Pak Raden ala Wong Kito

Tidak banyak makanan tradisional yang lantas naik daun lantaran berhasil mengumpulkan penggemar dari berbagai penjuru. Salah satu makanan istimewa ini adalah pempek. Siapa pun tahu pempek adalah makanan asli Palembang. Tapi, tak ada yang menyangkal: kudapan tradisional yang satu ini bukan cuma disukai wong kito. Buktinya, warung pempek bisa dengan gampang kita temui di luar kota Palembang.

Datang saja ke Pempek Pak Raden. Meski memakai merek berbau Jawa, pempek Pak Raden asli milik orang Palembang. Adalah Ahmad Rivai Husein yang pertama kali mendirikan Pempek Pak Raden di daerah Bukit, Palembang. Selanjutnya, kedai ini dikelola sang istri, Yohani. Kemudian, Pak Raden merambah ke kota lain, membuka cabang. Saat ini terhitung ada lima kedai Pak Raden di Palembang, dua di Jambi, dua di Lampung, satu di Bandung, dan empat kedai di Jakarta.

Namanya juga usaha keluarga, jamak sudah tiap kedai dikelola oleh mereka yang masih memiliki hubungan saudara dengan Yohani. Nah, untuk menjaga keseragaman rasa, belasan kedai Pak Raden ini mengolah resep yang sama. Bahan baku pempek, berupa ikan gabus, dikirim dari Palembang. Ikan yang sudah digiling lantas dibekukan dan disebar ke semua kedai Pak Raden. Kerupuk ikan, pelengkap pempek, serta gula merah untuk campuran cuko, juga didatangkan dari kota di tepian Sungai Musi itu.

Sajian pempek di Pempek Pak Raden, menurut Siti Nurammah, pengelola Pempek Pak Raden Fatmawati, sebenarnya setali tiga uang dengan pempek di mana pun. Melongok menunya, memang tidak ada yang istimewa. Lumrah untuk sebuah warung pempek. Di sana ada pempek kapal selam, lenggang, model, tekwan, pistel atau pempek isi tumisan pepaya, dan beberapa varian pempek lain. Harganya berkisar antara Rp 2.000 hingga Rp 20.000 seporsi.

Di Pempek Rak Raden, sembari menunggu pempek pesanan digoreng, kita bisa mengudap srikaya yang tersedia di meja. Makanan kecil ini berasal dari campuran santan, telur, daun pandan dan pewarna. Bentuk dan rasanya mirip agar-agar, tapi beraroma daun pandan yang kuat.

Es kacang, kebanggaan Pak Raden

Nah, sebagai pelengkap makan pempek, sekalian saja mencicipi es kacang merah asli Palembang kebanggaan Pak Raden. Isinya kacang merah kering yang direbus dengan gula putih, lantas diguyur sirup, susu, dan diberi es batu. Srupuut… pas untuk menghilangkan rasa cuko yang pedas membakar tenggorokan.

Kendati sepertinya tidak berbeda dengan menu warung pempek lain, Pempek Pak Raden punya banyak penggemar fanatik. Sebutlah Nico Siahaan, Berliana Febriyanti, Cut Tari, dan H.M. Damsyik. “Ini berkat rasa pempek dan cukanya, tempatnya juga cukup enak”, tutur Siti berpromosi.

Padahal, Siti mengaku, resep untuk pempek dan cuka juga tidak ada yang istimewa. Cuko, saus pelengkap pempek, terbuat dari cuka dapur, cabe rawit, gula merah, dan bawang putih. Saus ini tahan selama tiga hari, tanpa diberi pengawet.

Seminggu sekali Siti mendatangkan 150 kg ikan gabus giling dari Palembang. Sagu untuk campuran ia beli dari Bogor. Setiap hari, kata Siti, mereka bisa menghabiskan 15 kg sagu dan 5 kg telur.

Di cabang Fatmawati, Siti mempekerjakan 17 orang, termasuk enam perempuan yang khusus meramu adonan pempek. “Semua karyawan berasal dari Palembang, biar komunikasinya enak,” cetusnya. Pempek bikinan Pak Raden ini bisa tahan selama tiga hari, dari sejak pertama kali dibuat.

Kuah Cuka Pembawa Nestapa

Ada dugaan, pempek Palembang berasal dari tradisi Cina. Konon, orang Tionghoa di sana membuat semacam bakso dari ikan. Nah, bakso ikan ini dimodifikasi menjadi pempek. Di Palembang, pempek bukan cuma berisi telur dan digoreng. Ada varian pempek berisi tumisan pepaya dan ebi disebut pistel, atau pempek panggang berisi ebi, kecap, dan cabai yang namanya pempek tunu.

Hampir semua hidangan pempek disantap dengan guyuran kuah yang disebut cuko. Sesuai dengan namanya, rasa cuko adalah asam dengan aroma cuka menyengat. Seorang kawan yang besar di Palembang bilang, cuko belum pas kalau belum bikin kepala gatal.

Sayang, rasa cuko yang dahsyat ini meninggalkan nestapa. Tengok saja temuan drg. Safrida Hoesin seperti dikutip tabloid Nova. Cuko dibikin dari cuka, gula merah, dan bawang putih. Masing-masing bahan tersebut mengandung kadar fluor yang tinggi. Buntutnya, menurut Safrida, seliter cuko bisa mengandung 9-13 ppm fluor. Kadar fluor yang pas, 1 ppm, memang bisa menghambat karies. Tapi, kadar fluor yang berlebihan bikin cacat email gigi. Akibatnya, bentuk gigi tidak beraturan dan gampang lepas. “Di Palembang, gigi anak-anak banyak yang rusak, terutama di pedesaan. Soalnya, sejak balita sudah dibiasakan makan pempek,” tuturnya. Bagi orang dewasa pun, kelebihan fluor bisa mengauskan email gigi.

Tapi, rasanya sayang jika melewatkan pempek berselimut cuko. Sekali-sekali, bolehlah memanjakan lidah kendati mengancam gigi.

About these ads

9 responses to “Pak Raden ala Wong Kito

  1. minta alamat warung pak raden yang baru dibuka bulan-bulan kemaren.trims.

  2. hi, bisakah bantu saya untuk mencari ikan gabus giling beku yang bisa dibeli di sekitar jabodetabek?
    thx b4.

  3. Tolong dong alamat pempek pak raden yang deket dari alam sutra……. makasih………….

  4. saya serius ingin membuka cabang pak raden di solo….bisa minta tolong kasih informasi tentang waralaba pak raden…terima kasih

  5. kyknya penulis ada kesalahan deh,.. cm mau bantu ralat aja, Setahu sy pendiri Pempek Pak Raden itu Ibu Hj. Nurhasanah,. cb deh lht di sini.. http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.majalahfranchise.com/beta/FileManager/image/Edisi%25204-09%2520/Pempek-Pak-Raden(1).gif&imgrefurl=http://www.majalahfranchise.com/%3Flink%3Dfranchise_utama%26id%3D67&h=284&w=419&sz=83&tbnid=l1zTa8yRm5sSPM:&tbnh=85&tbnw=125&prev=/images%3Fq%3Dpempek%2Bpak%2Braden&hl=id&usg=__P1n1lndg50adToETiJaEBT6BrHg=&ei=eoEHS-7zIouCkQXTteHeCQ&sa=X&oi=image_result&resnum=5&ct=image&ved=0CBIQ9QEwBA

  6. Bner. Penulis salah bikin nama pendiri pak raden. Yg bner bu nurhasanah. Saya tahu. Krna saya org palembang

  7. Bner. Penulis salah bikin nama pendiri pak raden. Yg bner bu nurhasanah. Saya tahu. Krna saya org palembang. Yg pasti org plg. Gak mgkn ninggalin pempek. Wlwpn giginya hancur

  8. Mahmud Iliyas

    Saya jd sangat tertarik nih dengan sejarah berdirinya PEMPEK PAK RADEN, kenapa ya orang bisa sampai mengakui dia pemiliknya padahal bukan, dan banyak orang palembang sendiri tau persis sejarah berdirinya Pempek Pak Raden, setahu saya memang usaha ini dikelola oleh keluarga pak raden, tp pertama kali berdirinya pempek Pak Raden itu Oleh IBU HJ. NURHASANAH, dan pertama kali adanya di daerah 1 ULU darat depan Hotel Semeru, dan Ahmad Rivai Husein dan Yohani itu setahu saya kakak dari Hj. Nurhasanah, berarti ada kesimpang siuran pada generasi kedua dari Pempek Pak Raden sepertinya.
    Fakta sejarah itu tidak pernah bisa di pungkiri, banyak saksi2 hidup yg tau akan itu semua, terutama Masyarakat Palembang sendiri.
    Dan BENAR apa yg dikatakan sm mas AFANDI dan MIRZA..

  9. yono suharno

    tolong dong minta alamat cab pak raden yg di bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s