Tangkap, Langsung Santap

Sering, hobi mendatangkan hoki. Bermula dari hobi pula, Husni Wirajaya dan kawan-kawannya sukses mengelola restoran seafood.

Kwik, begitu sapaan akrab Husni, merintis kedai ini dari kegemarannya memancing di laut. Usai mancing, “Ikannya itu dibakar atau dimasak dengan bumbu apa saja setelah tiba di darat,” kata Kwik. Ternyata, masakan hasil laut segar ini sangat mengundang selera. Itulah mengapa Kwik lantas membagi kesegaran dan kelezatan hasil laut segar di kedai seafood Pantai Mutiara.

Walau baru didirikan Mei 2002 lalu, namun seafood Pantai Mutiara laris manis. Kursi yang semula cuma 50 buah, harus segera ditambah menjadi seratus demi menampung serbuan penggemar olahan laut. Dalam sehari setidaknya ada 150 pengunjung mendatangi kedai ini. “Ini hoki. Enggak ada promosi sama sekali hanya dari mulut ke mulut,” aku Kwik. Suatu ketika terlihat petinggi tentara, seperti Ryamizad Ryacudu dan Sjafrie Sjamsudin, menikmati udang ditempat ini. Cuma, melongok lokasinya, rada aneh. Letaknya terpencil di ujung Pantai Mutiara, sebelah utara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pluit Jakarta Utara, menyatu dengan marina megah yang mengitarinya. Dus, siapa sangka jika di belantara marina mewah, tersembul kedai seafood nikmat. Uniknya, hingga kini Kwik tak memberi nama kedainya itu. “Cukup Seafood Pantai Mutiara. Semua sudah tahu,” ucapnya bangga.

Menu yang disediakan Kwik meliputi aneka olahan hasil laut. Masakannya bisa digoreng, dibumbui saus, steam (dikukus), atau dibakar. Selintas, resep dagangan seafood Pantai Mutiara tiada beda dengan restoran lain; berbumbu saus padang, saus tiram, lada hitam, atau saus tiram tauco. Menu serupa amat mudah dijumpai di kedai seafood lain.

Harga bantingan, karena dihitung kiloan

Tapi, jangan remehkan dulu. Coba satu per satu yang tersedia. Kerapu steam, misalnya. Saat dagingnya tercuil dan tampak putih segar, lezat disantap. Dagingnya langsung ambrol saat di mulut karena empuk berair. Lantas, comot udang saus mentega, terasa empuk dan manis gurih di lidah.

Mau yang lebih kaya rasa, nikmatilah kepiting lada hitam. Walau diselimuti olesan hitam seperti gosong, daging kepiting terasa manis gurih bercampur pedas lada.

Kwik enteng saja buka-bukaan rahasia. Kenikmatan ini, ucapnya, berasal dari hasil laut yang benar-benar segar. Asal tahu saja, semua bahan utama yang bakal diolah—ikan, udang, atau kepiting—sengaja tetap dibiarkan hidup. Rasa olahan hasil laut masih hidup ternyata jauh beda dengan hasil laut beku. Dagingnya segar dan tidak mengeluarkan bau amis. Ikan laut hidup yang masih bau amis, misalnya, kendati langsung dimasak tanpa diberi bumbu sudah mengeluarkan rasa gurih. Pasalnya, minyak ikan yang terkandung didalamnya belum hilang.

Restoran ini juga punya koleksi sambal colek. Walau pedas, rasa gurih terasi menyeruak di sela suam-suam panas cabai merah. Justru, sambal ini boleh dibilang paling istimewa di antara menu yang lain. Sebab, resep sambal ini adalah hasil karya mantan Presiden Soeharto, karib dekat Kwik di kala memancing (lihat boks: Kwik, Rumpon, dan Soeharto).

Untuk harga, dijamin murah dan fair, karena banderol semua menu dihitung per kilogram. Harga sekilogram kerapu Rp 200.000, kepiting Rp 100.000, udang pacet Rp 150.000, udang galah Rp 140.000. Harga-harga ini adalah harga bersih atawa tinggal santap saja, walau racikan yang dipilih berbeda. “Jatuhnya jadi lebih murah ketimbang cara membanderol per menu,” janji Kwik.

Kalaupun ada kekurangannya, cuma dua:nyamuk, yang kerap harus diteplok dulu dan ketatnya penjagaan di Pantai Mutiara Tapi, jangan kesal. Langsung saja sebutkan kata kunci, “Ke restoran seafood.” Niscaya penjaga segera mengangkat portal dan memberi Anda jalan.

Kwik, Rumpon, dan Soeharto

Menurut Husni Wiraja, nama Kwik bukanlah trah keluarga. hanya panggilan sayang sewaktu masih kecil. Boleh saja Kwik merendah. Tapi, coba tanyakan sosok Kwik ini kepada mantan Presiden Soeharto.bisa jadi, dia bakal langsung pulih dari stroke dan sumringah mendengar nama orang ini. Pasalnya, keduanya akrab memancing dan melaut bersama.

Awal kedekatannya dengan Soeharto bermula pada 1980. Ia dipanggil gara-gara kepintarannya menangguk ikan saat pemancing lain—termasuk Soeharto—dilanda paceklik. Sepertinya, kehebatan Kwik menimba ikan mendorong keinginan penguasa Orde Baru itu untuk “ngelmu” mancing dengannya.Sejak itu Setiap Soeharto melaut, bisa dipastikan Kwik menemaninya.

Saat terumbu karang di laut utara Jakarta rusak, hanya rumpon—rumah ikan buatan—yang menjadi andalan pemancing.Tak terkecuali Kwik, Kini, tak kurang 600 rumpon berhasil dia tebar di laut. Sekali membuat rumpon menelan biaya antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

Rupanya Soeharto menawari Kwik rongsokan becak hasil sitaan Pemda Jakarta untuk dijadikan rumpon. “Kamu butuh berapa becak?” tawar Soeharto kala itu seperti ditirukan Kwik. Ditawari begitu, Kwik menyebut angka 300. Eh, malah dikirim 2.000 becak.

One response to “Tangkap, Langsung Santap

  1. hi,

    dimana alamat lengkap restauran seafood tsb ?

    thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s