khusus yang baruakan muncul di bulan berikutnya.Dan, menu khusus itu gratis. Bagaiapi tersiram air, akhirnya sang pelangganitu luluh dan bahkan memintamaaf.</p>
<p>Sampai sekarang, ia menjadisalah satu pelanggan tetap, bahkanmenjadi tester bila ada resepbaru yang akan keluar di DapurSedap. “Saya bersyukur, kejadiantersebut langsung selesai dan pelangganmerasa puas,” kenangnyadengan mata berbinar-binar.</p>
<p>Dapur Sedap<br />
de&#8217;Espana Food Corner<br />
Jl. Kalimantan Raya Lippo<br />
Karawaci. Telp. 70470407</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/140/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/140/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=140&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/22/menyantap-kerapu-mantap-di-dapur-sedap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hap&#8230; Mencapit Kepiting di Kedai sang Ratu</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/19/hap-mencapit-kepiting-di-kedai-sang-ratu/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/19/hap-mencapit-kepiting-di-kedai-sang-ratu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 19:13:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seafood dan olahan ikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/19/hap-mencapit-kepiting-di-kedai-sang-ratu/</guid>
		<description><![CDATA[Varian makanan dari hasil tangkapan laut memang banyak peminat. Tak heran, kedai seafood menjadi tersebar di mana-mana. Mulai dari warung tenda, kedai pinggir laut, sampai restoran kelas atas, tinggal pilih sesuai selera dan kocek Anda.
Bagi penggemar seafood, sebetulnya harga tidak pernah menjadi masalah utama. Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum jika hidangan laut ini tidaklah murah.
Menu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=138&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Varian makanan dari hasil tangkapan laut memang banyak peminat. Tak heran, kedai seafood menjadi tersebar di mana-mana. Mulai dari warung tenda, kedai pinggir laut, sampai restoran kelas atas, tinggal pilih sesuai selera dan kocek Anda.<br />
Bagi penggemar seafood, sebetulnya harga tidak pernah menjadi masalah utama. Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum jika hidangan laut ini tidaklah murah.</p>
<p>Menu yang tersaji di kedai seafood sebetulnya seragam, misalnya olahan ikan, kerang, udang, cumi, atau kepiting sebagai menu utamanya Salah satu kedai seafood yang cukup ramai dijejali para penyuka hasil laut adalah Ratu Kepiting.</p>
<p>Kedai milik Edward ini lumayan dikenal di daerah Kelapa Gading sebagai seafood kelas kakilima. Lokasi kedai ini terletak di pelataran parkir Apartemen Wisma Gading Permai, Kelapa Gading.</p>
<p>Kedai Edward adalah salah satu dari sekian banyak warung tenda yang mangkal di sekeliling apartementersebut.</p>
<p>Seperti rumahmakan seafood pada umumnya, Ratu Kepiting memiliki aneka menu makanan laut. Namun, sesuai dengan namanya, kebanyakan pengunjung dating untuk memburu kepiting.</p>
<p>Ada 9 jenis olahan kepiting di kedai ini, mulai dari kepiting rebus, kepiting saus padang, saus medan, saus tiram, saus bawang putih, asam manis, goreng mentega, lada hitam, dan asam pedas.</p>
<p>Namun, yang menjadi menu favorit kedai ini adalah kepiting saus padang. Dalam sehari Edward mengaku menghabiskan rata-rata 40 kg kepiting.</p>
<p>Pria berusia 51 tahun ini juga menjamin kesegaran kepiting hasil olahannya. Pasalnya, ia mendatangkan pasokan kepiting setiap hari dari pemasok. Jadi, kepiting yang tersaji adalah kepiting yang benar-benar masih segar.</p>
<p>Kepiting saus padang ala Edward sebetulnya tidak berbeda dengan seafood yang lain. Hanya saja bumbu dan rasa sambalnya lebih berani. Kuah kepitingnya lebih kental dan rasa pedasnya dicampur dengan sedikit rasa asam dan manis. “Rasanya enggak Cuma pedas, tapi manis dan juga asam, jadi rasanya lebih nendang,” tutur Edward berpromosi</p>
<p>Jangan lupakan sayuran Pendamping</p>
<p>Racikan saus padang ala Ratu Kepiting terbuat dari beragam jenis bumbu-bumbu tradisional.</p>
<p>Sebut saja cabe, bawang merah, bawang putih, dan beberapa bumbu lain yang masih dirahasiakan oleh Edward. Resep ini tidak ia dapat sekejap mata. Butuh waktu lama untuk menemukan racikan bumbu saus padang yang pas.</p>
<p>Edward dibantu oleh 5 orang koki dalam meracik saus padang agar pas dengan selera pelanggan-pelanggannya. Mengolah kepiting yang berkulit tebal menjadi hidangan yang asyik untuk disantap bukanlah hal yang mudah. Namun, di Ratu Kepiting para pelanggan tak perlu menunggu lebih dari 15 menit.</p>
<p>Maklum, saat ini Edward dibantu 15 orang karyawan yang dengan cekatan mengantarkan berbagai pesanan ke meja pelanggan Tatkala sampai di meja pelanggan, aroma wangi saus padang pun terpendar. Cobalah jumput salah satu bagian kepiting dengan tang yang sudah disediakan untuk memecahkan capit kepiting. Rasakan daging putih yang bercampur saus padang yang ekstra-pedas.</p>
<p>Hmmm&#8230;, menu ini akan tambah nikmat disantap dengan sekepal nasi putih panas dan olahan cah kangkung yang biasanya menjadi menu pendamping.</p>
<p>Selain kangkung, Ratu Kepiting juga menyajikan berbagai sayuran sebagai pendamping. Mulai dari capcai, jagung mudah cah cumi, brokoli cah cumi, dan kembang kol cah udang.</p>
<p>Harga masakan olahan kepiting ditetapkan dalam satuan kilogram. Tentu saja, Anda tidak perlu memesan sekilo pas. Karyawan Edward yang akan menghitungkan harganya. Tapi, patokannya begini, sekilo kepiting telur Rp 95.000, sedangkan yang jantan Rp 85.000. Satu kilo kepiting bisa dinikmati 2 hingga 3 orang.</p>
<p>Kalau berminat menyantap olahan Edward, datanglah antara pukul 18.00 sampai 24.00. Namun, biasanya pelanggan lebih banyak datang pada malam hari, selepas pukul 20.00. Ini lantaran adanya anggapan kalau menyantap seafood harus malam hari yang suasananya santai. Menurut Edward, tiap hari ia melayani ratusan tamu dalam kedai yang berkapasitas 100 tempat duduk ini.</p>
<p>Layaknya kedai seafood, Ratu Kepiting yang berdiri sejak 2002 ini tidak semata-mata mengandalkan kepiting. Ada juga ikan, cumi, kerang, udang, bahkan bistik sapi dan ayam. “Kalau dihitung, total menunya ada ratusan,” ungkap Edward .</p>
<p>Seporsi udang besar dilego sekitar Rp 29.000, sedangkan ikan Rp 37.000, cumi Rp 29.000, dan kerang Rp 14.00 seporsi. Setiap hari, Edward menghabiskan 20 kg udang, 20 kg ikan, dan sekitar 15 kg cumi.</p>
<p>Hmmm&#8230;, berminat menyantap seafood di sarangnya Ratu?</p>
<p>+++++<br />
Awas, Ada Ratu Bohong-bohongan</p>
<p>Mulanya, Edward adalah seorang pedagang yang menjual alat-alat listrik. Usaha yang ia rintis sejak tahun 1991 itu terbilang sukses. Bahkan, ia memiliki tiga toko dan juga menjadi distributor alatalat listrik.</p>
<p>Tapi, di pengujung tahun 1997 bisnisnya mulai goyah seiring datangnya badai krisis moneter.</p>
<p>“Harga-harga elektronik melambung. Sudah begitu, terjadi kerusuhan lagi,” ujarnya mengenang.</p>
<p>Dengan berat hati, Edward harus menutup usahanya. Ia juga mesti menyerahkan sebagian asset tokonya ke bank lantaran tak sanggup membayar utang. Pria yang tidak menyelesaikan pendidikan SLTA-nya ini lantas memulai usaha baru, membuka toko kue kecil di daerah Proyek Senen. Tapi, untungnya tak jua menjanjikan.</p>
<p>Ketika itulah ada kejadian. Saudaranya yang membuka usaha makanan seafood bernama Raja Kepiting gulung tikar. Makanya, Edward melanjutkan usaha itu dengan nama yang mirip, yakni Ratu Kepiting, sebagai merek dagangnya. Lokasi kedai seafood itu ia pilih di bilangan Kelapa Gading.</p>
<p>“Penggemar seafood itu banyak sekali, apalagi makanan ini proteinnya tinggi,” ujarnya yakin.</p>
<p>Belakangan, banyak kedai seafood baru yang mengusung nama yang sama. Namun, Edward mengatakan, itu bukan cabangnya “Ratu Kepiting cuma ada di Kelapa Gading. Saya tidak buka cabang di mana-mana,” kata ayah tiga anak ini.</p>
<p>Kini, Edward tengah mengurus hak paten atas nama kedainya. “Kalau hak patennya sudah keluar, barulah saya akan ekspansi cabang,” ucapnya.</p>
<p>Meski tidak menyelesaikan sekolah, Edward bangga bisa menyekolahkan anak-anaknya ke bangku perguruan tinggi. Anak sulungnya kini melanjutkan studi ke China.</p>
<p>Putri keduanya tengah menyelesaikan semester akhir di Universitas Tarumanegara, “Semuanya berkat kepiting,” ujarnya.</p>
<p>Ratu Kepiting<br />
Apartemen Wisma Gading Permai,<br />
Jl. Boulevard Raya<br />
Kelapa Gading, Jakarta Utara</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/138/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/138/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=138&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/19/hap-mencapit-kepiting-di-kedai-sang-ratu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Goyang Lidah ala Pantura nan Murah Meriah</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/12/goyang-lidah-ala-pantura-nan-murah-meriah/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/12/goyang-lidah-ala-pantura-nan-murah-meriah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 19:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masakan daerah di Ibukota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/12/goyang-lidah-ala-pantura-nan-murah-meriah/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Anda yang belum pernah bertandang ke kedai Ma&#8217; Pinah, pasti mengira ini restoran mahal. Tengok saja, desainnya cenderung modern minimalis, plus seluruh ruangannya yang ber-AC. Coba saja masuk, duduk manis di kursi dan bacalah menu. Anda pasti kaget melihat harganya yang murah.
Untuk dapat mencicipi seporsi ikan etong bakar, Anda cukup merogoh kocek Rp 15.000 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=137&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagi Anda yang belum pernah bertandang ke kedai Ma&#8217; Pinah, pasti mengira ini restoran mahal. Tengok saja, desainnya cenderung modern minimalis, plus seluruh ruangannya yang ber-AC. Coba saja masuk, duduk manis di kursi dan bacalah menu. Anda pasti kaget melihat harganya yang murah.</p>
<p>Untuk dapat mencicipi seporsi ikan etong bakar, Anda cukup merogoh kocek Rp 15.000 saja.</p>
<p>Oh, ya, ikan etong ini lebih beken dengan nama ikan ayam-ayaman. Cumi bakar dan pedesan bebek yang rasanya pedas mantap itu bisa Anda tukar dengan uang Rp 5.000 untuk setiap porsi. Sedangkan untuk dapat menikmati satu porsi nasi kerikil atau nasi bakar khas kedai ini, Anda membayar Rp 4.000 saja.</p>
<p>Anda pasti penasaran, kenapa harganya bisa begitu murah? Ini lantaran kedai Ma&#8217;Pinah langsung mendatangkan bahan baku yang dari Pamanukan. &#8220;Kita punya lahan sendiri untuk menyuplai beras.</p>
<p>Selain itu, kita juga memiliki peternakan sendiri di Pamanukan untuk memasok telur beserta ayamnya,&#8221; kata Syarifudin, pengelola Ma&#8217; Pinah. Untuk bahan baku jenis ikan laut dan cumi, Ma&#8217; Pindah mendapatkan dari pemasok di Jakarta yang masih memiliki hubungan kerabat.</p>
<p>Kendati murah, namun bukan berarti murahan, lo. Terbukti tempat parkir Ma&#8217; Pinah selalu sesak dengan mobil para pengunjung.</p>
<p>Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga pukul 22.00.</p>
<p>Tersedia juga menu ayam dan bebek</p>
<p>Menu andalan kedai ini adalah ikan etong bakar yang rasanya begitu mantap. &#8220;Ikan etong ini dibakar dengan bumbu kecap dan resepnya sudah turun-temurun,&#8221; papar Syarifudin.</p>
<p>Sebagai kawan untuk menyantap si etong ini, Ma&#8217; Pinah menyediakan berbagai sambal. Ada sambal kecap manis yang dicampur dengan bumbu rempah-rempah.</p>
<p>Ini membuat aroma bumbu rempahnya sangat harum dan menggugah selera. Kemudian, ada sambal merah ulek, warnanya yang merah menyala yang berasal dari tomat dan cabe merah.</p>
<p>Sambal terakhir khas Sunda, yakni sambal terasi. Bagi Anda yang ingin berpedas-pedas dengan kentalnya aroma terasi, silakan menjajal sambal ini. Rasanya pas untuk ukuran lidah. Selain ikan etong bakar, warisan termashyur Ma&#8217; Pinah, ya, sambal terasi ini.</p>
<p>Perpaduan yang pas antara terasi khas Pantura dengan bumbubumbu sambal lainnya menjadikan rasanya begitu mantap.</p>
<p>Selain itu, masih banyak pilihan menu yang bisa Anda pilih. Sebut saja cumi bakar yang rasanya pedas manis, udang bakar, ikan kakap bakar dan goreng, sampai sajian kepiting saus tiram.</p>
<p>Kalau alergi dengan makanan laut, Anda bisa memilih menu andalan lainnya, seperti ayam dan bebek bakar atau goreng, atau pedesan bebek.</p>
<p>Pedesan bebek memang salah satu makanan khas Sunda Pantura. Terbuat dari daging bebek di iris kecil-kecil dan dicampur dengan kuah yang terbuat dari bumbu- bumbu rahasia yang dicampur sambal hijau, rasanya sudah pasti pedas dan menyegarkan.</p>
<p>Bicara masakan sunda, belum lengkap bila tidak ada sayur. Kedai ini menyajikan menu sayur asem yang bumbunya lumayan berani. Tentu saja ada karedok dan lalapan yang terdiri dari kacang panjang, terong hijau, daun selada, kol, ketimun, dan leunca.</p>
<p>Anda bisa memilih berbagai macam jenis nasi. Mulai dari nasi putih biasa, nasi bakar, atau nasi kerikil. Nasi bakar adalah nasi uduk yang dibungkus dengan daun pisang, kemudian dibakar, sehingga aroma daun pisang bakar dan nasi uduknya itu bercampur menjadi satu dalam sekali hembusan nafas.</p>
<p>Nasi kerikil adalah campuran antara nasi uduk dengan irisan wortel, jagung, dan ati ampela. Penyajiannya itu dibungkus dengan daun pisang yang berbentuk seperti lontong. &#8220;Rasa nasi kerikil di mulut itu sangat ramai. Persis seperti ada kerikil-kerikilnya,&#8221; tambah Syarifudin.</p>
<p>Kedai Ma&#8217; Pinah berkapasitas 90 orang. Bagi yang ingin merayakan acara khusus, kedai ini menyediakan VIP room.</p>
<p>Dalam sehari, rata-rata kedai ini membetot 120 pengunjung. Di akhir pekan, jumlah ini bisa melonjak dua kali lipat. Jangan heran kalau ikan etong dalam sehari bisa ludes 80 ekor. Nasi kerikil dan nasi bakarnya rata-rata habis 90 porsi perhari.</p>
<p>Konsep kedai ini adalah prasmanan. Jadi, Anda tinggal mencomotnya.</p>
<p>Tapi, ada beberapa menu yang baru dimasak bila Anda memesannya, seperti kepiting saus tiram dan asam manis.</p>
<p>Kunci sukses kedai ini terletak pada rasa dan kualitasnya. Sejak pertama kali buka 15 tahun yang lalu, rasa dan kualitasnya masih tetap sama dan terjaga sampai saat ini. &#8220;Kami menjaga standar dan kontrol terhadap rasa. Selain itu juga harganya yang relatif murah,&#8221; papar Syarifudin.</p>
<p>Mau makan kenyang dan murah? Buruan pacu mobil Anda ke Ma&#8217; Pinah.</p>
<p>+++++<br />
Dari Pamanukan Menggoyang Tendean</p>
<p>Apabila melewati jalan raya Pantura, Anda pasti sering menyaksikan warung-warung makan berjejer di sepanjang jalan raya utama Jawa tersebut. Tepat di Jalan Raya Mundusari Timur Km. 4 Pamanukan atau setelah Desa Sukamandi, persis di sebelah kiri dari arah barat, Anda akan menemukan sebuah rumahmakan yang sangat luas. Itulah Kedai Ma&#8217; Pinah yang pertama dan berdiri sejak 15 tahun silam. Saat ini sudah ada 3 kedai Ma&#8217; Pinah yang berdiri.</p>
<p>Dua berlokasi di daerah Pamanukan, dan satu di Jakarta Ma&#8217; Pinah mengawali kariernya sebagai seorang pedagang ayam potong di emperan pasar Patrol Indramayu, Jawa Barat. Ia merasakan pahit getirnya berseteru dengan aparat kemanan pasar.</p>
<p>Berkat kerja keras dan ketekunannya, akhirnya ia menjadi salah satu pedagang yang berhasil. Usaha dagang ayam potongnya pun semakin maju.</p>
<p>Suatu hari Ma&#8217; Pinah berinisiatif untuk membeli lahan seluas 2.000 m2 di pinggir jalan raya Pantura. Tempat itu ia sulap untuk usaha rumahmakan. Didi Supriyadi, putra Ma&#8217; Pinah, merintis usaha ini. Kedai biasa ini akhirnya menjadi luar biasa. Pusat kedai di Pamanukan dapat menampung kurang lebih 500 pengunjung.</p>
<p>Sukses menjual rasa Ma&#8217; Pinah, usaha Didi berkembang ke manamana. Mulai dari peternakan, pertanian, sampai dengan kontraktor proyek-proyek lepas pantai. &#8220;Jumlah seluruh karyawan tetapnya saat ini sudah mencapai sekitar 500 orang,&#8221; ujar Syarifudin.</p>
<p>Kedai di Jakarta memang baru seumur jagung. Tapi jangan salah, kedai ini sudah membetot minat masyarakat untuk berkunjung.</p>
<p>Saking banyaknya peminat, Ma&#8217; Pinah bakal membuka cabang lagi di Jakarta. &#8220;Tapi untuk lokasi persisnya belum tahu, karena masih kita kaji dan mempertimbangkan dengan seksama,&#8221; ungkap Syarifudin.</p>
<p>Kedai Ma&#8217; Pinah<br />
Jl. Raya Kapten Tendean<br />
No. 2, Jakarta Selatan<br />
(021) 71790918</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/137/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/137/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=137&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/12/goyang-lidah-ala-pantura-nan-murah-meriah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perut Kenyang, Mata Segar, Kuping Nyaman</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/05/perut-kenyang-mata-segar-kuping-nyaman/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/05/perut-kenyang-mata-segar-kuping-nyaman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 19:11:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masakan berdaging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/05/perut-kenyang-mata-segar-kuping-nyaman/</guid>
		<description><![CDATA[Sajian makanan dari bebek memang mudah Anda temukan di seantero Jakarta. Entahitu di pinggir jalan, hingga kelas restoran mewah dengan nama berbau asing.
Di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, yang sekarang menjadi tempat nongkrong baru, berdiri Restoran Bebek Ginyo. Bagi Anda para penggemar kuliner bebek, tentu paham kalau hidangan bebek tidak diolah dengan baik akan menimbulkan bau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=136&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sajian makanan dari bebek memang mudah Anda temukan di seantero Jakarta. Entahitu di pinggir jalan, hingga kelas restoran mewah dengan nama berbau asing.</p>
<p>Di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, yang sekarang menjadi tempat nongkrong baru, berdiri Restoran Bebek Ginyo. Bagi Anda para penggemar kuliner bebek, tentu paham kalau hidangan bebek tidak diolah dengan baik akan menimbulkan bau yang amis.</p>
<p>Di Bebek Ginyo, selain tidak amis, Anda masih mendapatkan aroma bumbu dan saus kaldu hijau yang begitu harum. Dagingnya pun terasa empuk dan gurih. Mantap banget buat disantap.</p>
<p>Kedai ini menawarkan tempat yang nyaman dengan suasana kuno (vintage). Anak sekarang menyebutnya dengan istilah jadul. Coba lihat saja dinding-dindingnya penuh dengan lukisan tua. Kemudian di salah satu sudut restoran terdapat telepon antik dan pemutar alat musik untuk piringan hitam.</p>
<p>Tak cukup sampai di situ. Meja dan kursinya juga bertema tempo dulu. Tapi tenang, alunan musiknya bukan lagu-lagu klasik, kok. Melainkan lagu-lagu yang ngetop saat ini.</p>
<p>General Manager Bebek Ginyo, Gabriel Winarto, menjelaskan konsep ini sengaja dibuat agar pengunjung merasa fresh dan menciptakan suasana yang berbeda dengan kondisi Jakarta yang acakadut.</p>
<p>Untuk lukisan, Winarto mengaku mendapatkannya dari berburu di internet dan para kolektor. Winarto mengaku ide seperti itu ia peroleh dari referensi-referensi restoran bebek yang ada di Surabaya, Klaten, dan Yogyakarta.</p>
<p>Tadinya, konsep Bebek Ginyo adalah restoran kecil yang sederhana. Namun, melihat pengunjungnya yang membeludak, Bebek Ginyo kini sudah berkembang lebih besar.</p>
<p>Kendati baru berdiri selama dua bulan, dalam sehari Bebek Ginyo bisa menghabiskan 250 sampai dengan 300 ekor bebek. Sedangkan pengunjung yang datang dalam sehari antara 500 sampai dengan 800 orang. Nah, jika akhir pekan, jumlah pengunjung bisa membludak hingga 1.000 orang! Luar biasa bagi restoran yang baru buka 5 Mei lalu.</p>
<p>Menyediakan menu selain bebek</p>
<p>Rahasia kenapa kedai ini cepat ramai, karena Winarto mencari orang yang bisa mengolah bebek dan mengembangkan menu nasi bebek yang rasanya pas dengan lidah orang Indonesia. Maka, tersajilah lima jenis hidangan bebek andalan di Bebek Ginyo. Bebek goreng, bebek bakar, bebek balado, bebek sambal hijau, dan bebek kremes tersedia di sini.</p>
<p>Olahan daging bebek ini memiliki keunggulan. Coba Anda iris lalu gigit dagingnya yang begitu empuk. Anda bakal menjumpai rasa gurih dan aroma bumbunya yang harum.</p>
<p>Bagi Anda yang kurang menyukai daging bebek, restoran ini juga menyediakan aneka hidangan ikan patin. Misalnya, patin goreng, patin bakar, patin balado, patin asam pedas, dan pindang patin.</p>
<p>Untuk minuman, Bebek Ginyo menyediakan aneka jus dan minuman ringan. Selain itu, Winarto juga menyediakan menu minuman tambahan yang khas, seperti wedang jahe dan sekoteng.</p>
<p>Bebek Ginyo pun melakukan terobosan baru dengan menyajikan menu makanan pepes bebek.</p>
<p>Menurut Winarto, menu pepes bebek belum pernah ada di restoran bebek lain. Ini murni merupakan hasil pengembangan Bebek Ginyo. Ternyata, banyak, lo, pelanggan yang menyukainya.</p>
<p>Restoran ini mengusung konsep prasmanan. Dengan begitu, pengunjung dengan bebas bisa memilih sesuai selera mereka. Winarto memilih konsep ini karena operasionalnya lebih mudah. Selain itu, pengunjung bisa memilih dan langsung melihat bentuknya.</p>
<p>Selain rasanya yang lezat, harga makanan di Bebek Ginyo relatif terjangkau. Untuk bebek goreng harganya Rp 11.000 per porsi dan bebek bakar Rp 12.000.</p>
<p>Untuk bebek balado, bebek sambal hijau, dan bebek kremes bisa Anda santap dengan menukarkan duit Rp 13.000. Untuk menu patin, patin bakar dihargai Rp 12.000. Patin goreng, patin balado, patin asam pedas, dan pindang patin harganya Rp 11.000 seporsi. Bebek Ginyo buka dari jam 11 pagi sampai 10 malam.</p>
<p>Untuk bahan baku, restoran ini bekerjasama dengan pemasok yang mendatangkan bebek langsung dari Karawang. Namun, sebenarnya, kata Winarto, sekarang bebek sudah banyak dijumpai di pasar-pasar khusus di Jakarta. Jadi, selama ini ia tidak pernah kesulitan untuk mendapatkan bahan baku.</p>
<p>Ada 20 orang karyawan yang mendukung Bebek Ginyo. Jelas, layanan adalah nomor satu, selain rasa, tentunya. Selain memperhatikan kualitas olahannya, Bebek Ginyo juga menampung segala keluhan yang datang. Ke depan, Bebek Ginyo akan terus melakukan pengembangan, termasuk membuka cabang.</p>
<p>Nyok, sambangi Bebek Ginyo. Mau bakar, goreng, kremes, pepes, atau balado?</p>
<p>+++++<br />
Memadukan Kelezatan, Kenyamanan, dan Pemandangan</p>
<p>Agak aneh di kuping ketika mendengar nama Ginyo. Ternyata, itu adalah nama seorang kakek di Yogyakarta. Ia tak lain adalah kakek dari Martin, salah seorang pemilik Bebek Ginyo.</p>
<p>Lalu, apa rahasia sukses Bebek Ginyo sehingga hanya dalam dua bulan sudah mampu memikat banyak pembeli? General Manager Bebek Ginyo, Gabriel Winarto, menjelaskan bahwa selama ini pihaknya tidak pernah melakukan promosi secara gede-gedean. ”Kita hanya promosi dari mulut ke mulut saja,” ungkapnya.</p>
<p>Winarto menambahkan, lokasi yang strategis dan tempat yang nyaman, serta pelayanan dan hidangan berkualitas membuat Restoran Bebek Ginyo banyak disambangi pengunjung. Kawasan Tebet Jakarta Selatan kini memang menjadi tempat nongkrong baru. Sambil makan, Anda bisa memandangi cewek-cewek ABG dengan beragam gayanya.</p>
<p>Di sekitar restoran Bebek Ginyo kini terdapat distro-distro. Sehabis lelah mencari pakaian yang cocok, biasanya pengunjung mampir keBebek Ginyo.</p>
<p>Winarto mengakui, saat ini persaingan usaha kuliner memang sangat ketat sekali. Toh, dia yakin dengan pelayanan yang baik dan lokasinya yang strategis Bebek Ginyo akan dapat bersaing dengan restoran lainnya yang ada di Tebet maupun di Jakarta.</p>
<p>Selain itu, Bebek Ginyo juga terus berbenah diri dengan memperhatikan setiap keluhan yang datang dari pelanggan. Restoran ini juga tetap memantau referensi dari restoran bebek yang ada. Ini dilakukan untuk lebih mengembangkan Bebek Ginyo.</p>
<p>“Seiring berjalannya waktu, kita akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan mutu, baik dari segi hidangan maupun pelayanan,” ujar Winarto. Banyak restoran bebek yang enak, tapi sedikit yang memadukan hidangan lezat dan kenyamanan. Inilah faktor kuncisukses Bebek Ginyo.</p>
<p>Restoran Bebek Ginyo<br />
Jalan Tebet Dalam No. 12<br />
Jakarta Selatan,<br />
Buka pukul 11.00-22.00</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/136/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/136/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=136&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/11/05/perut-kenyang-mata-segar-kuping-nyaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resep Tua Berwajah Balita</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/10/30/resep-tua-berwajah-balita/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/10/30/resep-tua-berwajah-balita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 03:23:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seafood dan olahan ikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/10/30/resep-tua-berwajah-balita/</guid>
		<description><![CDATA[Semboyan anak harapan masa depan yang perlu dirawat dan dibesarkan dengan baik, tampaknya, tak berlaku bagi Rolika. Baginya, memangkas generasi malah membuat masa depan lebih cerah. Tiap hari entah berapa puluh ribu &#8220;bayi-bayi&#8221; berumur tiga bulan dibunuhi dan digorengnya menjadi makanan nan gurih.
Bukan bayi manusia, lo. Rolika adalah kedai pembuat lauk-pauk nan kondang di Bogor. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=95&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Semboyan anak harapan masa depan yang perlu dirawat dan dibesarkan dengan baik, tampaknya, tak berlaku bagi Rolika. Baginya, memangkas generasi malah membuat masa depan lebih cerah. Tiap hari entah berapa puluh ribu &#8220;bayi-bayi&#8221; berumur tiga bulan dibunuhi dan digorengnya menjadi makanan nan gurih.</p>
<p>Bukan bayi manusia, lo. Rolika adalah kedai pembuat lauk-pauk nan kondang di Bogor. Olahan khasnya: ikan balita dan gepuk sapi. Sebutan ikan balita memang nama ikan goreng berbahan baku benih ikan emas berumur tiga bulan. Adapun gepuk, kita lebih mengenalnya sebagai empal atawa daging sapi goreng.</p>
<p>Kedua menu ini jadi andalan Rolika selama dua puluh tahun. Malah, kini gepuk dan ikan balita sudah menjadi makanan khas dari kota hujan dengan nama Karuhun, yang artinya leluhur. &#8220;Resepnya turun-temurun warisan keluarga,&#8221; terang Rudi Jundani, Presiden Direktur Karuhun.</p>
<p>Cobalah kudap gepuk si Karuhun. Daging sapi itu terasa gurih, ditingkahi manis serta empuk berserabut. Ditambah remah-remah mirip abon serta bawang goreng, gepuk Karuhun makin melengkapi santapan kita. Cocol juga dengan sambalnya agar semilir pedas menyempurnakan gurih dan manis yang telah ada.</p>
<p>Comot pula sekawanan ikan balita goreng. Meski kecil, resep olahan ikan ini sudah tua kondangnya. Kriuk! sekali caplok tubuh balita hancur berkeping-keping seperti keripik. Bagaimana jika ditambah sejumput nasi hangat dan sambal terasi? Bayangkan saja sendiri.</p>
<p>Rudi bilang, ikan balita bukan hanya gurih, tapi bagus untuk tulang. Duri atau tulang balita yang ikut termakan mengandung fosfor tinggi. Jika makan ikan besar durinya tentu harus dibuang. Nah, mustahil kan membuang duri saat menyantap si bayi. Justru di situlah keunggulannya. Gurih dan fosfor sama-sama termakan.</p>
<p>Benih langka diborong Rolika</p>
<p>Membuat gepuk, kata Rudi, gampang-gampang susah. Mereka hanya mengambil paha bagian luar sapi yang keras dan berserat kasar sebagai bahan baku, agar daging tak hancur saat digeprek. &#8220;Dari satu ekor sapi, hanya empat kilogram daging yang layak,&#8221; terang Rudi.</p>
<p>Daging sapi ini lantas dibumbui garam dan bawang, serta direbus selama beberapa menit. Selanjutnya, daging di-geprek dan diiris. &#8220;Ngeprek-nya harus penuh perasaan. Agar tumbukannya tidak terlalu keras atau ringan,&#8221; sarannya. Setelah digulung dan dibumbui lagi, gepuk lantas digoreng dalam minyak panas.</p>
<p>Mengolah ikan balita pun tidak mudah. Bahan baku, berupa anakan ikan emas umur tiga bulan, harus berasal dari ternakan kolam mina padi atawa ikan yang dipelihara di sawah bersama padi. Diyakini, ikan ini dagingnya lebih gurih dan tidak berbau lumpur. Sebaliknya, kalau ikan hasil piaraan di kolam serta diberi makan pelet buatan, gorengannya berbau lumpur atau berbau pelet.</p>
<p>Bisa dibayangkan, membersihkan ikan segede jari berjumlah ratusan ribu bukanlah pekerjaan ringan. Menyodet perutnya pun harus cepat dan ekstrahati-hati agar tak memecahkan empedunya. Jika meleset, ikan bisa terasa pahit terkena empedu. Proses pembedahan, pembumbuan, serta menggorengnya harus dikerjakan dalam tempo lima belas menit. Saat masih setengah matang, bayi-bayi ikan itu diangkat dan dibumbui lagi agar lebih meresap. Setelah itu, baru digoreng lagi hingga kering.</p>
<p>Rolika terbilang sukses menjajakan balita dan gepuk Karuhun. Hari biasa, lebih dari 100 bungkus terjual. Melongok harga gepuk yang Rp 55.000 serta Rp 45.000 untuk ikan balitanya, untung Rolika besar. Bandingkan dengan harga anakan ikan emas termurah Rp 15.000 sekilogram. Sementara itu, banderol harga daging sapi berkisar Rp 30.000 sekilogram. Namun, menurut Rudi, harga mahal bukan masalah bagi para pembeli. Kata dia, selain enak, kemasan ikan dan gepuk juga sedap dipandang. &#8220;Kami juga sudah patenkan resep dan namanya sejak tahun 1995 lalu,&#8221; tandas Rudi.</p>
<p>Jika permintaan ikan balita ramai, kata Rudi, Karuhun mampu membuat pasar benih ikan berguncang. Asal tahu saja, tiap minggu Rolika memborong satu ton bibit ikan mas berisi ratusan ribu benih. Selanjutnya, mudah ditebak, kelangkaan bibit ikan membuat harga meroket. Dus, peternak ikan mengeluh karena kehabisan bibit. &#8220;Bisa-bisa ikan emas punah ya, ha.. ha&#8230;,&#8221; canda Rudi.</p>
<p>Balita Goreng Andalan Katering</p>
<p>Bayi Rolika adalah jasa katering yang dibikin Ana Taryono awal tahun 1980 lantaran penghasilan suami Ana yang dokter tentara di TNI Angkatan Udara (dulu AURI), pas-pasan. Titik cerah bermula saat dia berhasil menyediakan makanan untuk atlet terjun payung PON IX. Biar beken, kateringnya diberi nama Rolika, gabungan keempat nama anaknya: Rudi, Osi, Lina, dan Ika.</p>
<p>Kini, Rolika yang dirintis Ana berkembang pesat dan kondang di mana-mana dan punya 200 pegawai. Sudah begitu, kebanyakan pelanggan Rolika kalangan berduit Kemasyuran Rolika sudah sampai mancanegara. Tiap minggu mereka mengirimkan ratusan paket gepuk dan ikan balita ke restoran Indonesia di Belanda. Jasa kateringnya pun acap dipesan pejabat di luar Jawa. Misalnya, seorang bupati di Kalimantan Barat menggunakan jasa Rolika untuk pernikahan anaknya. Pesanan ini sungguh merepotkan karena mustahil mengirimkan langsung menu katering.</p>
<p>Apalagi, acaranya bakal digelar selama lima hari. Selain itu, peralatan memasak dan pesta tak ada di sana.Apa akal? Rolika lantas menerbangkan sekitar 20 kru katering plus semua perlengkapan memasak seberat hampir dua ton. &#8220;Kami sewa pesawat Hercules milik TNI-AU,&#8221; cetus Rudi.<br />
 </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=95&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/10/30/resep-tua-berwajah-balita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyantap Menu Lezat, Badan Tetap Sehat Walafiat</title>
		<link>http://waregbanget.wordpress.com/2007/10/28/menyantap-menu-lezat-badan-tetap-sehat-walafiat/</link>
		<comments>http://waregbanget.wordpress.com/2007/10/28/menyantap-menu-lezat-badan-tetap-sehat-walafiat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 19:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masakan daerah di Ibukota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waregbanget.wordpress.com/2007/10/28/menyantap-menu-lezat-badan-tetap-sehat-walafiat/</guid>
		<description><![CDATA[Hidup sehat bisa Anda tempuh dengan 1.001 cara. Misalnya. tidak merokok dan jauhi menenggak minuman beralkohol. Selain itu, berpola hidup sehat setiap hari, istirahatyang cukup, dan rutin berolahraga. Yang terpenting, mengontrol asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita setiap hari.
Sekarang banyak makanan yang tampangnya menggiurkan dan rasanya enak di lidah. Celakanya, makanan seperti itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=135&subd=waregbanget&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hidup sehat bisa Anda tempuh dengan 1.001 cara. Misalnya. tidak merokok dan jauhi menenggak minuman beralkohol. Selain itu, berpola hidup sehat setiap hari, istirahatyang cukup, dan rutin berolahraga. Yang terpenting, mengontrol asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita setiap hari.</p>
<p>Sekarang banyak makanan yang tampangnya menggiurkan dan rasanya enak di lidah. Celakanya, makanan seperti itu tidak sehat bagi tubuh kita. Misalnya, mengandung kolesterol atau adanya penggunaan pestisida di bahan baku makanan tersebut.</p>
<p>Buat Anda yang ingin makan enak bin lezat, namun tubuh tetap sehat, sambangi saja Healthy Choice. Restoran ini sudah berdiri sejak dua tahun lalu.</p>
<p>Keunggulan resto ini adalah bahan bakunya berbahan organic nan segar alias tidak menggunakan pestisida. Dan, menyehatkan.</p>
<p>Dus, cocok buat Anda yang peduli dengan kesehatan, namun tidak ingin kehilangan kebiasaan menyantap makanan lezat.</p>
<p>Asyiknya, Anda yang hobi memasak bisa membeli bahan baku di resto ini. Selanjutnya, mintalah resep ke chef Healthy Choice, sehingga Anda bisa memasaknya di rumah. “Kami tidak ada bumbu rahasia,” kata Direktur Operasional Healthy Choice Stevan Lie.</p>
<p>Para eksekutif yang berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, ini sering menjadikan Healthy Choice untuk mengisi perut di kala makan siang. Selain itu, ketika sore hari, jam pulang kantor, resto ini juga berjejal.</p>
<p>Maka, jangan heran apabila setiap siang dan sore hari banyak mobil terparkir dan sedikit menimbulkan kemacetan. Maklum, sebagian besar konsumen Healthy Choice adalah kalangan menengah atas.</p>
<p>Sajian pembuka resto ini antara lain tower spring roll, yogi crispy mushroom, salmon croquet, fi sh fi nger, juga bruchetta. Kemudian, ada beraneka ragam jenis sop dan salad. Sebut saja vegetable soup dan organic salad. Bahan bakunya tentu berasal dari berbagai macam jenis sayuran organic yang masih segar.</p>
<p>Bumbu-bumbunya juga aman dan sehat Menu utama andalan resto yang beroperasi mulai pukul 10 pagi hingga 10 malam ini adalah dorinos steam fi sh, atau yang biasa kita kenal dengan nama ikan dory tim. Ikan dory sebagai bahan utamanya didatangkan khusus dari tempat asalnya, Vietnam.</p>
<p>Rasa menu ini sangat khas. Daging ikannya yang lembut, kuah beningnya begitu mantap, serta ditemani oleh potongan brokoli dan wortel yang mengitari piring sajinya. Hmm&#8230;, sangat menggugah selera bagi siapa saja yang menyantapnya.</p>
<p>Selain itu, Anda dapat berpetualang menikmati menu organic lainnya. Sebut saja organic pasta, organic shabu-shabu, organic sandwich &amp; burger, sampai sajian organic steak &amp; ribs. Kesemuanya aman untuk Anda konsumsi tanpa harus takut kolesterol bakal melonjak.</p>
<p>Bumbu-bumbunya pun berasal dari kandungan zat nabati yang aman untuk dikonsumsi penderita kolesterol tinggi.</p>
<p>Bagi Anda yang tidak suka dengan menu yang berbau kebaratbaratan, Healthy Choice mempersilakan Anda untuk mencicipi menu laksa. Menu makanan asal Malaysia ini tersaji bersama bihun, toge, irisan telur ayam, dan ikan dory goreng di dalamnya Kuahnya berwarna kuning dan kental, slurrpp&#8230;. Buat Anda yang berkolesterol tinggi, jangan khawatir.</p>
<p>Berbeda dengan kuah laksa yang umumnya terbuat dari santan kelapa, kentalnya kuah laksa khas Healthy Choice ini berasal dari susu soya.</p>
<p>Enaknya lagi, aroma kuah laksa ini sangat harum dan menusuk hidung. Membuat penasaran bagi siapa pun yang mengendusnya. Sebagai sajian penutup perjalanan lidah, silakan cicipi fantastic creepes, omega waffel, atau banana choc yang kaya akan vitamin dan protein.</p>
<p>Lantaran menyasar kelas atas, maka Anda mesti menyiapkan kantong rada tebal. Untuk dapat menyantap lembutnya daging ikan dory steam, Anda harus merogoh Rp 50.000 per porsi. Sementara, organic salad dan laksa harganya 35.000 per porsi. Untuk menikmati mantapnya sajian organic steak &amp; ribs, keluarkan isi dompet antara Rp 175.000 sampai Rp 225.000 setiap porsi.</p>
<p>Harus diakui, pasar resto ini terbatas. Jangan heran kalau Healthy Choice hanya membetot 50 pengunjung saban hari. Kapasitas tempat ini dapat menampung 70 orang.</p>
<p>Selain menyuguhkan makanan sehat, resto ini juga menawarkan ketenangan dan kenyamanan.</p>
<p>Saat makan, kuping Anda bakal menikmati alunan musik slow. Menurut Stevan, kunci sukses resto ini adalah tetap konsisten bermain dalam pasar organic “Prospeknya sangat menjanjikan,” katanya.</p>
<p>Terbukti, pertumbuhan bisnis resto organik ini bisa mencapai 30% dari tahun ke tahun. Stevan yakin, resto ini bakal menuju arah yang lebih baik lagi.</p>
<p>+++++<br />
Kombinasi Bisnis dan Idealisme</p>
<p>Cikal bakal berdirinya resto Healthy Choice berawal dari pertemuan antara Stevan Lie dengan dokter ahli detox Riani Susanto. Akhirnya, mereka berdua sepakat untuk membuka toko yang menjual bahan makanan organic pada tahun 2004.</p>
<p>Motivasi mereka saat itu adalah memenuhi kebutuhan bahan-bahan organik untuk para pasien Riani. Kebanyakan mereka menderita penyakit kanker dan membutuhkan perawatan yang intensif dalam segala hal.</p>
<p>Cabang pertama Healthy Choice berada di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dan resmi berdiri pada tahun 2004. Perjalanan pahit harus mereka tempuh, karena saat itu masyarakat belum mengenal dan memahami betul manfaat dari makanan organik ini.</p>
<p>Alhasil, selama tiga bulan pertama pelanggan yang datang sangat sedikit. Kendala lainnya, harga bahan-bahan organik empat kali lipat ketimbang yang biasa.</p>
<p>Sabar menanti, akhirnya secercah harapan datang juga. Lantaran gencarnya informasi perlunya pola hidup sehat, makin banyak pengunjung yang menyambangi Healthy Choice. Akhirnya, resto ini beranak-pinak dan membuka cabang ketiganya di Kemang.</p>
<p>Mulai dari Kemang inilah masyarakat mengenal restoran ini.</p>
<p>“Begitu kita buka di Kemang, momentumnya pas. Sambutan masyarakat luar biasa,” ujar Stevan.</p>
<p>Saat ini, Healthy Choice sudah memilik beberapa cabang di Jakarta dan Surabaya. Selain Kemang dan Kebon Jeruk,sebut saja Bellagio, Mal Artha Gading, La Piazza, Sudirman Place, dan Bukit Darmo Golf Boulevard. Untuk tahun ini pun Healthy Choice menargetkan menambah 10 cabang.</p>
<p>Kendati pasarnya masih terbatas, namun Stevan yakin bisnis ini memiliki prospek jangka panjang yang sangat bagus. “Bisnis ini kedepan sangat menjanjikan. Ibaratnya, siapa, sih, yang enggak mau sehat?” ungkapnya.</p>
<p>Healthy Choice<br />
Jalan Kemang Raya No. 32<br />
Jakarta Selatan<br />
Telepon 719 8482, 719 1229</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waregbanget.wordpress.com/135/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waregbanget.wordpress.com/135/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waregbanget.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waregbanget.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waregbanget.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waregbanget.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waregbanget.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waregbanget.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waregbanget.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waregbanget.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waregbanget.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waregbanget.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waregbanget.wordpress.com&blog=453164&post=135&subd=waregbanget&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waregbanget.wordpress.com/2007/10/28/menyantap-menu-lezat-badan-tetap-sehat-walafiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcc37ed0e30c88f7d410d0a3965de557?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kancutmerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>